Kaedah Berdakwah
oleh azizeehasan
Kaedah Dakwah 1 :
Dakwah ke jalan Allah jalan penyelamat di dunia dan akhirat
1.Seorang Dai’e hendaklah faham bahawa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. (Az-Zariyat :56).
2.Ibadah tidak akan terhasil melainkan atas basirah(kejelasan). Basirah pula tidak terjadi melainkan selari dengan manhaj Allah yang diturunkan kepada para rasul dan para nabi a.s.
3.Para Nabi dan Rasul adalah para duat yang menunjuk kebenaran bagi mencapai maksud kenapa allah menjadikan manusia sebagai khalifah.
4.Imam Ar-Razi di dalam tafsirnya (tafsir ar-Razi ) bertanya: Apakah tujuan ibadah diciptakan Jin dan manusia ?.Beliau menyatakan sebagai satu penghormatan untuk mengagungkan perintah Allah dan bukti kasih sayang kepada makhluk.
5.Justeru tugas mengagungkan Allah dan memuliakannya tidak akan diketahui semata-mata berpandukan akal tetapi perlu mengikut syariatnya dan panduan ar-Rasul. Lantaran itu allah mengurniakan nikmat kepada hambanya dengan mengutus para rasul bagi menjelaskan jalan dalam memenuhi kedua-dua tuntutan ibadah tersebut.
6. Berdakwah ke jalan Allah adalah setinggi – tinggi rupabentuk untuk mengagungkan allah.
7. Ini bererti seorang Dai’e tadi berdakwah kepada satu fikrah atau satu matlamat , kemudian mengerah seluruh tenaga dan usahanya untuk mencapai perkara tersebut maka baginya ganjaran besar di sisi allah.
8.Berdakwah juga sebagai tanda kasih sayang seorang dai’e kepada hamba allah. Ini kerana tugas dakwah ialah mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliyyah kepada cahaya Islam, dari jalan menuju ke neraka kepada jalan syurga.
9. Dua matlamat (ta’zim li amrillah / syafaqah ‘ala ibadillah)mulia ini merupakan matlamat ibadah yang juga merupakan matlamat berdakwah di jalan Allah dan keselamatan di dunia dan akhirat tercapai dengan kedua-duanya.
10. Para nabi dan rasul sentiasa komited dengan melaksanakan tugas ini sebagai bukti kukuh untuk mencapai keselamatan dan menjauhi kebinasaan.Banyak ayat-ayat al-Quran yang menyentuh perkara tersebut seperti :
o Kisah Nuh ( Yunus : 73 )
o Kisah Hud ( Hud : 58 )
o Kisah Solih (Hud : 66)
o Kisah Lut ( Hud : 81-82)
o Kisah Syuaib ( Hud:94)
o Kisah Musa a.s (al-‘araf : 136-137)
11. Keselamatan (najat) menerusi ayat-ayat di atas dicapai dengan berdakwah. Tidak ada kerugiannya bila kita berdakwah.Rasulullah s.a.w pernah bersabda di dalam hadis yang bermaksud : (tidak akan berlaku Kiamat kecuali bila berlaku kejahatan manusia ). Hadis ini mengisyaratkan Qiamat berlaku apabila hilang atau tiadanya tugas dakwah dan wujudnya para pendakwah.
12. Kemuliaan manusia apabila wujud usaha dakwah dan wujud para dai’e dan apabila tiada kedua-duanya maka manusia akan menerima kerugian kerana hilangnya sebab yang menghasilkan kemulian manusia tersebut.Maka dakwah adalah pra-syarat atau sebab untuk mencapai keselamatan dan kemuliaan hidup insan di muka bumi allah.Keselamatan itu tidak terhenti pada seorang individu dari segala gangguan celaan dan kesakitan tetapi juga keselamatan Jamaah dan Fikrah.
13.Muhammad Ahmad Ar-Rasyid menjelaskan bahawa yang dapat menyucikan kita hanyalah dengan berdakwah. Berdakwah untuk mencapai kedudukan tertinggi di syurga iaitu jannatul Firdaus..Selama mana kita tidak berdakwah selama itulah kita tidak memperolehi kemuliaan dan keagungan di sisi allah.
Ayuh mari kita berdakwah…
Percakapan Laa ilaa ha ilallah
Sunday, February 28, 2010
Tuesday, February 16, 2010
Nasihat Rasulallah saw kepada Aisyah r.anhuma
NASIHAT RASULULLAH KEPADA AISYAH R.A
‘Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda
“Hai Aisyah, aku nasihatkan kepada kamu. Hendaklah kamu sentiasa mengingat nasihatku ini. Sesungguhnya kamu akan sentiasa di dalam kebajikan selama kamu mengingati nasihatku ini…”
Isi nasihat Rasulullah s.a.w tersebut bolehlah dirumuskan seperti berikut:
Hai, Aisyah, peliharalah diri kamu. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum kamu (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
(b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
(c) Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
(d) Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :
(a) Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
(b) Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
(c) Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.
(d) Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemahuan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
(e) Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.
(f ) Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun.
(g) Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk di hadapan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan lapan puluh kali cambuk dari api.
(h) Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamullail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
(i) Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
(j) Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.
Semoga ahlia-ahlia (isteri-isteri) kita dapat mengambil nasihat Nabi pada Aisyah ini di dalam kehidupan mereka. Namun kita sebagai suami hendaklah selalu mendoakan agar ahli-ahlia (isteri-isteri) kita bersifat seperti isteri-isteri Nabi saw serta kita hendaklah juga selalu memaafkan kesalahan dan kesilapan mereka. Pernah seorang lelaki mendatangi Umar r.a untuk mengambil pandangan berkaitan masaalah isterinya yang banyak bersongeh dan berleter. Setelah sampai didapati isteri Umur r.a pun seperti isterinya suka bersongeh dan berleter. Lalu ia pun meninggalkan Umar r.a. Setelah berjalan beberapa langkah Umar r.a menyedari lalu memanggil lelaki itu datang semula menghampirinya.
Setelah diterangkan maksud kedatangannya lalu Umar r.a pun berkata,: "Siapa mereka, mereka adalah isteri kita. Mereka mendidik dan memelihara anak-anak kita. Merekalah yang menjaga harta benda kita. Mereka memasak makanan serta membasuh pakaian kita. Dan yang lebih penting mereka memelihara kita dari terjebak dengan zina. Sedikit kesilapan dan kesalahan mereka maafkanlah". Lalu lelaki itu pun pulang dengan perasaan puas dengan nasihat Umar r.a.
Wallahua'lam
‘Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda
“Hai Aisyah, aku nasihatkan kepada kamu. Hendaklah kamu sentiasa mengingat nasihatku ini. Sesungguhnya kamu akan sentiasa di dalam kebajikan selama kamu mengingati nasihatku ini…”
Isi nasihat Rasulullah s.a.w tersebut bolehlah dirumuskan seperti berikut:
Hai, Aisyah, peliharalah diri kamu. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum kamu (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
(b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
(c) Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
(d) Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :
(a) Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
(b) Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
(c) Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.
(d) Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemahuan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
(e) Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.
(f ) Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun.
(g) Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk di hadapan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan lapan puluh kali cambuk dari api.
(h) Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamullail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
(i) Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
(j) Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.
Semoga ahlia-ahlia (isteri-isteri) kita dapat mengambil nasihat Nabi pada Aisyah ini di dalam kehidupan mereka. Namun kita sebagai suami hendaklah selalu mendoakan agar ahli-ahlia (isteri-isteri) kita bersifat seperti isteri-isteri Nabi saw serta kita hendaklah juga selalu memaafkan kesalahan dan kesilapan mereka. Pernah seorang lelaki mendatangi Umar r.a untuk mengambil pandangan berkaitan masaalah isterinya yang banyak bersongeh dan berleter. Setelah sampai didapati isteri Umur r.a pun seperti isterinya suka bersongeh dan berleter. Lalu ia pun meninggalkan Umar r.a. Setelah berjalan beberapa langkah Umar r.a menyedari lalu memanggil lelaki itu datang semula menghampirinya.
Setelah diterangkan maksud kedatangannya lalu Umar r.a pun berkata,: "Siapa mereka, mereka adalah isteri kita. Mereka mendidik dan memelihara anak-anak kita. Merekalah yang menjaga harta benda kita. Mereka memasak makanan serta membasuh pakaian kita. Dan yang lebih penting mereka memelihara kita dari terjebak dengan zina. Sedikit kesilapan dan kesalahan mereka maafkanlah". Lalu lelaki itu pun pulang dengan perasaan puas dengan nasihat Umar r.a.
Wallahua'lam
MENGAPA KELUAR 3HARI, 40HARI, 4BULAN
Fatwa Ulama:
Oleh Mufti Ebrahim Desai, Darul Ifta, Madrasah In'aamiyyah, Camperdown, South Africa.
Istilah, 'Tashkeel' (yang biasa digunakan dalam Jamaah Tabligh), bermaksud menyeru orang ramai kaum Muslimin untuk memberi masa mereka, untuk keluar ke Jalan Allah bagi tujuan pengislahan diri dan membuat kerja dakwah dan tabligh dalam jangkamasa tertentu, seperti 3 hari, 10 hari, 15 hari, 40 hari, 4 bulan, 7 bulan, 1 tahun dsbnya. Jangkamasa tersebut bukan satu kemestian tapi ianya hanya dianjurkan seperti mana seseorang yang mengikuti kursus kecemasan (first aid), misalnya, dianjurkan untuk mengikuti kursus praktikal selama sebulan. Walaupun tidak bermakna yang dia terus akan jadi doktor pakar, sekurang-kurangnya dia tahu apa yang perlu dia lakukan semasa kecemasan. Begitu juga, seseorang yang keluar ke Jalan Allah selama 3 hari, atau 40 hari, atau 4 bulan dsbnya, bukan bermakna dia telah menjadi seorang yang ahli atau pakar dalam Shari’ah, tapi sekurang-kurangnya dia tahu apa kehendak-kehendak asas dalam Shari’ah. Lebih lama masa yang dia berikan untuk keluar ke Jalan Allah, lebih banyak dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sebagai seorang Mukmin. Jangkamasa keluar tersebut bukanlah kriteria yang diwajibkan mengikut Shari’ah..
Dan Allah Maha Mengetahui.
(Mufti Ebrahim Desai, FATWA DEPT, Jawapan No. 2611, Askimam.com)
Para Sahabat Keluar ke Jalan Allah:
Sebanyak 150 jemaah telah dihantar dari Madinah dalam masa 10 tahun tersebut. Baginda s.a.w. sendiri telah menyertai 25 daripada jemaah-jemaah tersebut. Sebahagian jemaah tersebut terdiri daripada 10,000 orang, ada yang 1,000 orang, 500 orang, 300 orang, 15 orang, 7 orang dan sebagainya. Jemaah-jemaah ini ada yang keluar untuk 3 bulan, 2 bulan, 15 hari, 3 hari dan sebagainya. 125 jemaah lagi sebahagiannya terdiri daripada 1000 orang, 600 orang, 500 orang dan sebagainya dengan masa 6 bulan, 4 bulan dan sebagainya.
Sekiranya kita menghitung dengan teliti maka akan didapati purata masa yang diberikan oleh setiap sahabat untuk keluar ke jalan Allah dalam masa setahun ialah antara 6 hingga 7 bulan.
(Petikan Bayan Maulana Yusuf: USAHA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT RA DALAM KEHIDUPAN MADINAH)
Sahabat keluar 5 tahun:
Pada tahun 627M satu rombongan sahabat-sahabat Nabi S.A.W yang diketuai oleh Wahab bin Abi Qabahah dikatakan telah mengunjungi Riau dan menetap selama 5 tahun di sana (sebelum pulang ke Madinah)
(dipetik dari kitab 'Wali Songo dengan perkembangan Islam di Nusantara', oleh Haji Abdul Halim Bashah, terbitan Al Kafilah Enterprise, Kelantan, 1996, m/s 79, bab 9, ISBN 983-99852-8-0)
Sahabat radiyalaahu anhum keluar 6 bulan:
Bara’ Radiyallahu 'anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam telah mengutus Khalid ibne-Walid Radiyallahu 'anhu kepada penduduk Yamen untuk mengajak mereka masuk Islam. Bara berkata: Aku juga termasuk dalam jamaah itu. Kami tinggal di sana selama 6 bulan. Khalid radiyalaahu anhu selalu mengajak mereka untuk masuk Islam, tetapi mereka menolak ajakannya. Kemudian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam mengutus 'Ali ibne-Abi Talib Radiyallahu 'anhu ke sana dan memerintahkan kepada Khalid r.a. untuk kembali dengan seluruh jamaah kecuali salah seorang dari jamaah Khalid r.a. yang mahu menemani Ali r.a, maka ia boleh ikut serta dengan Ali r.a. Bara r.a berkata: Akulah yang menemani Ali r.a. selama di sana. Ketika kami betul-betul dekat dengan penduduk Yaman, maka mereka keluar dan dan dating kehadapan kami. Lalu Ali r.a. mengatur shaf mereka untuk mengerjakan solah dan Ali yang menjadi imam dalam solah kami. Selesai solah, Ali r.a membacakan isi surat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka. Setelah mendengar isi surat Rasulullah sallalaahu alayhi wasalam itu maka seluruh Bani Hamdan masuk Islam. Kemudian Ali r.a. menulis surat kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang isinya memberitahukan tentang ke-Islaman mereka kepada baginda. Setelah isi surat tersebut dibacakan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, maka baginda langsung sujud syukur kepada Allah Swt. Setelah mengangkat kepala, baginda berdoa: Keselamatan bagi Bani Hamadan. Keselamatan bagi Bani Hamadan. (Bukhari, Baihaqi, Bidayah-wan-Nihayah)
(Dipetik dari kitab Muntakhab Ahadith, bab Dakwah dan Tabligh, hadith 108)
Keluar 4 bulan:
Ibn Juraij berkata: “Ada seseorang yang menceritakan kepada saya bahawa pada suatu malam ketika Umar radiyalaahu anhu sedang berkeliling (ghast) di sekitar lorong-lorong kota Madinah, tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang melantunkan sya’ir:
”Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya
Daku tidak boleh tidur kerana tiada yang tersayang yang boleh ku ajak bercumbu Andai bukan kerana takut berdosa kepada Allah yang tiada sesuatu pun dapat menyamaiNya Sudah pasti ranjang ini di goyang oleh yang lainnya
Ketika Umar r.a. mendengar sya’irnya itu, maka dia bertanya kepada wanita tersebut, “Apa yang terjadi padamu?” Wanita itu menjawab, “Saya sangat merindukan suami saya yang telah meninggalkan saya selama beberapa bulan.” Umar r.a. betanya, “Apakah kamu bermaksud melakukan hal yang buruk?” Wanita itu menjawab, “Saya berlindung kepada Allah.” Umar r.a. berkata, “Kuasailah dirimu! Sekarang saya akan mengutus orang untuk memanggil suami mu.”
Setelah itu Umar r.a. bertanya kepada anak perempuannya Hafsah r.anha, “Aku akan bertanya padamu mengenai sesuatu masalah yang membingungkan aku, mudah-mudahan kamu boleh memberi jalan keluar untukku. Berapa lama seorang wanita mampu menahan kerinduan ketika berpisah dari suaminya?” Mendengar pertanyaan itu, Hafsah r.anha menundukkan kepala merena merasa malu. Umar r.a. berkata, “ Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa malu dalam hal kebaikan.” Hafsah menjawab sambil berisyarat dengan jari tangannya, “Tiga sampai empat bulan.” Kemudian Umar r.a. menulis surat kepada setiap amir (pimpinan) pasukan tentera Islam supaya tidak menahan anggota pasukannya lebih dari 4 bulan.” (Riwayat Abdur Razzaq dalam kitab Al-Kanz Jilidl VIII, m/s.308).
Ibnu 'Umar (Radiallahu'Anhu) mengatakan bahawa pada suatu malam Umar r.a. keluar (untuk melihat ehwal orangramai), tiba-tiba belaiu mendengar seorang wanita sedang bersya’ir:
Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya Aku tidak boleh tidur kerana tida yang tersayang yang boleh kuajak bercumbu. Kemudian Umar r.a. bertanya kepada Hafsah r.anha,
Berapa lama wanita dapat bertahan tidak bertemu dengan suaminya?” Hafsah r.anha menjawab, “Enam atau empat bulan.” Maka Umar r.a. berkata, “Untuk selanjutnya saya tidak akan menahan tentera lebih dari masa itu.” (Hr. Baihaqi dalam kitabnya jilid IX m/s 29) [seperti yang dipetik dari kitab Hayatus Sahabah, bab Al-Jihad]
Keluar 40 hari:
"Seorang lelaki telah datang kepada Saiyidina Umar ibnu Khattab r.a. maka Saiyidina Umar r.a. pun bertanya: Di manakah engkau berada? Dijawabnya: Saya berada di Ribat. Saiyidina Umar r.a. bertanya lagi: Berapa hari engkau berada di Ribat itu? Jawabnya tiga puluh hari. Maka berkata Saiyidina Umar r.a.: Mengapa kamu tidak cukupkan empat puluh hari? (Kanzul Ummal, Juzuk 2 muka surat 288, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988)
Keluar 3 Hari:
Daripada Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi SAW telah memanggil Abdul Rahman bin Auf r.a. lalu bersabda: Siap sedialah kamu, maka sesungguhnya aku akan menghantar engkau bersama satu jama'ah maka menyebut ia akan hadis dan katanya: Maka keluarlah Abdul Rahman hingga berjumpa dengan para sahabatnya, maka berjalanlah mereka sehingga sampai ke suatu tempat pertama bernama Daumatul Jandal, maka manakala ia masuk ke kampung itu ia mendakwah orang-orang kampung itu kepada Islam selama tiga hari. Manakala sampai hari yang ketiga dapat Islamlah Asbagh bin Amru al Kalbi r.a. dan adalah ia dahulunya beragama Nasrani dan ia ketua di kampung itu.
(Hadith riwayat Darul Qutni, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988)
Oleh Mufti Ebrahim Desai, Darul Ifta, Madrasah In'aamiyyah, Camperdown, South Africa.
Istilah, 'Tashkeel' (yang biasa digunakan dalam Jamaah Tabligh), bermaksud menyeru orang ramai kaum Muslimin untuk memberi masa mereka, untuk keluar ke Jalan Allah bagi tujuan pengislahan diri dan membuat kerja dakwah dan tabligh dalam jangkamasa tertentu, seperti 3 hari, 10 hari, 15 hari, 40 hari, 4 bulan, 7 bulan, 1 tahun dsbnya. Jangkamasa tersebut bukan satu kemestian tapi ianya hanya dianjurkan seperti mana seseorang yang mengikuti kursus kecemasan (first aid), misalnya, dianjurkan untuk mengikuti kursus praktikal selama sebulan. Walaupun tidak bermakna yang dia terus akan jadi doktor pakar, sekurang-kurangnya dia tahu apa yang perlu dia lakukan semasa kecemasan. Begitu juga, seseorang yang keluar ke Jalan Allah selama 3 hari, atau 40 hari, atau 4 bulan dsbnya, bukan bermakna dia telah menjadi seorang yang ahli atau pakar dalam Shari’ah, tapi sekurang-kurangnya dia tahu apa kehendak-kehendak asas dalam Shari’ah. Lebih lama masa yang dia berikan untuk keluar ke Jalan Allah, lebih banyak dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sebagai seorang Mukmin. Jangkamasa keluar tersebut bukanlah kriteria yang diwajibkan mengikut Shari’ah..
Dan Allah Maha Mengetahui.
(Mufti Ebrahim Desai, FATWA DEPT, Jawapan No. 2611, Askimam.com)
Para Sahabat Keluar ke Jalan Allah:
Sebanyak 150 jemaah telah dihantar dari Madinah dalam masa 10 tahun tersebut. Baginda s.a.w. sendiri telah menyertai 25 daripada jemaah-jemaah tersebut. Sebahagian jemaah tersebut terdiri daripada 10,000 orang, ada yang 1,000 orang, 500 orang, 300 orang, 15 orang, 7 orang dan sebagainya. Jemaah-jemaah ini ada yang keluar untuk 3 bulan, 2 bulan, 15 hari, 3 hari dan sebagainya. 125 jemaah lagi sebahagiannya terdiri daripada 1000 orang, 600 orang, 500 orang dan sebagainya dengan masa 6 bulan, 4 bulan dan sebagainya.
Sekiranya kita menghitung dengan teliti maka akan didapati purata masa yang diberikan oleh setiap sahabat untuk keluar ke jalan Allah dalam masa setahun ialah antara 6 hingga 7 bulan.
(Petikan Bayan Maulana Yusuf: USAHA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT RA DALAM KEHIDUPAN MADINAH)
Sahabat keluar 5 tahun:
Pada tahun 627M satu rombongan sahabat-sahabat Nabi S.A.W yang diketuai oleh Wahab bin Abi Qabahah dikatakan telah mengunjungi Riau dan menetap selama 5 tahun di sana (sebelum pulang ke Madinah)
(dipetik dari kitab 'Wali Songo dengan perkembangan Islam di Nusantara', oleh Haji Abdul Halim Bashah, terbitan Al Kafilah Enterprise, Kelantan, 1996, m/s 79, bab 9, ISBN 983-99852-8-0)
Sahabat radiyalaahu anhum keluar 6 bulan:
Bara’ Radiyallahu 'anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam telah mengutus Khalid ibne-Walid Radiyallahu 'anhu kepada penduduk Yamen untuk mengajak mereka masuk Islam. Bara berkata: Aku juga termasuk dalam jamaah itu. Kami tinggal di sana selama 6 bulan. Khalid radiyalaahu anhu selalu mengajak mereka untuk masuk Islam, tetapi mereka menolak ajakannya. Kemudian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam mengutus 'Ali ibne-Abi Talib Radiyallahu 'anhu ke sana dan memerintahkan kepada Khalid r.a. untuk kembali dengan seluruh jamaah kecuali salah seorang dari jamaah Khalid r.a. yang mahu menemani Ali r.a, maka ia boleh ikut serta dengan Ali r.a. Bara r.a berkata: Akulah yang menemani Ali r.a. selama di sana. Ketika kami betul-betul dekat dengan penduduk Yaman, maka mereka keluar dan dan dating kehadapan kami. Lalu Ali r.a. mengatur shaf mereka untuk mengerjakan solah dan Ali yang menjadi imam dalam solah kami. Selesai solah, Ali r.a membacakan isi surat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka. Setelah mendengar isi surat Rasulullah sallalaahu alayhi wasalam itu maka seluruh Bani Hamdan masuk Islam. Kemudian Ali r.a. menulis surat kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang isinya memberitahukan tentang ke-Islaman mereka kepada baginda. Setelah isi surat tersebut dibacakan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, maka baginda langsung sujud syukur kepada Allah Swt. Setelah mengangkat kepala, baginda berdoa: Keselamatan bagi Bani Hamadan. Keselamatan bagi Bani Hamadan. (Bukhari, Baihaqi, Bidayah-wan-Nihayah)
(Dipetik dari kitab Muntakhab Ahadith, bab Dakwah dan Tabligh, hadith 108)
Keluar 4 bulan:
Ibn Juraij berkata: “Ada seseorang yang menceritakan kepada saya bahawa pada suatu malam ketika Umar radiyalaahu anhu sedang berkeliling (ghast) di sekitar lorong-lorong kota Madinah, tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang melantunkan sya’ir:
”Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya
Daku tidak boleh tidur kerana tiada yang tersayang yang boleh ku ajak bercumbu Andai bukan kerana takut berdosa kepada Allah yang tiada sesuatu pun dapat menyamaiNya Sudah pasti ranjang ini di goyang oleh yang lainnya
Ketika Umar r.a. mendengar sya’irnya itu, maka dia bertanya kepada wanita tersebut, “Apa yang terjadi padamu?” Wanita itu menjawab, “Saya sangat merindukan suami saya yang telah meninggalkan saya selama beberapa bulan.” Umar r.a. betanya, “Apakah kamu bermaksud melakukan hal yang buruk?” Wanita itu menjawab, “Saya berlindung kepada Allah.” Umar r.a. berkata, “Kuasailah dirimu! Sekarang saya akan mengutus orang untuk memanggil suami mu.”
Setelah itu Umar r.a. bertanya kepada anak perempuannya Hafsah r.anha, “Aku akan bertanya padamu mengenai sesuatu masalah yang membingungkan aku, mudah-mudahan kamu boleh memberi jalan keluar untukku. Berapa lama seorang wanita mampu menahan kerinduan ketika berpisah dari suaminya?” Mendengar pertanyaan itu, Hafsah r.anha menundukkan kepala merena merasa malu. Umar r.a. berkata, “ Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa malu dalam hal kebaikan.” Hafsah menjawab sambil berisyarat dengan jari tangannya, “Tiga sampai empat bulan.” Kemudian Umar r.a. menulis surat kepada setiap amir (pimpinan) pasukan tentera Islam supaya tidak menahan anggota pasukannya lebih dari 4 bulan.” (Riwayat Abdur Razzaq dalam kitab Al-Kanz Jilidl VIII, m/s.308).
Ibnu 'Umar (Radiallahu'Anhu) mengatakan bahawa pada suatu malam Umar r.a. keluar (untuk melihat ehwal orangramai), tiba-tiba belaiu mendengar seorang wanita sedang bersya’ir:
Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya Aku tidak boleh tidur kerana tida yang tersayang yang boleh kuajak bercumbu. Kemudian Umar r.a. bertanya kepada Hafsah r.anha,
Berapa lama wanita dapat bertahan tidak bertemu dengan suaminya?” Hafsah r.anha menjawab, “Enam atau empat bulan.” Maka Umar r.a. berkata, “Untuk selanjutnya saya tidak akan menahan tentera lebih dari masa itu.” (Hr. Baihaqi dalam kitabnya jilid IX m/s 29) [seperti yang dipetik dari kitab Hayatus Sahabah, bab Al-Jihad]
Keluar 40 hari:
"Seorang lelaki telah datang kepada Saiyidina Umar ibnu Khattab r.a. maka Saiyidina Umar r.a. pun bertanya: Di manakah engkau berada? Dijawabnya: Saya berada di Ribat. Saiyidina Umar r.a. bertanya lagi: Berapa hari engkau berada di Ribat itu? Jawabnya tiga puluh hari. Maka berkata Saiyidina Umar r.a.: Mengapa kamu tidak cukupkan empat puluh hari? (Kanzul Ummal, Juzuk 2 muka surat 288, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988)
Keluar 3 Hari:
Daripada Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi SAW telah memanggil Abdul Rahman bin Auf r.a. lalu bersabda: Siap sedialah kamu, maka sesungguhnya aku akan menghantar engkau bersama satu jama'ah maka menyebut ia akan hadis dan katanya: Maka keluarlah Abdul Rahman hingga berjumpa dengan para sahabatnya, maka berjalanlah mereka sehingga sampai ke suatu tempat pertama bernama Daumatul Jandal, maka manakala ia masuk ke kampung itu ia mendakwah orang-orang kampung itu kepada Islam selama tiga hari. Manakala sampai hari yang ketiga dapat Islamlah Asbagh bin Amru al Kalbi r.a. dan adalah ia dahulunya beragama Nasrani dan ia ketua di kampung itu.
(Hadith riwayat Darul Qutni, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988)
Friday, February 5, 2010
Orang Tabligh
Orang Tabligh
Ntah sape la yg bagi nama
Sedangkan kita sumer kan sama
Umat Nabi SAW semuanye
Kerja dakwah kan tanggungjawab bersama
Nabi dah xde, kalau kita tak buat, sape pula
x kan la keje ustaz dan ulama saja
Yg kita nih, xkan nak goyang kaki saje2?
Orang Tabligh
Lari!!Larii! Orang Tabligh dtg
Yg tadi ramai,sekelip mata je dah ilang
Yg td segar bugar dah tido terlentang
Yg sakit kaki pun bleh terjun tingkap lari lintang pukang
Heh..betul la kata orang
Nak ajak manusia pada Allah bukannya keje senang.
Orang Tabligh
Ajak keluar khuruj, bukannya nanti x pulang
Yg baru dapat gaji pun kata xde duit,nak bayar hutang
Yg tadi sihat pun tiba2 migrain plak datang
Yg menganggur pun buat2 sibuk bukan kepalang
Heh, dakwah ni takat cakap je mmg la senang
Cuba buat, mmg nak kena sabar,nak kena tenang
Lain la kalau ajak pada dunia, bondong2 org dtg.
Orang Tabligh
Lorong ke lorong, hati ke hati, pintu ke pintu
Jumpe sumer orang tak pilih bulu
Dari ustaz sampai le kutu
Sume nak ditemu
Nak diajak pd Allah yg satu.
Orang Tabligh
Jalan bawak periuk belanga
Dipandang org takat sebelah mata
Dituduh jahil,tinggal dunia perkara biasa
Walaupun kekadang pedih gak telinga
Nabi dulu2 pun kan selalu kena
Dituduh dusta, dipanggil gila
Itu Nabi, apatah lagi kita
Yg banyak salah,yg banyak dosa
Takpe2, Allah kan ada
Yg Maha Mengetahui,yg mana intan, yg mana kaca.
Orang Tabligh
Kekadang buat silap...adat la manusia
Mmg tgh nak belajar2 tiru sahabat(r. anhum) yg dah terbukti berjaya
Terpancung, terlaser..sori, bukannya sengaja
Nak dapat hikmah dlm berdakwah mmg amik masa
Kena keluar lagi dan lagi la nampaknya.
Orang Tabligh
Ada kat mana2
Kat US, Afrika, kat Israel pun ada
Dari petani, engineer, sampai la Raja
Pelbagai adat, perangai beza2
Tapi bleh makan dlm dulang yg sama
Bila keluar jemaah sumer dilayan serupa
Bila nak berpisah..isk2. .kluar plak air mata.
Orang Tabligh
Nak hidupkan sunnah Nabi
Janggut, jubah,seluar atas buku lali
Kalau nak diikutkan, mmg ader byk lagi
Kekadang tu kena gak perli
"Kita skang kan di zaman IT"
"Tak main la sunnah2 nih!"
Jgn la mcm tu bang, kita kan nanti mati
Kang menyesal esok, sapa yg rugi?
Kan diri sendiri..
Orang Tabligh
Manusia biasa, ada hati
Sedih bila diperli,sakit bila dimaki
Bila tinggalkan rumah, rindukan famili
Kalau nak ikutkan hati, mmg nak dok rumah, bergurau dgn bini
Or ajak anak main lari2
Or layan PS2 sampai pagi
Tapi untuk mengejar kebahagiaan abadi
Kena korban lagi dan lagi
Yela..hidup ni kan cuma sekali
Kalau sekang tak buat jyunbi(persiapan) , bila lagi?
Orang Tabligh
Malam2 doa hidayat
Fikir risau,camne nak selamatkan umat
Supaya di akhirat suk semua selamat
Orang skang ingat hidayat bleh senang2 dapat
Tak perlu susah2,tak perlu keringat
N tak mau plak jumpe masyarakat
Just bz buat ibadat
Kalau camtu xde la kita ni "The Best Ummat".
Orang Tabligh
"Apsal la ulama India yg jadik ikutan??"
Mmmm...kan Nabi dulu dah pesan
Sape saja yg bawak kebenaran
Tak kisah la orang Arab ke bukan
Sume kena bagi sokongan
Yg Allah pandang bukan luaran tapi kan Iman
Bab mazhab jgn bimbang still sendiri punye pegangan
So x jadik masalah la kan?
Orang Tabligh
Ajak keluar 3 hari
"I can't go..sorry!"
Yg dah kawin tak nak berenggang dgn isteri
Yg si isteri mati2 tak nak suami dia pergi
Berderai2 air mata keluar mcm air pili
"Kalau abg nak gi jugak, antar saya blik kampung esok pagi!!"
Heh, org laki mmg lemah bab air mata nih
Si suami pun letak balik beg,tak jadik pergi
Yg td josh(bersemangat) tak ingat pon, jadik lemah seluruh sendi
Kes2 camni mmg byk terjadi
Bleh tgk dgn mata kepala sendiri
Tp kalau bab dunia(cth:kursus naik pangkat),""no prob.,anytime kami
ready!"
Si isteri lambai pemergian suami dgn wajah berseri2
Hey, of course la, nanti husband I dpt naik gaji
Wife mana la yg tak happy
Heh..ni la realiti
Bab dunia, tak yah diajak pun semua pakat2 reti
Bab akhirat, masing2 buat x kesah,x amik peduli
Ya Allah selamatkan lah kami!
Orang Tabligh
Bukan nak takhta, harta, ataupun kuasa
Atau nak berlagak mcm dah tera
Tak jugak nak kafirkan sape
Atau sibuk2 pergi mintak derma
Cuma nak amalkan agama yg sempurna
Dgn korbankan sendiri punya diri,duit dan masa
Nak selamatkan manusia kesemuanya
Dari kena masuk neraka
Nak supaya Allah redha,masukkan kita dlm syurgaNya
Itu saja...
Orang tabligh
Seluruh dunia...naik kapalterbang
pakai selipar jepun sahaje
Ikhlas,..no sponsor....no subsidy
passport penuh cop many countries
Ade yang kerja tukang kebun sahaja
nak tanya nafkah batin?
Balik dari keluar, macam pengantin baru
sama seperti balik dari fardhu haji
Sayangkan bini tingal-tinggalkan
sayangkan anak...rotan digantungkan. .....sunnah nabi
bukan untuk mendera...speed limit sahaja
kenapa sibuk dakwah orang..keluarga, anak isteri belum betul lagi
Nabi Nuh A.S. , anak isteri tak mau ikut...kalau Nabi Nuh ikut teori
tersebut, tak naik bahteralah jadiknye
Abu Jahal bapa saudara Nabi Muhammad SAW tak mau ikut
Kalau Nabi Muhammad SAW ikut teori tersebut
tak buat dakwahlah Nabi....tak sampailah Islam ke M'sia ni
Orang Tabligh
Selekehkah, tak de ilmu,compang camping kah, berbaulah
itu mungkin segelintir & cerita lama agaknya
You can't blame the teachers
You have to blame the distortions and ignorance of their followers
Balighuanni walau ayah...Saidina Abu Bakar
received the first kalimat terus buat dakwah...if he waits tunggu complete
ilmu, he will not be top performers after Nabi Muhammad SAW
Global politic & economy with no borders & chauvinism
M'sian, New Yorkers & Palestinians
duduk makan satu talam in Nizamuddin..
* tidak tahu siapa penulis-penulis asal, semoga beliau dirahmati Allah.
Allahuma Ameen.
Ntah sape la yg bagi nama
Sedangkan kita sumer kan sama
Umat Nabi SAW semuanye
Kerja dakwah kan tanggungjawab bersama
Nabi dah xde, kalau kita tak buat, sape pula
x kan la keje ustaz dan ulama saja
Yg kita nih, xkan nak goyang kaki saje2?
Orang Tabligh
Lari!!Larii! Orang Tabligh dtg
Yg tadi ramai,sekelip mata je dah ilang
Yg td segar bugar dah tido terlentang
Yg sakit kaki pun bleh terjun tingkap lari lintang pukang
Heh..betul la kata orang
Nak ajak manusia pada Allah bukannya keje senang.
Orang Tabligh
Ajak keluar khuruj, bukannya nanti x pulang
Yg baru dapat gaji pun kata xde duit,nak bayar hutang
Yg tadi sihat pun tiba2 migrain plak datang
Yg menganggur pun buat2 sibuk bukan kepalang
Heh, dakwah ni takat cakap je mmg la senang
Cuba buat, mmg nak kena sabar,nak kena tenang
Lain la kalau ajak pada dunia, bondong2 org dtg.
Orang Tabligh
Lorong ke lorong, hati ke hati, pintu ke pintu
Jumpe sumer orang tak pilih bulu
Dari ustaz sampai le kutu
Sume nak ditemu
Nak diajak pd Allah yg satu.
Orang Tabligh
Jalan bawak periuk belanga
Dipandang org takat sebelah mata
Dituduh jahil,tinggal dunia perkara biasa
Walaupun kekadang pedih gak telinga
Nabi dulu2 pun kan selalu kena
Dituduh dusta, dipanggil gila
Itu Nabi, apatah lagi kita
Yg banyak salah,yg banyak dosa
Takpe2, Allah kan ada
Yg Maha Mengetahui,yg mana intan, yg mana kaca.
Orang Tabligh
Kekadang buat silap...adat la manusia
Mmg tgh nak belajar2 tiru sahabat(r. anhum) yg dah terbukti berjaya
Terpancung, terlaser..sori, bukannya sengaja
Nak dapat hikmah dlm berdakwah mmg amik masa
Kena keluar lagi dan lagi la nampaknya.
Orang Tabligh
Ada kat mana2
Kat US, Afrika, kat Israel pun ada
Dari petani, engineer, sampai la Raja
Pelbagai adat, perangai beza2
Tapi bleh makan dlm dulang yg sama
Bila keluar jemaah sumer dilayan serupa
Bila nak berpisah..isk2. .kluar plak air mata.
Orang Tabligh
Nak hidupkan sunnah Nabi
Janggut, jubah,seluar atas buku lali
Kalau nak diikutkan, mmg ader byk lagi
Kekadang tu kena gak perli
"Kita skang kan di zaman IT"
"Tak main la sunnah2 nih!"
Jgn la mcm tu bang, kita kan nanti mati
Kang menyesal esok, sapa yg rugi?
Kan diri sendiri..
Orang Tabligh
Manusia biasa, ada hati
Sedih bila diperli,sakit bila dimaki
Bila tinggalkan rumah, rindukan famili
Kalau nak ikutkan hati, mmg nak dok rumah, bergurau dgn bini
Or ajak anak main lari2
Or layan PS2 sampai pagi
Tapi untuk mengejar kebahagiaan abadi
Kena korban lagi dan lagi
Yela..hidup ni kan cuma sekali
Kalau sekang tak buat jyunbi(persiapan) , bila lagi?
Orang Tabligh
Malam2 doa hidayat
Fikir risau,camne nak selamatkan umat
Supaya di akhirat suk semua selamat
Orang skang ingat hidayat bleh senang2 dapat
Tak perlu susah2,tak perlu keringat
N tak mau plak jumpe masyarakat
Just bz buat ibadat
Kalau camtu xde la kita ni "The Best Ummat".
Orang Tabligh
"Apsal la ulama India yg jadik ikutan??"
Mmmm...kan Nabi dulu dah pesan
Sape saja yg bawak kebenaran
Tak kisah la orang Arab ke bukan
Sume kena bagi sokongan
Yg Allah pandang bukan luaran tapi kan Iman
Bab mazhab jgn bimbang still sendiri punye pegangan
So x jadik masalah la kan?
Orang Tabligh
Ajak keluar 3 hari
"I can't go..sorry!"
Yg dah kawin tak nak berenggang dgn isteri
Yg si isteri mati2 tak nak suami dia pergi
Berderai2 air mata keluar mcm air pili
"Kalau abg nak gi jugak, antar saya blik kampung esok pagi!!"
Heh, org laki mmg lemah bab air mata nih
Si suami pun letak balik beg,tak jadik pergi
Yg td josh(bersemangat) tak ingat pon, jadik lemah seluruh sendi
Kes2 camni mmg byk terjadi
Bleh tgk dgn mata kepala sendiri
Tp kalau bab dunia(cth:kursus naik pangkat),""no prob.,anytime kami
ready!"
Si isteri lambai pemergian suami dgn wajah berseri2
Hey, of course la, nanti husband I dpt naik gaji
Wife mana la yg tak happy
Heh..ni la realiti
Bab dunia, tak yah diajak pun semua pakat2 reti
Bab akhirat, masing2 buat x kesah,x amik peduli
Ya Allah selamatkan lah kami!
Orang Tabligh
Bukan nak takhta, harta, ataupun kuasa
Atau nak berlagak mcm dah tera
Tak jugak nak kafirkan sape
Atau sibuk2 pergi mintak derma
Cuma nak amalkan agama yg sempurna
Dgn korbankan sendiri punya diri,duit dan masa
Nak selamatkan manusia kesemuanya
Dari kena masuk neraka
Nak supaya Allah redha,masukkan kita dlm syurgaNya
Itu saja...
Orang tabligh
Seluruh dunia...naik kapalterbang
pakai selipar jepun sahaje
Ikhlas,..no sponsor....no subsidy
passport penuh cop many countries
Ade yang kerja tukang kebun sahaja
nak tanya nafkah batin?
Balik dari keluar, macam pengantin baru
sama seperti balik dari fardhu haji
Sayangkan bini tingal-tinggalkan
sayangkan anak...rotan digantungkan. .....sunnah nabi
bukan untuk mendera...speed limit sahaja
kenapa sibuk dakwah orang..keluarga, anak isteri belum betul lagi
Nabi Nuh A.S. , anak isteri tak mau ikut...kalau Nabi Nuh ikut teori
tersebut, tak naik bahteralah jadiknye
Abu Jahal bapa saudara Nabi Muhammad SAW tak mau ikut
Kalau Nabi Muhammad SAW ikut teori tersebut
tak buat dakwahlah Nabi....tak sampailah Islam ke M'sia ni
Orang Tabligh
Selekehkah, tak de ilmu,compang camping kah, berbaulah
itu mungkin segelintir & cerita lama agaknya
You can't blame the teachers
You have to blame the distortions and ignorance of their followers
Balighuanni walau ayah...Saidina Abu Bakar
received the first kalimat terus buat dakwah...if he waits tunggu complete
ilmu, he will not be top performers after Nabi Muhammad SAW
Global politic & economy with no borders & chauvinism
M'sian, New Yorkers & Palestinians
duduk makan satu talam in Nizamuddin..
* tidak tahu siapa penulis-penulis asal, semoga beliau dirahmati Allah.
Allahuma Ameen.
Subscribe to:
Posts (Atom)
