Percakapan Laa ilaa ha ilallah

Wednesday, July 27, 2011

Kelebihan Puasa dan Ramadhan

Bismillah..

Laa ilaha illallah. Muhammadurrasulullah SAW.

Allahuma Solli Wassallim Wabarik A'laih.

.

.

Tuan-tuan mulia,

.

Matlamat puasa ialah TAQWA.

.

Erti taqwa secara mudah ialah melaksanakan/mentaati keseluruhan suruhan/perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan Allah SWT berpandukan kepada cara yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

.

Taqwa itu berkaitan dengan sikap kepatuhan seseorang terhadap perintah Allah SWT dan RasulNya SAW, baik perintah itu berupa suruhan atau larangan.

.

Secara ringkas orang yang bertaqwa ialah orang yang menjunjung dan patuh kepada perintah Allah.

.

"Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat sebelum kamu, moga kamu menjadi orang yang TAQWA." (Al Baqarah: 183)

.

.

KELEBIHAN PUASA

.

Tuan-tuan yang mulia,

.

Nabi SAW bersabda, "Setiap amalan baik anak Adam adalah untuk dirinya, setiap kebaikan digandakan dengan sepuluh kali ganda bahkan sampai seratus kali ganda. Allah berfirman; kecuali puasa; ia adalah untukKu dan Akulah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwatnya, makannya dan juga minumnya demi Aku. Untuk setiap orang yang puasa ada dua kegembiran; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Allah. Perubahan bau mulut orang yang berpuasa lebih baik bagi Allah di bandingkan wangian kasturi". (HR Bukhari dan Muslim).

.

Nabi SAWbersabda, "Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir". (HR Bukhari)

.

Nabi SAW bersabda, "Doa yang tidak ditolak bagi orang berpuasa ialah ketika dia berbuka." (HR Ibn Majah)

.

Nabi SAW bersabda, "Sesiapa yang menjamu makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, pahalanya sama seperti pahala orang berpuasa, iaitu pahala orang berpuasa yang tidak dikurangkan walau sedikit".(HR at-Tirmizi)

.

Nabi SAW bersabda, "Bukanlah puasa yang sebenar orang yang hanya tidak makan dan tidak minum, puasa yang sebenar adalah orang yang tidak melakukan perbuatan dan perkataan yang lagha (sia-sia) dan tidak bercakap perkataan yang keji." (HR Hakim, Ibnu Hibban dan Baihaqi)

.

Nabi SAW bersabda, "Apabila seseorang berpuasa, maka janganlah dia mengucapkan perkataan yang kotor dan jangan pula bertengkar. Sekiranya dia dimaki oleh seseorang atau diajak bergaduh maka hendaklah dia berkata: "Sesungguhnya saya sedang berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)

.

Nabi SAW bersabda, “Sesiapa yang tidak meninggalkan cakap bohong dan berkelakuan buruk ketika berpuasa, baginya tidak ada kelebihan (pahala) di sisi Allah SWT, baginya hanya lapar dan dahaga sahaja.” (HR Bukhari)

.

Nabi SAW bersabda,, "Sesiapa berpuasa pada bulan Ramadan dengan sungguh-sungguh beriman dan ikhlas kerana

Allah semata-mata, nescaya diampuni Allah SWT dosa-dosanya yang terdahulu".(HR Bukhari)

.

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya di dalam syurga itu ada sebuah pintu yang disebut Pintu Rayyan. Semua orang yang berpuasa akan memasukinya pada hari kiamat dan tidak dibenarkan sesiapa pun selain daripada mereka memasukinya. Lalu dikatakan: "Di manakah orang yang berpuasa?" Lantas mereka pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang dapat masuk selain orang yang berpuasa. Apabila sekalian orang berpuasa telah masuk, maka ditutuplah dan tiada seorang pun yang dapat memasukinya." (HR Bukhari dan Muslim)

.

.

KELEBIHAN BULAN RAMADHAN

.

Tuan-tuan yang mulia,

.

Nabi SAW bersabda, "Solat lima waktu, Jumaat ke Jumaat, Ramadhan ke Ramadhan, adalah penghapus dosa-dosa yang terjadi di antara waktu tersebut jika dijauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim no: 233)

.

Nabi SAW bersabda, "Sesiapa sempat bertemu bulan Ramadan dan tidak diampun dosanya, maka semakin jauhlah dia dengan Allah SWT" (HR Ibn Hibban)

.

Nabi SAW bersabda, "Telah datang kepadamu Ramadan, bulan berkah, Allah SWT mewajibkan kamu berpuasa, pada bulan ini pintu-pintu syurga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup, syaitan diikat, dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. (HR Imam Ahmad dan Imam Nasa’i)

.

Nabi SAW bersabda, "Apabila tiba bulan Ramadan maka dibuka pintu-pintu rahmat." (HR Muslim)

.

Nabi SAW bersabda, “Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan kerana iman dan ikhlas mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka dosanya yang lalu akan diampun oleh Allah SWT” (HR Bukhari)

.

Semoga Allah SWT beri kepada kita kekuatan untuk kita ambil ikhtibar, amal dalam kehidupan kita dan sampaikan kepada setiap individu ummat. Isha Allah.

.

.

Wallahu a'lam..

.

Wassalam.

The Six Points : Qualities of Sahabah r.anhum

.

Bismillah..

Allahuma Solli Wassallim Wabarik A'laih.



The first shiffat: Laa ilaha Illallah Muhammadur rasulullah.


The yaqin towards kalimah:
Laa ilaha Illallah Muhammadur rasulullah.
“An article of faith in which the tabligh accepts that there is no god but Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) and the Prophet Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) is His messenger.


The yaqin towards kalimah Laa ilaha Illallah that Allah SWT can do each and every thing without the help of the creation, and the creation cannot do anything without the help of Allah.



It means:
There is none worth of worship except Allah SWT.


Its maqsod:
We remove or take out the greatness of makhluq/ghoirullah from our heart and put the strong yaqin towards Allah SWT in our heart.


The fadaeles:
Nabi Muhammad SAW said:

-Whenever a slave of Allah SWT said Laa ilaha illallah and died believing in it, he surely entered jannah.

-he who bears witness to Laa ilaha illallah (there is none worthy of worship except Allah SWT, with his heart verifying his tongue shall enter paradise from any fo its doors he wishes.


In hadits Qudsi Allah SWT says:

Indeed I am Allah, there is none worthy worship except Me, he who acknowledges my Oneness enters my fortress, and he who enters my fortress is safe from my punishment.


MUHAMMADUR RASULULLAH:

The yaqin towards kalimah Muhammadur rasulullah:
"The only way to succeed in this world and the next (life after death) is to walk on the path shown by Prophet Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam"

It means :
Nabi Muhammad SAW is the messenger of Allah.


Its maqsod:
There is no other way to achieve true happiness and success except following the sunnah of Rasulullah SAW


The fadaeles:
Nabi Muhammad SAW said:

-anyone who bears witness that there si none worthy of worship except Allah and that I am his messenger can never neter hell or be burnt by its fire.

-he who holds fast to my sunnah during the time of corruption in my ummah, for him is the reward of martyr.

-he who revives my sunnah has indeed loved me, and he who loves me will be with me in paradise.



The 2nd shiffat: SHOLAT KHUSY' WAL KHUDU'

“Five daily prayers that are essential to spiritual elevation, piety, and a life free from the ills of the material world. To build a connection with Allah Subhanahu Wa Ta’ala and to gain from his unlimited treasures”


It means :
perfoming sholat with full concentration and the feeling of humbleness before Allah. Concentration and devotion in sholat.


Its maqsod:
Carrying out or bring the shiffat of obedience inside sholat into our daily life.



The fadaeles:

The quranic verse:

Verily shalat restrains (oneself) from immorality (fahsya’) and all that forbidden (munkar) (QS 29:45).

And seek Allah’s help by having the shifat of shabar (patience perseverance) and shalat (prayer).



Nabi Muhammad SAW said:

The comfort and delight of my eyes had been placed in shalat.




The 3rd quality: ILM WITH DZIKIR

“The thirst for knowledge and remembrance of Allah conducted in sessions in which every individual contributes whatever knowledge which one can regarding performing prayers, reciting the Quran and reading Hadith and to gain the remembrance of Allah in every action make Dhikr by reciting 3 Tasbihaat, Third Kalimah, Durood and Istighfaar.”Ilm means the knowledge from Allah given to Rasulullah SAW.


Dzikir means remembering Allah SWT.

Its maqsod:

To obey or practice all of the commandments of Allah in anytime and conditions by remembering Allah SWT in any circumstances by following the sunnah of Rasululluh SAW.
The fadaele of ilm;


Nabi Muhammad SAW said:

The one who Allah SWT intends goodness, he guides him towards the understanding of deen. Indeed I am only a distributor and Allah SWT is the one who grants.

-Abu Dzar r.anhu narrates that Rasululluh SAW told me: O Abu Dzar ! if you go in the morning and learn a verse from the book of Allah (kitabullah), it is better for you than performing one hundred rokaat shalat , and if you go in the morning and learn a chapter of knowledge which may or may not be applicable at that time, it is better for you than performing a thousand rokaat of nafilah sholat.

-whoever walk or take a walk for seeking Islamic knowledge (ilm), therefore Allah SWT will make easy his way to paradise.



The fadaele of dzikir:

Quranic verse:

-without doubt in the remembrance of Allah SWT, do hearts find satisfaction (arro’ad 28)

-Then do ye remember Me; I will remember you (albaqarah 152).



Hadrat Muhammad SAW said:

The example of one who remembering his rabb and the one who doesn’t remember his rabb is like the example of the living and the dead.



The 4th shiffat: IKRAMUL MUSLIMIN
“The treatment of fellow humans with honor and deference, to love the youngsters and respect the elders and have respect for the scholars of Islam”


It means making ikram to muslim brother


Its maqsod:
Fulfilling the rights of muslim brother without hoping for the return. It is done only for the sake of Allah SWT.



The fadaeles

Nabi Muhammad SAW said:

If anyone removes one of the hardships or difficulties of a muslim brother in this world, Allah SWT will remove one of his hardships or difficulties in hereafter, if anyone conceals a fault of muslim brother, Allah SWT will conceal his fault in hereafter, Allah SWT keeps helping a man as long as/as far as he keeps helping his muslim brothers.



The 5th shiffat: Taskhihu Niyyat: IKHLAS-i-NIYYAT

“Reforming one's life in supplication to Allah by performing every (good) human action for the sake of Allah SWT and toward the goal of self-transformation”


It means rectifying our intention

It s maqsod:

Rectifying our intentions in every deed or amal only for pleasing Allah SWT or for the sake of Allah SWT.



Hadrat Muhammad SAW said:

-indeed Allah SWT does not look at your faces and possessions but he looks at your hearts and your deeds.

-verily Allah SWT does not accept any deed except that done sincerely for Him and to obtain his pleasure.

-undobtedly Allah helps this ukmmah ( not because of their abilities an talents but) because of its weakness, by their do’a,shalat and sincerity.



The 6th shiffat: DAKWAH WA TABLIGH

The sparing of time to live a life based on faith and learning its virtues, following in the footsteps of the Prophet, and taking His message door-to-door for the sake of faith. Since Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam was the last and final prophet, it is our duty to now carry on this work of the prophets, i.e. call others towards good and prevent evil”


Dakwah, It means invite tabligh means convey.


Its maksod:

To rectify our iman and amal by sacrificing ourselves, time and wealth by inviting people towards Allah SWT.



The fadaeles:

Quranic verse:

And who is better in speech than him who invites (mankind) towards Allah, and does what is right and says, “indeed, I’m a moslem”( those who have surrendered to Allah) fushilat 33).



Nabi Muhammad SAW said:

-whoever guides others to do good, his reward is like the one who does it.

-a day spent in the path of Allah SWT is better than a thousand of other days not in the path of Allah SWT.

-a morning and an evening spent in the path of Allah SWT, is better than the world and all that it contains.

Tuesday, July 19, 2011

Ramadhan, the Month of Barakah

Bismillah.



Allah ʹazza wa jall says,

---->>“The month of Ramadhaan in which the Qur’an was revealed, guidance for people and clear proofs of guidance and criterion. So whoever is present for the month let him ...fast through it.

---->>Anyone ill or on a journey (who does not fast) should make up an equal number days (outside Ramadhaan). Allah wants ease for you and does not want hardship for you so that you complete the period and glorify Allah for what he guided you and perhaps you will be grateful”. [Surah al‐Baqarah, Ayah 185] ---->>In these ayat from the Qur’an Allah ʹazza wa jall tells us the importance of the month of Ramadhaan. One of the greatest favours he has given us is the Qur’an a guide and criterion between right and wrong.

---->>Ramadhaan is a month of mercy and blessings for the believers. It is a season for worship, generosity and kindness. It is an occasion to become closer to Allah and strengthen the relationship with him. There are plenty of opportunities to please Allah ʹazza wa jall. Ramadhaan is the month to revive and strengthen Eemaan, our Eemaan increases and decreases. The sign of strong Eemaan is the amount of worship one does. The doors of mercy are wide open and the doors of Allah’s punishment are firmly closed. The forces of evil, shayateen are chained up. Nothing stands between us and success except our following of desires. .

---->>Abu Hurayrah radhiAllahu `anhu narrated that Allah’s Messenger sallAllahu `alayhi wa sallam said, “When Ramadhaan comes the doors of Jannah are firmly opened and the doors of the fire are firmly closed and the shayateen are chained.” (al‐Bukhari and Muslim)

---->>Once the Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam said to the Sahabah radhiAllahu `anhum, “Ramadhaan has come, a blessed month, Allah has made it obligatory for you to fast… (an‐Nasai and al‐Baihaqi)

---->>Ramadhaan is not just about hungry days and long nights in the Masjid. It is not an excuse for laziness or weakness. To the contrary it is a time for strength and to exert one’s effort in the worship of Allah. Two of the greatest victories for Muslims happened in Ramadhaan, the victory at Badr and the conquest of Makkah, the centre of the Muslim world and the focus of Muslims through out the world.

---->>The real purpose of Ramadhaan is to come out a better person at the end of the month.

---->>Ramadhaan cleans away the sins that may have accumulated over the year. At the end of the month a Muslim should hope to be forgiven and saved from the hellfire. There are several ways of achieving forgiveness, through fasting, praying at night, reading the Qur’an, feeding the poor, and so on.

---->>The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam said, “Whoever fasts in Ramadhaan with Eemaan and seeking reward (from Allah) his past sins will be forgiven”. (al‐Bukhari and Muslim)

---->>The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam is also reported to have said, “Whoever prays during Ramadhaan with Eemaan and seeking reward (from Allah) his past sins will be forgiven”. (al‐Bukhari and Muslim)

---->>To achieve forgiveness through these actions two conditions must be met: 1. Complete and truthful Eemaan 2. A desire for the reward from Allah ʹazza wa jalla.

*****Siyam *****

---->>Fasting doesn’t only involve going hungry for the day. The objective of fasting is to gain Taqwaa, piety, by doing what Allah commands and keeping away from what He forbids. Fasting means avoiding all that is forbidden, avoiding looking at haraam, listening to haraam, speaking haraam, etc. Otherwise the only gain from fasting is hunger and thirst.

---->>The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam said, “Perhaps someone fasting, his share is hunger and thirst”. (al‐Hakim and Ibn Khuzaymah)

---->>The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam said, “Whoever does not abandon false words and deeds Allah has no need for him to leave his food and drink”. (al‐Bukhari)

---->>One of the Salaf said, “The easiest fast is keeping away from food and drink”.

---->>Jabir said, “When you fast let you hearing sight and tongue abstain from lying and haraam leave harming the neighbour. You should be calm and collected the day of your fast. Don’t make the day you fast the same as the day as you don’t”.

*****Qiyam (Praying at Night) *****

---->>To receive the desired result from Salaah at‐Tarawih it should be performed calmly with humility and without haste. Two Rakaah with humbleness and concentration are better than twenty quick ones. Quality of the Salaah is more important than quantity. The Prophet prayed long at night.

---->>When he read the Qur’an in the Salaah he reflected on the meanings. The Sahabah followed the same example. They didn’t race to finish one Juzz in twenty Rakaah. What is important is that the Qur’an is read in a manner that the listener can follow and take heed.

*****Ihsaan (Generosity and Kindness) *****

---->>Since this is the month of mercy, Allah ʹazza wa jall has mercy on those servants who are merciful to others. The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam was the most generous of people. He was most generous in Ramadhaan. This is a chance to be grateful for what Allah has given us by giving to others in need. Sadaqah and Zakah are means of strengthening the ties amongst Muslims. They provide a way for the more fortunate to show the less fortunate that their suffering is felt.

---->>Fasting should remind us of the hunger of those who are constantly fasting not by choice but by necessity.

---->>One of the Salaf was asked why fasting was enjoined. He replied so that the wealthy may taste hunger and not forget the poor.

---->>Fasting, Praying, feeding other deeds will help us to enter Jannah. The Prophet sallAllahu `alayhi wa sallam said, “In Jannah there are rooms, the inside can be seen fromthe outside and the outside from the inside”. They asked, “Who are they for?” He answered, “For one who speaks good words, feeds others, fasts regularly and prays at night while people are asleep”. (at‐Tirmidhi, Ahmad)

*****Qur’an *****

---->>Ramadhaan is the month of Qur’an. Muslims should use this month to get acquainted with the Book of Allah ʹazza wa jall. If Muslims held onto the Qur’an and followed it they would not be in this state of weakness and humiliation. The Qur’an is a book of guidance, a manual for life not just for Ramadhaan.

---->>The practice of the Prophet was to read the whole of the Qur’an in Ramadhaan. Many of the Salaf read it many more times than this. Some of them left other acts of Ibadah for reading the Qur’an showing the importance they gave to it. Reading it is not simply for barakah but for the message it conveys. Let us remember that this Ramadhaan if we change ourselves for the better Allah will change our condition for the better. Allah ʹazza wa jall does not change the condition of a people until they change themselves. We ask Allah to praise and grant peace upon the Messenger sallAllahu `alayhi wa sallam, his family and followers

Panduan Untuk Menjadi Isteri Solehah

http://lenggangkangkung-my.blogspot.com/2011/07/panduan-untuk-menjadi-isteri-solehah.html

Dari Aisyah ra yang menceritakan; Aku bertanya Rasulullah; "Siapakah yang paling besar haknya ke atas seorang perempuan?". Jawab Nabi; "Suaminya". Aku bertanya lagi; "Siapakah yang paling besar haknya ke atas seorang lelaki?". Jawab Nabi; "Ibunya". (HR al-Hakim)

Pada suatu hari seorang wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa’ telah menemui Rasulullah SAW lalu berkata: "Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka. Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?"
Bersabda Rasulullah SAW: "Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya TAAT KEPADA SUAMI SERTA MENGAKUI HAKNYA adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, TETAPI SANGAT SEDIKIT DARIPADA GOLONGAN KAMU YANG DAPAT MELAKUKANNYA." (Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang wanita redha atas kehamilannya dari suaminya yang sah, sesungguhnya ia telah mendapat ganjaran pahala seperti ibadah puasa dan mengerjakan ibadah-ibadah lainnya dijalan Allah; dan jika ia merasa berat, letih atau lesu, tidaklah dapat dibayangkan oleh penghuni langit dan bumi, betapa kesenangannya disediakan oleh Allah di hari akhirat nanti. Apabila anaknya lahir, maka dari setiap teguk air susu yang dihisap oleh anak, si ibu mendapat kebajikan pahala. Apabila si ibu berjaga malam (kurang tidur kerana anak) maka si ibu mendapat ganjaran pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba sahaya kerana Allah.” (HR Ibn Hibban)

Seorang perempuan datang bertanya kepada Rasulullah SAW serta menerangkan katanya: “ Sesungguhnya sepupuku meminangku, maka sebelum aku berumah tangga , ajarkanlah kepadaku, apakah hak suami terhadap isterinya? Rasulullah SAW menjawab: “ Sesungguhnya hak suami terhadap isterinya sangatlah besar, sehingga apabila mengalir darah hidung atau nanah suaminya, lalu dijilat isterinya, masih belum terbayar hak suaminya itu. Dan jika sekiranya manusia dibolehkan sujud kepada manusia, nescaya aku perintahkan si isteri untuk sujud kepada suaminya.”(HR. Al-Hakim)

Rasul Allah bersabda, "Jika seorang suami memanggil isterinya datang ke katilnya (iaitu untuk hubungan kelamin) dan dia menolak, dan menyebabkan suaminya tidur dalam kemarahan, malaikat-malaikat akan mengutuknya hingga waktu pagi. (HR Bukhari)

Nabi saw. bersabda, ”Jika seorang suami itu memanggil isterinya kerana berhajat kepadanya, maka pergilah kepadanya walaupun ketika itu dia sedang membakar roti.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Nasa-ie dan al-Tirmizi)

Nabi saw. bersabda, ”Seorang isteri itu belum menunaikan hak Allah selagi dia tidak menunaikan hak suaminya, jika suami berhajat kepadanya sedangkan dia berada di belakang tunggangan, maka janganlah dia menolak.” (Diriwayatkan oleh al-Thabarani)

"... perempuan yang solehah mestilah taat dan memelihara kehormatan dirinya ketika ketiadaan suaminya dengan perlindungan Allah…” (Surah an-Nisaa’, ayat 34)

Rasulullah bersabda,, “Dan sebaik-baik wanita ialah mereka yang boleh mengembirakan engkau apabila kamu melihatnya, dan yang mentaati kamu apabila kamu menyuruhnya, dan dia memelihara maruah dirinya dan harta engkau ketika ketiadaanmu". (HR Nasa'i, Baihaqi, Ahmad dan al-Hakim )

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : “Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah s.a.w : “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR Nasa’i)

Sabda Rasulullah s.a.w : “Wanita yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi )

Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w menjelaskan tentang wanita penghuni Neraka, baginda bersabda : “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad)

Di dalam kisah solat gerhana matahari, Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya melakukan solat gerhana padanya dengan solat yang panjang , Rasulullah s.a.w melihat Syurga dan Neraka. Ketika beginda melihat Neraka beginda bersabda kepada para sahabatnya: “ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Ketika beginda selesai berkhutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah s.w.t. dan anjuran untuk mentaatiNya. Baginda pun bangkit mendatangi kaum wanita, baginda menasihati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian baginda bersabda : “Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Neraka Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, dia pun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Baginda menjawab : “Kerana kamu banyak mengeluh dan kamu tidak taat terhadap suami.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari)

Rasulullah bersabda, "Apabila seorang isteri menjaga solat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka ketika berada di akhirat dikatakan kepadanya: Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu suka". (HR Ahmad)

Nabi bersabda , “Mana-mana perempuan yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya redha padanya, maka dia akan masuk syurga”. (HR At-Tirmidzi)

Wednesday, July 13, 2011

Aku Mendamba CintaMu..

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba cintaMu
Aku lemah. Aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau pada ku

Tuhan diri ini tidak layak ke syurga Mu
Tapi tidak pula aku sanggup ke neraka Mu

Ku takut kepadaMu
Ku harap jua padaMu
Moga ku kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat


http://iliriklagu.net/lirik-lagu-damba-cinta-mu-raihan/

Friday, July 8, 2011

..

Dari Anas r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda:

Kerana (mendakwahkan) agama, aku telah ditakut-takutkan yang mana tidak ada seorang pun yang ditakut-takutkan seperti itu, dan aku telah disakiti hingga tiada siapa yang disakiti seperti ini. Telah berlalu tiga puluh malam dan tiga puluh siang berturut-turut dalam keadaan tidak ada makanan sedikit pun yang boleh dimakan oleh benda bernyawa kecuali kadar yang boleh disembunyikan oleh ketiak Bilal. Yakni kadar yang terlalu sedikit.

(HR Tirmizi)

..

Dari Sufyan As-Sauri berkata;

Tidak diterima perkataan melainkan dengan amal dan tidak diterima amal dan perkataan melainkan dengan niat (ikhlas) dan tidak bermanfaat perkataan, amal dan niat ikhlas melainkan dengan menepati Sunnah"..

Monday, July 4, 2011

Ihsan datang membawa Ikhlas

Dari Umar r.a, dia berkata, ” ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah s.a.w di suatu hari, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang memakai baju yang sangat putih dan berambut hitam legam. Tidak nampak padanya tanda-tanda perjalanan jauh dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk di hadapan Nabi dengan menempelkan kedua lututnya pada lutut Rasulullah s.a.w seraya berkata, ” Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam!” Maka Rasulullah bersabda, ” Islam adalah engkau bersaksi bahawa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahawa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan pergi haji jika mampu.” Kemudian orang itu berkata, ” Anda benar.” Kami semua hairan, dia yang bertanya, dia pula yang membenarkannya. Kemudian dia bertanya lagi, ” Beritahukan aku tentang iman!” Lalu baginda bersabda, ” Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhirat, serta engkau beriman kepada takdir yang baik mahupun yang buruk.” Kemudian dia berkata, ” Anda benar.” Kemudian dia berkata lagi, ” Beritahukan aku tentang ihsan!” Lalu baginda bersabda, ” Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu.” Kemudian dia berkata, ” Beritahukan aku tentang hari kiamat ( bila kejadiannya)!” Baginda bersabda, ” Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Dia berkata, ” Beritahukan aku tentang tanda-tandanya.” Baginda bersabda, ” jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seseorang bertelanjang kaki dan dada, miskin, dan pekerjaannya kambing, telah berlumba-lumba meninggikan bangunannya.” Kemudian orang itu pergi, dan aku pun terdiam sesaat. Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya, ” Tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?” Aku berkata, ” Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Baginda bersabda, ” Dia adalah Jibril yang datang kepada kamu untuk mengajarkan agama kamu.” [ Hadith Riwayat Muslim]


Hadis diatas sebuah hadis yang menerangkan sedikit sebanyak tentang agama suci iaitu agama Islam. Saya tertarik mengulas tentang ihsan.

” Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu.”

Ramai manusia beragama Islam, ramai yang beragama Islam mempunyai iman. Namun berapa ramai umat Islam yang beriman ini memiliki sifat ihsan dalam diri mereka? Seperti yang dijelaskan dalam hadis diatas, ihsan lebih kepada keyakinan dalaman kita bahawa Allah sedang melihat ibadah yang kita lakukan. Jika kita boleh mengetahui Islam atau tidak seseorang itu melalui kad pengenalannya, ia berbeza dengan iman dan juga ihsan. Iman dan ihsan ini lebih bersifat dalaman dan tidak dapat diperhati dengan mata kasar.

Maka, yang bersifat dalaman ini sukar dijaga sesetengah manusia, kerana sesetengah manusia suka apabila perbuatan mereka diketahui manusia. Ramai yang cenderung menjadi baik hanya bila dihadapan orang lain. Ramai yang cenderung menunjukkan akhlak yang baik dihadapan naqib dan naqibah, namun menjadi sebaliknya apabila bersendirian di rumah. Ramai yang cenderung menunjukkan sikap yang baik dihadapan guru dan rakan namun menjadi sebaliknya apabila bersendirian di rumah. Hal ini berlaku kerana tiadanya sifat ihsan dalam diri. Sedangkan ketika bersendirian itu, sememangnya tiada manusia yang melihat kejahatan yang kita lakukan, tetapi Allah Azza Wajallah yang Maha Menghitung tetap akan melihat perbuatan kita.

Ketika bersendirian inilah, sifat ihsan kita benar-benar teruji.

Sifat ihsan ini datangnya membawa sekali sifat ikhlas dalam diri kita. Ia datang dalam satu pakej. Dimana ikhlas itu adalah rahsia, malah kita juga tidak tahu bagaimana ikhlas ini dihitung. Begitu juga sifat ihsan ini. Bukan mudah mendidik diri bersifat ihsan. Bukan mudah untuk kita melakukan sesuatu dalam waktu yang sama kita merasa ada yang melihat perbuatan kita sedangkan kita tidak dapat melihat-Nya dengan mata kasar kita.

Disini dalaman kita teruji, disini hati kita diuji, disini keimanan kita teruji. Betapa sukar kita rasa untuk bersifat ihsan ini, sesukar itulah sebenarnya mujahadah kita dalam usaha menjejaki syurga Allah yang menjanjikan nikmat diluar bayangan kita.

Lantas ia bergantung kepada keimanan kita untuk memilih. Adakah ibadah kita selama ini adalah hanya kita tunjuk dihadapan manusia, atau ketika melakukan ibadah itu kita benar-benar membayangkan Allah sedang melihat kita.

Disini mari kita muhasabah kembali. Adakah manusia yang menghitung amal perbuatan kita? Sejauh mana manusia dapat tahu tentang sesuatu yang ada dalam diri manusia lain sedangkan ilmu pengetahuan manusia itu terlalu sedikit untuk dibandingkan dengan ilmu pengetahuan Allah s.w.t.

” Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahawa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” [ At-Talaaq 65: 12]

” Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, nescaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah ( ilmu-Nya dan hikmah-Nya). Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [ Surah Luqman 31:27]

Sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu, maka kita yang punya secetek-cetek ilmu ini harus tunduk patuh kepada Allah s.w.t. Kebaikan yang kita lakukan bukan untuk ditunjuk-tunjuk, jauh sekali mengharap pujian manusia lain. Tapi, solat kita untuk mendapat redha-Nya, puasa kita juga untuk redha-Nya, sedekah kita untuk redha-Nya, pendek kata segala kebaikan adalah untuk redha-Nya. Ketika melakukan sesuatu, yakinlah bahawa Allah sedang melihat kita, Allah sedang menghitung kita, maka kita pasti akan takut melakukan kejahatan ataupun maksiat, dan kita pasti akan rasa seronok melakukan kebajikan kerana Allah suka kepada hamba-Nya yang melakukan kebajikan.

Pokok pangkalnya adalah segala-galanya haruslah kerana Allah s.w.t.

Saya yang berhajat untuk memupuk sifat ihsan ini dalam diri saya.

Selamat beramal.

Insha Allah, berhasil.

Mujahadah itu Pahit Kerana Syurga itu Manis

Mujahadah itu pahit kerana syurga itu indah.

Satu ungkapan yang sering kita dengar.

Satu perkataan yang acapkali diungkapkan pada saat kita terasa lemah untuk terus berjuang di jalan Allah.

Bukan mudah untuk seorang daie tetap teguh berdiri di jalan Allah.

Bukan senang untuk istiqamah dalam menjalankan tanggungjawab sebagai khalifah dan hamba Allah di muka bumi ini.

Terlalu banyak ujian yang perlu ditempuhi. Pahitnya sebuah mujahadah hanya orang yang melaluinya sahaja merasai.

Untuk meraih keindahan syurga, seseorang itu perlu berkorban. Dalam pengorbanan, seseorang perlu mujahadah. Kerana mujahadah itulah yang terbaik untuk kita.


“Dan barangsiapa berjihad , maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh , Allah Maha Kaya(tidak memerlukan sesuatu)dari seluruh alam.” [Surah Al-‘Ankabut:6]

Sesungguhnya jihad itu untuk diri kita sendiri. Allah telah sediakan syurga yang cukup indah sehingga tidak akan pernah terlintas di benak fikiran kita. Setiap kesusahan pasti ada kesenangan!

Tajuk kali bukanlah untuk menceritakan mengenai kepahitan sebuah mujahadah dan keindahan syurga, tapi ana tertarik sekali untuk berkongsi input yang ana dapat dari kuliah maghrib baru-baru ini. Bagaimana untuk mujahadah?

Rukun mujahadah
Sebagaimana solat dan puasa, mujahadah juga ada rukun-rukunnya. Dalam mujahadah ada empat rukun yang perlu kita amati dan insyaallah amalkan demi memperoleh kejayaan melawan nafsu dan syaitan.

1. Ber’uzlah

Yang bermaksud menyendiri. Walaubagaimanapun menyendiri di sini bukanlah bermaksud menjauhkan diri daripada masyarakat sepertimana yang dilarang di dalam Islam. ‘Uzlah di sini bertujuan bersendirian dan memuhasabah diri untuk membersihkan jiwa dan hati dari segala noda-noda hitam yang bertapak dalam hati.

2.Diam

Dari Anas r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bertemu Abu Zar r.a. Baginda S.A.W telah bersabda: “Abu Zar! Mahukah aku khabarkan kepadamu dua perkara yang mana mengamalkannya adalah terlalu mudah dan sangat berat pada neraca timbangan berbanding amalan lain?”
Abu Zar r.a telah berkata: “Ya Rasulullah S.A.W khabarkanlah.”
Baginda S.A.W bersabda: “Biasakanlah diri untuk berakhlak mulia dan berdiam diri. Demi zat jiwa Muhammad S.A.W ditangannya! Tidak ada amalan yang dilakukan oleh semua makhluk yang sebaik kedua-dua amalan ini.”[Hadis riwayat Baihaqi]

3.Menahan Lapar

Sabda Rasulullah S.A.W: “Ke atas kamu semua(digalakkan) dengan kesedihan sesungguhnya dengan kesedihan itu membuka (menyedarkan) hati. Maka mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah sedih itu? Bersabda nabi S.A.W: “Tundukkan jiwa kamu semua dengan berlapar dan dahaga.”[Hadis riwayat At-Tabrani]

4.Berjaga malam

“Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.”[Surah Al-Muzzammil:6]

Benar, bukan mudah untuk mujahadah. Bukan mudah untuk berperang dengan bisikan nafsu syaitan. Pelbagai ujian perlu ditempuh. Namun begitu, susah tidak bermakna kita tidak mampu. Allah tidak akan membebani hamba-hambaNya dengan sesuatu yang tak sanggup kita hadapi. Allah lebih mengetahui tentang diri kita. Allah selalu beri yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

Usah ragu, jangan berlengah lagi dan berhenti beralasan kerana syurga menanti kita di sana. Selamat berjuang!

Sunday, July 3, 2011

Keutamaan Berdzikir

“A-úthu billáhi minash shaytánir rajeem. Bismilláhir rahmánir raheem

Keutamaan Berdzikir


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du:


Sesungguhnya di antara amal shaleh utama dan mudah dikerjakan oleh seorang muslim untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla adalah berdzikir.


Dan Allah Ta'ala telah memuji orang yang berzikir dengan sebutan yang mulia. Allah SWT:


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imron: 190-191.


Di dalam ayat yang lain Allah SWT menjelaskan tentang keutamaan berdzikir. Berdzikir menjadikan hati menjadi tenang. Allah SWT berfirman:


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. QS. Al-Ra'du: 28


Dan Allah menjadikan balasan bagi orang yang berdzikir kepada Allah bahwa Allah akan menyebutnya (dengan sebutan yang mulia), maka apakah ada sebuah kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan seseorang mu'min yang disebut oleh Allah dengan sebutan kemuliaan?. Firman Allah SWT:


Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. QS. Al-Baqarah: 152


Dari Abi Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda: Sesungguhnya Aku seperti apa yang persangkakan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya pada saat dia mengingatKu, jika dia mengingatKu pada dirinya maka Akupun mengingatNya pada diriKu, dan jika dia mengingatKu pada sebuah perkumpulan maka Akupun mengingatNya pada perkumpulan yang lebih baik darinya.


Ibnul Qoyyim rahimhullah berakta: Seandainya tidak ada keutamaan berdzikir kecuali keutamaan yang disebutkan di atas maka hal itu sudah cukup sebagai sebuah keutamaan dan kemuliaan".
Renungkanlah hadits yang mulia ini tentang keutamaan berdzikr dan orang yang berdszikir.


Dari Ibi Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda: Tidakkah kalian mau jika aku memberitahukan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian serta derajat kalian yang paling tinggi, juga lebih baik bagi kalian dari pada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari pada bertemu musuh lalu kalian memunuh mereka dan mereka membunuh kalian?". Maka para shahabat berkata: Kami mau wahai Rasulullah?. Rasulullah saw bersabda: Berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla".


Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw berjalan menuju Mekkah. Dan beliau melewati sebuah gunung yang bernama: Jamadan. Lalu beliau bersabda: Berjalanlah, ini adalah gunung Jamadan telah mendahului Al-Mufridun. Para shahabat beraka: Siapakah Al-Mufridun itu wahai Rasulullah?: Dia berkata: Orang yang berdzikir banyak kepada Allah baik laki-laki atau perempuan".


Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw: Sesungguhnya aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah sejak shalat subuh sehingga matahari terbit lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il, dan sungguh aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah dari sejak shalat asar sehingga matahari terbanam lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak".


Abu Bakr berkata: Orang-orang yang berdzikir kepada Allah akan mendapatkan semua pahala kebaikan Abu Darda' berkata: Setiap sesuatu punya pembersih dan pembersih hati adalah berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Berdzikri kepada Allah bagi hati seperti air bagi ikan, lalu apakah ikan bisa hidup tanpa air?.


Ibnul Qoyyim berkata: Dzikr yang paling utama dan bermanfaat adalah dzikir yang yang bersesuain antara hati dan lisan dan termsuk dari dzikir nabawi dan orang yang berdzikir tersebut mengetahui makna dan tujuan dzikir tersebut".


Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang membaca: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenarnya kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dalam satu hari seratus kali maka seakan dia telah memerdekan sepuluh orang budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus keburukan dan dia akan dijaga dari setan pada siang hari itu sehingga waktu sorenya. Dan tidak ada seorangpun yang lebih baik darinya kecuali seorang yang berbuat lebih baik darinya. Dan barangsiapa membaca:


(Maha Suci Allah dan Segala puji bagiNya dalam satu hari seratus kali maka dihapuskan dosa-dosanya seklipun sebanya buih dilautan".


Dari Abi Hurairah ra berkata: Orang-orang miskin datang kepada Nabi saw dan mereka berkata: Orang-orang yang kaya dengan harta telah menang dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi, mereka menjalankan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta yang mereka pergunakan untuk berhaji, berumroh, berjihad dan bersedekah. Maka Nabi saw menjawab: Maukah kalian jika aku memberitahukan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian ambil maka kalian pasti menyamai orang yang telah mendahului kalian dan kalian tidak akan didahului oleh siapapun setelah kalian dan kalian adalah orang yang paling suci di sisi rajamu (Allah) kecuali orang yang beramal seperti itu, kalian bertasbih kepada Allah, memuji Allah dan bertakbir kepadaNya setelah selesai menjalankan shalat wajib sejumlah tiga puluh tiga kali".




Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabbda: Sungguh aku membaca: Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, dan tiada tuhan kecuali Allah, Yang Maha Besar lebih aku cintai dari terbitanya matahari".


Dan Allah telah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berdzikr yang banyak kepada Allah. Allah SWT berfirman:


Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. QS. Al-Ahzab: 41-42.


Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mensyari'atkan bagi umatnya banyak dzikir dalam berbagai waktu dan masa, di mana pada setiap masa dan waktu terdapat dzikir-dzikir khusus padanya, pada waktu pagi terdapat bacaan-bacaan dzikir waktu pagi, begitu juga ada dzikir pada waktu sore, ada dzikir menjelang tidur, saat bangkit dari tidur, pada saat masuk dan keluar rumah, ada dzikir pada saat makan dan minum dan saat-saat lainnya. Dan tidak diragukan lagi bahwa orang yang selalu menjaga dzikir-dzikir ini akan tergolong orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan dengannya pula seseorang aman dari sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafi, seperti yang disebutkan di dalam firman Allah SWT:


Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS. Al-Nisa': 142


Di natara dzikir-dzikir yang bersifat umum yang bisa diucapkan pada setiap waktu adalah dzikir yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Juwairiyah bahwa Nabi saw keluar dari sisinya di saat pagi, pada waktu shalat subuh, dan dia berada di tempat shalatnya, kemudian Nabi saw kembali pulang setelah waktu dhuha tiba. Lalu Nabi saw bertanya kepadanya: Apakah kamu masih berada di tempatmu seperti semula aku meninggalkanmu pada waktu pagi?. Maka dia menjawab: Benar, maka Nabi saw bersabda: Aku telah membaca empat kalimat setelah aku meninggalkanmu sejumlah tiga kali, di mana jika kalimat tersebut ditimbang dengan semua bacaan yang telah engkau baca sejak permualaan siang tadi maka dia pasti menandinginya, yaitu:


(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, sejumlah ciptaaanNya, keredhaan diriNya , seberat arasyNya dan sebanyak tulisan kalimatNya).


Di antara dzikir yang bisa diucapkan pada waktu pagi dan petang serta boleh juga diucapkan pada saat setiap kali seseorang mengharap magfiroh Tuhannya, adalah dzikir riwayat Syaddad bin Aus ra dari Nabi saw bahwa beliau bersabda penghulu istigfar adalah seseorang hamba mengatakan:


“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang mencip-takan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”


Nabi Shallallaahu "Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang mengatakannya pada waktu siang hari dan dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal pada hari itu sebelum dirinya memasuki waktu sore maka dia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu malam dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk penghuni surga".


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan shahabatnya.


islamhouse.

http://ukhtifr.blogspot.com/