Percakapan Laa ilaa ha ilallah
Sunday, April 30, 2017
MALFUZAT NASIHAT HAZRAT JI MAULANA SA'AD AL-KHANDALAWI SAHAB BARAKATUHUM
Bismillahirrahmaanirrahiim
Nasihat 1 :
Setiap amal ini ALLAH SWT tuntut keistiqomahan. Keistiqomahan akan datang apabila ada iman atau keyakinan yang kuat di hati. Usaha kita hari ini adalah bagaimana keimanan kita bisa kuat terhujam dihati sehingga bisa mendatangkan keistiqomahan dalam amal.
Nasihat 2 :
Tanamkan dalam diri kita bahwa kita dalam kerja ini adalah untuk memperbaiki diri kita sendiri bukan untuk memperbaiki orang lain. Tatkala dia senantiasa dalam keadaan sibuk memperbaiki diri dia tersebut maka ini bisa menjadi asbab perbaikan bagi orang lain.
Nasihat 3 :
Hazratji Maulana Yusuf rah.a katakan perbaikan akan datang tatkala dia Da'wahkan Agama kepada orang lain. Jika kita da'wahkan keyakinan pada orang lain maka pertama yang akan terperbaiki adalah keyakinan kita sendiri. Iman akan datang tatkala kita da'wahkan iman kpd orang lain. Inilah kekhususan amal Da'wah ini.
Nasihat 4 :
Yang kita inginkan adalah bagaimana dari da'wah datang kepada kita ini hakekat 6 sifat. Amal da'wah ini akan mendatangkan tarbiyah, hidayah, dan pemahaman dalam diri kita jika kita kerjakan dengan penuh keyakinan.
Nasihat 5 :
Amal da'wah ini adalah amalan nubuwah, amalnya para nabi. Sudah ada jaminan bahwa melalui amal ini maka hidayah akan kita dapat. Jika da'wah ini tidak kita lakukan dengan keyakinan bahwa dengan da'wah masalah kita akan selesai, maka yang terjadi kita mudah meringan ringankan atau meremeh temehkan amalan da'wah ini, selalu di belakangkan. Jika sudah kita remehkan amalan da'wah ini maka perbaikan tidak datang.
Nasihat 6 :
Jika tidak ada keyakinan dalam kerja ini maka apa yg terjadi ? Pekerja da'wah ini akan mudah meninggalkan amal2 da'wah ini seperti 3 hari ditinggalkan, 40 hari ditinggalkan, malam musyawarah ditinggalkan, jaulah ditinggalkan, taklim ditinggalkan, dll. Kenapa semua itu ditinggalkan karena dia tidak yakin bahwa amal da'wah ini dapat menyelesaikan masalah. Jika amal da'wah sdh ditinggalkan maka berikutnya ibadahpun akan ditinggalkan.
Nasihat 7 :
Maulana ilyas katakan dimana ada kelemahan dalam da'wah kita maka kita akan merasakan pula kelemahan dalam ibadah kita. Ini sdh menjadi ukuran dari dai apabila dia mengetahui agama akan berkurang, maka dia akan merasakan kesedihan atau tidak terima kalau agama ini berkurang.
Sebagaimama Abu Bakar ra dia berkata apakah agama akan dibiarkan berkurang padahal aku masih hidup ?
Apabila tidak ada kerisauan dalam diri kita melihat berkurangnya agama dalam diri kita ataupun dalam diri ummat berarti kita tidak terhubung dengan da'wah.
Inilah azas dalam da'wah kita. Makanya yang terpenting dalam kerja ini adalah terperbaikinya diri kita sendiri bukan orang lain.
Nasihat 8 :
Pertama yang harus kita perbaiki dalam kerja da'wah kita ini adalah sifat yg pertama yaitu iman kita. Takaza yg utama dalam kerja ini adalah menguatkan iman kita sendiri.
Maulana Ilyas katakan jika aku harus memberi nama kepada gerakan ini maka aku akan menamainya usaha menggerakkan iman.
Nasihat 9 :
Fondasi dari seluruh ibadah ini adalah Iman. Dengan keimanan maka seseorang akan mendapat 4 hal :
1. Ikhlas
2. Istiqomah
3. Pahala
4. Janji ALLAH
Nasihat 10 :
Langkah pertama kebesaran ALLAH ini kita bicarakan sebanyak banyak sesering seringnya. Dengan pembicaraan iman maka iman akan terbentuk. Jika iman terbentuk maka akan mudah mengamalkan agama. Hari ini mengapa agama lemah diamalkan karena tidak ada lagi orang yang membicarakan iman.
Nasihat 11 :
Pembicaraan Iman ini untuk membentuk iman dalam hati. Sedangkan ilmu itu adalah jalan untuk mengantarkan iman kita ketujuan. Contoh : orang belajar ilmu sholat bukan supaya dia bisa sholat, karena orang yg belajar sholat belum tentu dia sholat. Begitu juga orang belajar ilmu zakat bukan untuk membuat dia membayar zakat, karena belum tentu dia mau bayar zakat. Maka yang bs menggerakan sesorang ini untuk mengamalkan ilmu sholat atau ilmu zakat yang dia pelajari ini adalah iman. Maka penting kita bicarakan kemuliaan ALLAH, kekuasaan ALLAH, qudratullah, nusrotullah, rabbaniyah Nya ALLAH agar iman terhujam dalam hati kita sehingga mampu menggerakan kita untuk beramal.
Nasihat 12 :
Agar iman terhujam di hati ini ada 4 hal yg harus kita lakukan ;
1. Kita bayankan kebesaran ALLAH : kekuasaanNya, qudratullahNya, nusratullahNya. Kita bayankan agar kita kenal kepada ALLAH SWT
2. Kita ceritakan perjalanan dan perjuangan Anbiya AS dan bagaimana ALLAH SWT menolong mereka yg buat kerja agama. ALLAH SWT firman kan kpd nabi SAW bahwa ALLAH SWT kisahkan para nabi ini kepada kamu untuk menguatkan hati kamu. ALLAH ceritakan pertolongan ALLAH bagi Nabi Ibrahim AS, bagi Nabi Musa AS, bagi Nabi Nuh AS, ini utk menguatkan da'wah Nabi SAW.
3. Kita ceritakan nusroh ghaibiyah yg ALLAH SWT berikan kepada para sahabat ra dalam kerja da'wah ini. Ini supaya kita paham bahwa pertolongan ALLAH bukan hanya kpd para Nabi saja tapi juga kepada mrk yg bukan nabi tapi mau bw kerja ini.
4. Kita hafalkan hadits-hadits shahih yg meriwayatkan mengenai keimanan. Ini agar kita mengetahui alamat iman dan dalil2nya. Kita harus tahu apa yg jd alamat iman dan apa yg membatalkan keimanan kita. Disinilah penting kita baca berulang ulang muntakhab al hadits dan kita hafalkan agar bs menjadi rujukan kita kemana alamat iman itu ditujukan. Taklimkan secara ijtimai.
Nasihat 13 :
Sahabat bertanya apa itu iman kpd Baginda Nabi SAW. Nabi SAW bersabda :
"Apabila perbuatan baik yg kamu kerjakan dapat membuat kamu gembira dan perbuatan buruk yg kamu kerjakan membuat kamu sedih berarti kamu telah beriman."
Ini namanya alamat iman dari hadits2 yg shahih.
Nasihat 14 :
Dengan menghafal hadits2 yg sahih yg berhubungan dng 6 sifat ini kita jadi tau alamatnya. Sehingga ketika bertemu ulama yg bertanya koridor pembicaraan kita tidak terlepas dari dalil2 shahih tersebut. Bukan keluar dari karangan2 kita tetapi dari dalil yg benar dan shahih.
Nasihat 15 :
Kebiasaan daripada sahabat ra ini ketika bertemu, mrk akan saling mengajak untuk duduk berbicara iman walaupun hanya sebentar. Sebagaimana abdullah bin rawahah suka mengajak duduk sahabat mari kita bicara iman bermuzakarah iman.
Nasihat 16 :
Sunnah para sahabat ini adalah saling mengajak bermuzakarah perkara Iman. Hari ini sunnah sahabat ra sudah kita tinggalkan sehingga suasana iman tidak lagi wujud dalam kehidupan kita.
Padahal da'wah iman yakin ini sesungguhnya orang beriman itu sendiri yg berhajat atas iman itu sendiri. Sebagaimana firman ALLAH SWT :
"Ya ayyuhalladzi na amanu. AMINU...."
Artinya :
"Wahai orang2 yg beriman.... berimanlah kamu..."
Maksudnya adalah ini perintah kepada orang beriman untuk menda'wahkan iman. Para sahabat ra mereka membuat majelis majelis yg memuzakarahkan iman sehingga ALLAH SWT menguatkan iman mrk. Sehingga keyakinan mrk terhadap yg Ghaib itu lebih kuat dibandingkan thd yg nampak.
Asbab hari ini kita tinggalkan pembicaraan dan muzakarah iman sehingga yakin kita terhadap yg ghaib jadi lemah. Keyakinan kita hari ini justru kepada yang nampak2 saja akibat suasana pembicaraan iman sudah kita tinggalkan.
Nasihat 17 :
Mesjid akan makmur melalui 2 amal yaitu : Taklim dan da'wah. Maka usaha memakmurkan mesjid : da'wah, taklim, istiqbal ini seharusnya kita lakukan setiap hari bukan seminggu sekali. Jangan jadikan kerja ini sbg kerja ahbab saja bukan tetapi kita bawa semua orang secara umumiyat untuk ikut dalam kerja ini.
ALLAH berfirman yg memakmurkan mesjid ALLAH ini hanya orang yg beriman pd ALLAH dan beriman pd hari kemudian.
Maka melalui program da'wah taklim istiqbal kita buat 2 halaqah yaitu halaqah taklim dan halaqah da'wah.
Nasihat 18 :
Dengan program da'wah taklim istiqbal kita kirim rombongan2 untuk mengajak dan menghadirkan ummat ke masjid. Jika tidak bisa hadir sekarang kita tanyakan kapan waktu luang yg mereka punya. Jika mrk udzur jangan dimarahi atau ditarghib untuk berhenti kerja, jangan. Cara seperti itu bukan cara da'wah. kita tidak boleh menyuruh orang melepaskan pekerjaan mrk atau menyuruh mrk menyari pekerjaan lain.
Yg kita inginkan adalah bagaimana dalam kesibukan mrk dalam kerja2 mereka, mereka bisa meluangkan waktu mereka untuk agama atau kita minta kapan waktu mereka yg kosong kita pakai utk agama.
Setan ini buat kerja juga diwaktu waktu kita yang kosong shg waktu yg kosong itulah terpakai utk bermaksiat kpd ALLAH SWT. Oleh krn itu kita minta waktu kosong mereka dimana mereka bs meluangkan waktunya utk agama. Bawa mereka ke masjid sehingga tdk ada waktu kosong yg bisa dimasuki kebathilan. Jika mereka mendapat hidayah asbab suasana iman di masjid maka mereka akan menjadi dai di tempat mereka kerja tersebut. Jadi jangan minta mereka berhenti kerja.
Nasihat 19 :
Jika suasana mesjid hidup asbab 2 amalan : da'wah dan Taklim, maka hidayah akan ALLAH SWT datangkan melalui perantara amalan tersebut. Nabi SAW sabdakan barangsiapa yg menginginkan ilmu dan iman maka ALLAH akan memberikannya kepada org tsb. Caranya gimana hidupkan halaqah iman dan halaqah taklim dimesjid.
Kita boleh menghidupkan da'wah iman di rumah rumah yg kita datangi. Tapi yang lebih utama jika kita bisa menghadirkan mereka ditengah tengah suasana amalan mesjid yg hidup halaqah iman dan halaqah taklim, ini akan memberikan kesan yg lebih kepada mereka. Akan lebih mudah bagi mereka mencerna dan memahami da'wah kita jika kita hadirkan mereka dalam amalan mesjid yg hidup halaqah iman dan halaqah taklim.
Nasihat 20 :
Ketaatan ini adalah alamat dari Iman. Orang beriman ini seperti onta yg jinak. Kemana di arahkan dia ikut, jika di ikat dia berhenti. Onta ini taat kepada pemiliknya. Begitulah ketaatan kita kepada ALLAH sbgmn taat nya onta kpd pemiliknya.
Nasihat 21 :
Semua amal akan menjadi kuat bergantung kepada keimanan seseorang tsb. Kapan orang bs sholat ketika imannya kuat.
Dalam Qur'an surah al Baqarah ayat 1-5 :
Mereka yg beriman kpd yg ghaib dan mendirikan sholat.
Begitu juga dengan iman maka muamalah, muasyarah, akhlaq semua akan menjadi baik.
Nasihat 22 :
Jika keyakinan kita terletak pada asbab maka semua ibadah, muamalah, muasyarah, akhlaq kita akan menjadi lemah dan rusak.
Namun Yakin kita kuat kpd ALLAH maka akan ada kemudahan mengerjakan amal2 tersebut dan membentuk ketaatan dalan setiap keadaan.
Nasihat 23 :
Ketaatan ini membutuhkan :
1. Iman
2. Ilmu
Iman itu menggerakkan sedangkan Ilmu itu mengarahkan.
Nasihat 24 :
Sholat kita perbaiki zahirnya dan bathinnya. Dzohir melalui taklim masail bertanya pd ulama dan taklim fadhail untuk mengenal keutamaan amal dan mendorong semangat dalam beramal.
Orang yg sholatnya tidak benar begitu cepat ruku dan sujudnya, maka nanti dia tidak akan dibangkitkan sbg ummat nabi SAW.
Nasihat 25 :
Ada keadaan ahbab asbab banyak takaza dan lain sebagainya, akhirnya dia percepat sholatnya. Padahal tujuan da'wah ini adalah perbaikan dalam sholatnya, untuk mendapatkan hakekat sifat ke 2. Bukan malah merusaknya. Maksud da'wah ini jika dikerjakan adalah perbaikan dalam ibadah.
Nasihat 26 :
Suatu ketika Maulana ilyas Rah.a dan rombongan dalam perjalanan ke mewat tiba waktu sholat. Mereka buat gerak dari pagi sampai malam. Sehingga dalam keadaan letih mereka buat musyawarah. Usul sebagian kpd maulana ilyas agar cepat2 sholat yg wajib beres biar bs makan dng tenang lalu istirahat. Tapi kata maulana ilyas yg benar itu kita cepat2 makan biar bs sholat dng tenang lalu istirahat. kalau kita dahulukan sholat keliatannya baik tp sholat yg dilakukan cepat2 akan rusak dan pikiran dalam sholat jd tidak tawajuh krn jadi ingat makan.
Nasihat 27 :
Jangan sampai asbab kerja da'wah malah membuat ibadah kita jadi menurun atau berkurang. Kita berkata da'wah ini kerja besar sedangkan ibadah ini kerja abid bukan kerja dai. Mengecilkan ibadah karna da'wah ini adalah tipuan iblis laknatullah alaih. Seharusnya asbab da'wah, ibadah jadi kuat bukan jadi lemah atau kecil
Nasihat 28 :
Menegakkan ibadah ini akan kita dapatkan melalui ilmu. Duduk dalam taklim fadhail akan memberi kita pemahaman keutaaman amal. Sehingga ada gairah dalam mengerjakan ibadah. Ibadah ini akan kuat jika kita memahami fadhilah2 dalam ibadah kita. Dengan mengetahui nilai ibadah maka akan mendorong kita untuk melakukan ibadah dengan betul.
Nasihat 29 :
Ada 3 hal untuk menguatkan ibadah kita :
1. Perbaiki zahirnya sholat (Masail)
-> Adab dan Fiqh
2. Perbaiki batin sholat
-> Zikir, Ihsan, Tawajjuh
3. Ihtisab (Fadhail)
-> Pengharapan kepada ALLAH atas janji2 Nya.
Nasihat 30 :
Tujuan taklim fadhail agar kita bs menghadirkan sifat ihtisab dalam beramal. Apa itu ihtisab ? Mengharap pahala dan keutamaan dari ALLAH. Ihtisab ini itu sifat pengharapan kepada ALLAH. Apa yg kita harapkan : pahala, keutamaan, ridhonya.
Nasihat 31 :
Nabi SAW sabdakan apa yg tidak aku jelaskan jangan ditanyakan. Apa yg tidak dijelaskan kita tinggalkan. Ini pelajaran buat kita sehingga tidak ada perkara2 baru atau penemuan2 baru dalam taklim.
Nasihat 32 :
Arahan Baginda Nabi SAW kpd para sahabat r.hum. Apa yg disuruh itu yg dikerjakan, apa yv tidak disuruh tidak dikerjakan. Sebagaimana perintah Baginda Nabi SAW kepada hudzaifah r.a. untuk memata-matai musuh, jangan lakukan yg lain pantau saja. Ketika itu hudzaifah r.a. ada kesempatan membunuh musuh islam saat dia memata matai. Padahal abu sofyan pemimpin pasukan musuh, pahala membunuh pasukan kafir juga besar. Namun tidak dia lakukan padahal kesempatan ada, krn apa ? Tdk ada perintah dari Nabi SAW. Hudzaifah r.a. teringat pesan nabi SAW agar jangan melakukan sesuatu sampai kamu ketemu kembali dgn Baginda Nabi SAW. Keinginan membunuh ada tp dia teringat pesan nabi, sampai 3x mo coba bunuh gak jd. Asbab ketaatan hudzaifah ra ini dikemudian hari ALLAH jadikan Abu Sofyan r.a. yg awalnya menjadi musuh islam menjadi pembela islam.
Itulah ketaatan para sahabat ra. Apa yg diperintahkan nabi itu yg dikerjakan, dan apa yg tidak diperintahkan ditinggalkan jangan dikerjakan. Inilah ushul dalam da'wah kita.
Nasihat 33 :
Buat muzakarah 6 sifat dengan keluarga kita, tujuannya agar lahir dari rumah kita dai dai yg memiliki 6 sifat. Buat secara bergantian, sehingga mereka miliki kemampuan untuk menda'wahkan 6 sifat di dalam rumah dan diluar rumah.
Nasihat 34 :
Mesjid Nabawi hidup taklim dan disaat yg sama abu hurairah ra jaulah ke pasar untuk menghadirkan orang ikut taklim di mesjid. Abu harairah berkata wahai manusia apa yg kalian dilakukan dipasar sementara warisan mabi SAW sedang dibagi bagikan dimesjid. Maka berbondong bondong orang datang ke mesjid. Sampai di mesjid ternyata yang ada halaqah taklim kata abu hurairah ra itulah warisan nabi SAW. Bersamaan dengan taklim ada juga usaha atas jaulah menghadirkan orang dalam taklim. Inilah amalan mesjid nabawi.
Nasihat 35 :
Mengenai taklim masail hendaknya kita dorong diri kita untuk belajar kepada ulama. Hakekat sifat ilmu maa zikir ini akan kita dapatkan jika didalam diri kita ada kecintaan terhadap ilmu dan penghoramatan kepada ulama.
Hadratji Inamul Hasan berkata Yakinlah bahwa mendatangi ulama itu adalah ibadah. Dengan mendatangi mereka ALLAH SWT nanti akan beri keberkahan ilmu. Melalui ulama ini nanti amal amal kita akan menjadi baik dan benar. Jika umat tidak mau mendatangi ulama maka kejahilan tidak akan hilang dari kehidupan ummat.
Nasihat 36 :
Dalam setiap bayan atau muzakarah jangan sampai kita mengingkari atau mengecilkan kerja kerja orang lain dalam bidang agama : Taklim mereka, Ibadah mereka, da'wah mereka, Khidmat mereka. Jangan kita banding bandingkan bahwa kerja da'wah kita ini lebih baik dari usaha mereka. Mereka semua bergerak dalam bidang agama maka kita harus hargai. Apabila kita menghina atau mengecilkan kerja mereka berarti kita mengecilkan kerja kenabian. Karena yg namanya kerja kenabian itu adalah kumpulan dari amalan amalan seperti da'wah, taklim, zikir, dan khidmat. kalau kita kecilkan kerja mereka berarti kita telah mengecilkan kerja nabi SAW. Jangan kita beranggap bahwa kerja yg lain bertentangan dengan kerja kita. Sehingga kita berpikiran bahwa kerja yg lain kecil hanya kerja yang besar, jangan berpikiran seperti itu.
Hazratji katakan da'wah ini adalah kerja besar seperti kerja air. Air ini akan menyirami semua tempat sehingga semuanya mendapatkan manfaat. da'wah ini menyirami semua tempat seperti air sehingga semua orang bisa merasakan manfaatnya. da'wah menyirami semua tempat dari ibadah, zikir, taklim, bahkan muamalah, muasyarah, pemerintahan, perkantoran, semuanya mendapatkan manfaat dan menjadi semakin kuat. Jangan sampai kita mengecilkan mereka tapi kita hargai dan kita hormati usaha2 mereka dalam agama.
Nasihat 37 :
Dalam suatu perjalanan ke saudi saya berkesempatan duduk dalam mobil dengan seorang imam mesjid yg alim. Alhamdullillah dia juga istiqomah keluar 3 hari dan 40 hari tiap tahun. Dia juga buat jaulah dan taklim di mesjid. Dia bercerita suatu ketika dia di targhib oleh teman2 maqomi bahwa kamu ini sudah lama jadi ahbab kenapa belum juga berangkat 4 bulan. Dia bilang kemampuan saya cuman bisa 3 hari dan 40 hari karena saya seorang imam terikat sama aturan mesjid. Temannya bilang kalau begitu berhenti saja jadi imam, ganti kamu dagang saja sehingga kamu ada kebebasan utk buat usaha agama dan perdagangan. Karena terkesan dengan targhiban temannya ini diapun berhenti jadi imam mesjid. Dia menceritakan ini kepada saya dengan harapan bahwa ini adalah kabar gembira. Tapi saya katakan kepadanya bahwa ini bukan kabar gembira justru saya merasa sangat berduka. Dia bertanya kenapa anda berduka ? Maka saya katakan bahwa kamu inikan iman juga sebagai khatib dan memberi taklim juga ini semua adalah kerja agama. Dalam kerja da'wah kita ini untuk kerja dunia saja tidak kita minta berhenti apalagi untuk kerja agama. Mengapa sampai kamu tinggalkan kerja agama yang sudah kamu jalankan ? Kerja dunia saja tidak kita minta mereka untuk ditinggalkan apalagi kerja agama. Padahal dengan kerja agama kami sebagai khotib, sebagai imam, sebagai pemberi taklim kita bisa mengarahkan orang orang untuk bisa ambil bagian dalam kerja ini. Sedangkan menjadi imam dan khatib ini adalah amanah agama kepada kamu, jadi jangan kamu tinggalkan.
Istikhlas itu bukanlah meninggalkan pekerjaan kita terutama kerja agama agar kita bisa pergi da'wah. Istikhlas itu adalah kita tetap dlm pekerjaan kita namun dari situ kita tetap buat da'wah kepada orang orang yg berhubungan dengan kerja kita. Tapi istikhlas itu adalah sejauh mana kita tawajjuh kepada ALLAH dalam setiap da'wah yang kita buat di setiap keadaan kita apa itu di mesjid ataupun di kantor. Disitulah ladang kita bermujahadah karena keterbatasan kita tapi kita tetap buat da'wah dan tawajuh kepada ALLAH inilah istikhlas. Dan istikhlas itu adalah kita sibuk dalam kerja agama tapi kita tidak lagi berpolitik, berpartai, dan kegiatan lainnya yg tidak ada kebaikannya. Namun kerja kita sehari hari yang buat memenuhi kebutuhan kita sehari hari tetap kita kerjakan seperti berdagang, bertani, apalagi menjadi imam dan khatib.
Maka ini adalah kerja da'wah kita jangan kita kecilkan kerja agama orang lain. Apalagi menyuruh berhenti ataupun pindah kerja. Kita hargai semua usaha mereka dalam bidang agama. Bahkan mereka yang bergerak dalam usaha kebatilan pun juga sama tidak usah dibicarakan dengan mereka. ALLAH SWT bilang agar kita membiarkan mereka dengan apa yang mereka kerjakan. Jangan kita sibuk dengan pekerjaan orang yang ada dalam kebatilan tersebut. Bahkan ALLAH SWT firmankan jangan kamu menghina sembahan sembahan mereka karena nanti mereka akan balik menghina ALLAH SWT.
Nasihat 38 :
Hazratji katakan dengan ilmu kita mendapatkan ketaatan sedangkan dengan zikir kita dapatkan ketawajuhan kepada ALLAH SWT.
Nasihat 39 :
Untuk membentuk isti'dad atau kesiapan dalam diri kita untuk tawajjuh dalam setiap amalan maka kita membutuhkan sifat zikir. Dengan zikir akan wujud ketawajuhan dalam hati kita.
Maulana ilyas katakan orang yang berzikir tapi tidak disertai ketawajuhan pada ALLAH maka ini akan melahirkan kemalasan. Maka dalam zikir ini harus kita kosongkan diri kita dari segala sesuatu. Cari tempat sepi agar kita bisa betul betul tawajjuh dalam zikir kita. Jangan sampai kita zikir sebagai sambilan atau formalitas saja. Kelihatan berzikir tapi hati dia tidak kepada ALLAH SWT.
Nasihat 40 :
zikir dengan ketawajuhan akan menghasilkan ketaatan. Umar ra katakan setiap orang yang taat itu adalah orang yg berzikir. Maka hendaklah kita berzikir dengan lisan tapi hatinya juga ikut berzikir. Nabi isa as beri Nasihat hendaknya kamu berzikir dengan lisan yang diikuti oleh hatinya.
Nasihat 41 :
Jika orang sudah bisa mendapatkan ketaatan melalui zikirnya tadi maka nanti ALLAH SWT akan perbaiki hubungan dia dengan manusia. Maksudnya apa ? ALLAH akan beri dia sifat yang ke 4 yaitu sifat iqrom sahabat ra. Apa itu iqrom ? Yaitu kepahaman dalam meletakkan orang pada tempat nya masing2. Iqrom itu juga bagaimana kita mengenali potensi orang dan menggunakan potensi itu menurut kesiapannnya masing2.
Nasihat 42 :
Jika kita tidak mau mengenali atau memahami potensi orang dan menggunakan mereka menurut kesiapan mereka berarti kita tidak menghormati mereka.
Nasihat 43 :
Sifat Iqrom ini membutuhkan mujahaddah. Apa mujahaddahnya ? Bagaimana kita bisa meletakkan diri kita bersama orang tersebut. Kita korbankan ego kita, nafsu kita, bahkan kehormatan kita untuk kita bersama orang tadi. Jika kita rela menjalankan ini walaupun bertentangan dengan nafsu atau selera kita, inilah yang dinamakan akhlaq. Tapi kalau kita justru membawa mereka menurut kemauan kita dan hanya menurut keadaan keadaan yg kita inginkan saja, sesuka nafsu kita saja, maka kita tidak akan mendapatkan mujahaddah. Sedangkan mujahaddah ini adalah sumber hidayah. Tanpa mujahaddah maka kita tidak akan bisa mendapatkan hakekat iqrom atau akhlaq sahabat ra.
Nasihat 44 :
kalau kita hanya keluar dengan orang orang yang sesuai selera kita saja dan hanya ke tempat2 yg sesuai nafsu kita saja maka ini namanya tamasya bukan mujahadah.
Tapi kalau kita keluar bersama orang orang yg tidak sesuai selera atau harapan kita ini baru namanya mujahaddah. Jika kita iqrom mereka yang tidak sesuai dengan selera kita berarti kita iqrom semata mata krn ALLAH SWT bukan karena keakraban atau kecocokan kita dengan mereka.
Nasihat 45 :
Inilah kepentingannya mengapa kita dianjurkan untuk senantiasa membawa orang orang baru dari kalangan manapun tanpa melihat status atau kekerabatan atau kecocokan kita dengan mereka. Maka setiap kita membawa orang baru kita akan mendapatkan tarbiyah yang berbeda beda, pelajaran dan pengalaman yg beda2. Tarbiyah akan datang kepada orang yang baru dan kepada kita.
Nasihat 47 :
Kita bawa semua orang dalam satu jemaah dari semua kelompok. Jangan kita bawa berdasarkan kelompok2 saja sepeti dokter sama dokter, tentara sama tentara, pengusaha sama pengusaha, jangan tapi kita bawa mereka dalam satu jemaah dari berbagai macam kelompok. Jika kita bawa berdasarakan kelompok nanti tidak akan terbentuk umat yang terbentuk adalah sekat sekat antara kelompok. Yang kita inginkan adalah bagaimana terbentuknya satu ummat semuanya kita satukan dalam satu jemaah.
Nasihat 48 :
Hari ini umat sudah terpecah pecah berdasarkan kelompok kelompok tadi. Maka ini adalah satu satunya kerja yang menyatukan semua kelompok menjadi satu ummat.
Nasihat 49 :
Nabi SAW katakan kepada ahsan ra pergilah kamu memperjuangkan agama dengan orang yg tidak bersama orang selain kawan kamu maka nanti akhlaq kamu akan baik.
Itulah yg namanya Iqrom dalam kerja kita ini.
Nasihat 50 :
Nabi SAW setiap mendapati orang baru masuk islam maka beliau langsung menggabungkan mereka orang baru dengan orang lama.
Nasihat 51 :
Pentingnya orang lama bawa orang baru ini adalah agar ada tarbiyah atau pelajaran bagi orang baru dan tarqiyah atau peningkatan bagi orang lama.
Kisah Saidina Muawiyah r.a. sebagai orang lama dan Saidina Wail r.a. sebagai orang baru masuk Islam:
Sudah menjadi kebiasaan Nabi SAW menggabungkan orang baru dan orang lama agar bisa sama2 belajar. Suatu ketika wail ra putra raja seorang bangSAWan masuk islam. Maka nabi SAW tendemkan wail r.a. bersama muawiyah r.a. Maka dalam suatu perjalanan ketika itu muawiyah r.a. merupakan seorang miskin dan wail r.a. seorang kaya yang bangSAWan, pergi dalam suatu perjalanan bersama. Dalam perjalanan itu muawiyah r.a. yang miskin baju gembel pergi tanpa ada alas kaki memegang kuda yg ditunggangi wail r.a. yg berpakaian mewah dan bersepatu mahal. Mereka berjalan bersama sementara muawiyah r.a. kepanasan. Muawiyah r.a. bilang ke wail r.a. orang baru. wahai wail berilah aku tempat bersama naik kuda denganmu. Saya mau saja kata wail, Tapi kalau kamu naik nanti apa kata orang ? ada orang miskin menunggangi kuda kerajaan jadi aib nanti. Orang lama muawiyah r.a. sabar saja tetap berjalan menghadapi kelakuan makmur baru. Lalu muawiyah r.a. katakan kalau kamu keberatan maka berikanlah sepatu kamu biar aku jalan tidak kepanasan. Lalu wail r.a. katakan wah nanti apa kata orang kok sepatu raja dipakai sama orang miskin, jadi aib lagi. Maka muawiyah r.a. tetap saja sabar berjalan dalam perjalanan tersebut.
Setelah 5 zaman dilewati ALLAH SWT angkat muawiyah r.a. ketika itu menjadi khalifah amirul mukminin. ALLAH angkat muawiyah r.a. menjadi khalifah asbab kesabarannya. Suatu saat datang wail r.a. minta izin menghadap khalifah muawiyah r.a. ketika itu. Maka muawiyah r.a. memperkenankan dia masuk. Lalu muawiyah r.a. bertanya kepada wail r.a., wahai wail mulia mana tahtaku ini dengan kudamu yg dulu. Maka wail katakan wahai amirul mukminin maafkan aku yg dulu itu orang baru masih dekat kepada kejahilan belum ngerti apa2. Tolong maafkan saya.
Maulana saad katakan muawiyah r.a. bersabar menghadapi orang batu bermujahaddah dengan kelakuannya yg kurang menyenangkan, maka setelah 5 zaman ALLAH SWT balas muawiyah r.a. dengan meninggikannya sbg khalifah umat islam. Asbab kesabaran orang lama maka ALLAH SWT angkat dia dan akan mendatangkan peningkatan dalam kehidupannya. Sementara wail r.a. sebagai orang baru asbab bersama orang lama juga mendapatkan tarbiyah pelajaran bagaimana beradab kepada orang lama bahwa saya tidak pantas menyombongkan kuda saya dihadapan orang lama.
Begitulah pentingnya kita menggabungkan orang lama dengan orang baru. Bagaimana orang lama bisa membawa orang baru agar ada tarbiyah pelajaran bagi orang baru dan tarqiyah peningkatan bagi orang lama.
Inilah yang namanya iqrom.
Nasihat 52 :
Orang yang bersabar dalam menghadapi ujian ujian dalam kerja da'wah itulah orang orang mukhlis.
Orang yang mukhlis adalah mereka yang tidak menunggu ucapan terima kasih ataupun pujian2 bahkan tdk terkesan dengan hinaan dalam menjalankan kerja agama.
Banyak orang yang terhenti dari kerja da'wah asbab tidak mendapatkan pujian dari orang lain. Mereka merasa tidak dihargai akhirnya keluar dari kerja yang mulia ini. Sedangkan orang yg tidak ikhlas itu nampak kerja agamanya sedikit. Hanya orang yang ikhlas dalam kerja agama akan mendapatkan istiqomah.
ALLAH SWT firmankan orang munafik ini beramal untuk mendapatkan riya' maka beramalnya itu hanya sedikit.
Nasihat 53 :
Penting kita bawa kerja ini dengan keikhlasan dengan menjadikan kerja da'wah ini sebagai maksud hidup kita.
Nasihat 54 :
Muzakarah yang kita dapatkan ini adalah amanah untuk diamalkan dan disampaikan kepada yang lain.
InsyaALLAH Niat amal dan sampaikan ... !!!
Friday, April 14, 2017
BAYAN MAULANA SA'AD AL KANDHALAWI Db.BAYAN SUBUH
Sebelum Mulai membaca alangkah bagusnya kita semua membacanya dengan tawajjuh , dengan rasa kebesaran Allah, dengan rasa keagungan Allah, dengan penuh harapan karena kita berkumpul disini bukan sebagai suatu kebiasaan atau tradisi.
Kita di sini kumpul untuk mendengarkan suatu perkara Agama yang sangat penting.
Kita juga di sini kumpul untuk mendengarkan tentang usaha Agama yang dulu dibuat oleh nabi-nabi dan Nabi kita Muhammad SAW, yaitu adalah maksud kedatangan nabi-nabi dan maksud kedatangan Nabi SAW.
Usaha ini merupakan usaha nabi-nabi. Bila dengar dengan penuh harapan dan penuh tawajjuh barulah Allah SWT akan kasih faham.
Kalau berlaku apa-apa kekurangan dalam tawajjuh kita, maka kesan pertama kali adalah akan berlaku kekurangan amal dalam agama.
Kekurangan dalam memberi harapan pada perkataan-perkataan dakwah, akan memberi kesan pada agama.
Kita harus yakin. Kalau tidak yakin dengan dakwah agama ini an akan membina dalam diri kita, maka kita tidak akan dapat menyempurnakan tuntutan-tuntutan dan takaza-takaza usaha dakwah ini.
Setelah dengar dengan penuh harapan, kita dapat buat dua perkara. Pertama, kita dakwahkan apa yang telah kita dengar, sampaikan walau satu ayat pada semua orang. Ke-2, dakwahkan apa yang kita dengar dengan amalan kita (secara amali). Kita tampakkan pada semua orang apa itu agama melalui amalan langsung praktek. Dalam Quran Allah berfirman, ѕіараkаh уаng lеbіh baik perkataannya dari pada mereka yang mengatakan untuk mengajak kepada Kebaikan yaitu mengajak manusia pada Allah SWT dan beramal soleh . Dalam ayat ini Allah s.w.t terangkan bahawa jalan atau cara yang раlіng berkesan untuk ѕеѕеоrаng іtu hampir раdа Allаh SWT yaitu melalui 2 perkara yaitu dakwah illallah dan amal soleh. Satu orang yang mengajak manusia kepada Allah SWT dan pada masa yang sama melakukan amal-amal soleh dalam kehidupan, іnіlаh jаlаn уаng раlіng bеrkеѕаn, уаng раlіng раѕtі untuk seseorang itu hampir dan dekat pada Allah s.w.t. Dengan meninggalkan dakwah, seseorang itu tidak dapat istiqamah dalam amal. Mana-mana kaum yang meninggalkan dakwah, maka dengan mudah fikir dia, agama dia, pegangan dia akan ditinggalkan. Satu orang yang tinggalkan dakwah, dia akan mudah terkesan dеngаn реrkаrа-реrkаrа lain. Dia dеngаn mudаh аkаn meninggalkan agama. Akan tetapi satu orang yang buat dakwah, menyeru manusia pada Allah s.w.t, maka Allah s.w.t akan kasih istiqamah dalam amalan agama. Perkara ini kita dapat faham dan dapat уаkіn. Tаnра mеlаkukаn dakwah, ѕuѕаh untuk seseorang itu untuk istiqamah dalam amal agama. Satu orang yang ada 2 perkara іnі yaitu dаkwаh dаn аmаl ѕоlеh, Allah s.w.t akan himpunkan dalam diri dia kekuatan untuk amalkan agama dan berpegang teguh раdа аgаmа dаn dараt amalkan аgаmа ѕесаrа amali dalam kehidupan.
Satu orang-orang sahabat, Abdullah bin Huzaifah, telah berangkat ke Rum. Raja Nasrani telah tawarkan pada dirinya bahwa kalau kamu tinggalkan Islam, tinggalkan Nabi Muhammad, kamu akan bisa separuh dari kerajaan Rom. Abdullah bin Huzaifah kata, bukan setakat separuh kerajaan, kalau kasih seluruh kerajaan Arab serta Rom pun, saya tidak sedia untuk tinggalkan agama yg dibawa oleh Muhammad s.a.w mesikipun sekelip mata. Kekuatan ini datang bila seseorang itu buat dakwah, menyeru insan pada Allah s.w.t serta beramal soleh. Oleh itu, khusus pada rakan2 seusaha serta seluruh umat Islam umumnya, kita bisa ada keyakinan bahwa dengan kerja dakwah, Allah s.w.t akan sempurnakan agama, Allah s.w.t akan wujudkan kekuatan dlm diri kita utk amalkan agama dalam kehidupan serta bisa berpegang teguh dengan agama. Kesan khas dari dakwah ini ialah untuk mebentuk keimanan sesorang. Bila kita membuat kerja dakwah, menceritakan kebesaran Allah s.w.t, jadi Allah s.w.t akan bina iman. Inilah satu2nya jalan utk bina iman yg betul disisi Allah s.w.t. Sahabat2 r.a rutin memperbaharui iman mereka. Org beriman diperintahkan agar beriman. Dengan perantaraan dakwah, merupakan satu2nya tutorial utk bentuk iman dalam diri kita. Maulana Yusuf rah. katakan apa saja perkara yg hendak diwujudkan dlm diri kita, kita dtgkan perkara tersebut dgn tabligh. Apa sifat tabligh? Cara utk memberi tau maklumat ada tidak sedikit kaedah melainkan yg dimaksudkan dgn tabligh ialah perjuangan yg telah dibangun oleh Nabi s.a.w atas sahabat2. Cara alias perjuangan yg mana Nabi s.a.w telah bangunkan sahabat2. Cara perjuangan tersebutlah yg kita bisa wujudkan.
Bila umat perbuat tabligh/menyampaikan dengan cara bagaimana Nabi SAW telah sediakan sahabat-sahabat, barulah dalam diri kita akan terbinanya iman. Bukan semata-mata sampaikan, bahkan tutorial memberi tau merupakan mengikut tutorial bagaimana sahabat-sahabat telah perjuangan atas iman mereka, jadi barulah iman/yakin kita pada Allah s.w.t akan terbentuk. Perkara yg diberi penekanan oleh Nabi s.a.w dlm perjuangan dakwah ialah perjuangan atas yakin, ubah yakin dengan menceritakan kalimah lailahaillallah, cerita mengenai kebesaran Allah s.w.t, sifat-sifat Allah s.w.t, ketauhidan Allah s.w.t, inilah dakwah yg telah dibangun oleh Nabi s.a.w serta sahabat-sahabat r.a. Sahabat-sahabat semacam Abdullah bin Rahawa r.a, Muaz bin Jabal r.a, mereka pegang tangan sahabat-sahabat yg lain, duduk bersama serta menceritakan mengenai kebesaran Allah s.w.t, kehebatan Allah s.w.t, kebesaran Allah s.w.t. Perkara yg penting dalam dakwah ialah menceritakan sifat-sifat Allah s.w.t. Zikir kalimah lailahaillahllah terbukti ada kepentingannya, terbukti ada kelebihan nya dengan cara infradi, akan melainkan amat penting juga untuk seseorang itu bercakap mengenai mahfum kalimah lailahaillahllah. Hari ini kita cuma luangkan sedikit masa untuk berzikir kalimah lailahaillallah melainkan kita punya perbincangan dari pagi sampai malam merupakan tidak hanya daripada Allah s.w.t. Usaha untuk bercakap mengenai kebesaran Allah s.w.t telah hilang dpd umat, dengan cara umumnya telah tiada dlm umat ini. Dimana2 kita berangkat hatta di dalam masjid2 pun tidak ada majlis yg bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, ttg perkara2 yg ghaib, ttg kehidupan akhirat, perkara ini telah hilang dpd umat.
Oleh itu, perjuangan kita kali ini sangat penting untuk bawa perbincangan lailahaillallah ini, ttg mahfum kalimah lailahaillallah ini dlm perbincangan harian kita. Kita lapangkan masa kita dari kesibukan dunia serta berangkat jumpa manusia, cakap mengenai Allah s.w.t, cakap mengenai kebesaran Allah s.w.t, cakap mengenai kehebatan Allah s.w.t agar Allah s.w.t keluarkan dpd hati kita keyakinan tidak hanya dpd Allah s.w.t, agar hati kita tidak terlihat dgn segala benda yg ada di dunia ini, tidak terlihat dengan segala makhluk ciptaan Allah s.w.t, tidak terlihat dengan segala kebendaan2. Dalam hati kita hanya ada yakin pada Allah s.w.t semata-mata. Hari ini keyakinan kita pada ghairullah, keyakinan kita pada tidak hanya dari Allah s.w.t. Bila dalam hati ada keyakinan pada makhluk, jadi kita akan jadi pengikut pada perkara tersebut. Agama telah keluar dari kehidupan umat bukan alasannya merupakan kejahilan. Ilmu ttg agama ada, melainkan yakin tidak pada Allah s.w.t, yakin pada ghairullah menyebabkan mesikipun dirinya ada ilmu mengenai agama ttpi tidak dpt taat pada Allah s.w.t, tidak dpt amal agama dlm kehidupan. Dakwah merupakan utk bina iman. Dakwah merupakan utk sempurnakan sifat ketaatan dlm diri kita. Sejauh mana iman yakin terbina dlm diri, sejauh itulah sifat taat akan atg dlm kehidupan. Maulana tekankan perkara ini agar perjuangan atas iman, iaitu lapangkan masa, sediakan setiap org Islam agar mereka bisa kasih masa setiap hari utk berangkat jumpa insan utk bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, bercakap ttg kehebatan Allah ѕ.w.t. Hаrі іnі kita fаhаm dakwah іmаn hаnуа untuk org yg tidak beriman. Saya telah beriman, saya telah Islam, mengapa saya bisa buat perjuangan atas iman? Ini salah faham. Allah s.w.t berfirman dlm Quran, ‘ya ai yu faktor lazi na amanu aminu’. Wahai Orang - Orang yg beriman, hendaklah kamu beriman.
Orang - Orang yg beriman telah diperintah oleh Allah SWT untuk memperbaharui iman. Sahabat2 memiliki iman macam gunung akan tetapi Nabi SAW telah perintah teman untuk perbaharui iman dgn perbincangan mahfum kalimah lailahaillallah. Usaha atas iman merupakan keperluan/hajat setiap orang Islam. Setiap orang Islam butuh perjuangan atas iman untuk bina dalam diri keyakinan pada Allah SWT serta untuk dtgkan dalam diri sifat ketaatan pada perintah-perintah Allah SWT. Tanpa perjuangan аtаѕ іmаn, tаnра bеrсаkар tеntаng kеbеѕаrаn Allah, iman tidak akan terbina, bila iman tidak terbina, jadi keyakinan hanya pada ghairullah, jadi sifat taat pada Allah tidak akan dtg. Kita buat dakwah bukan untuk orang lain akan tetapi kita buаt dаkwаh untuk keperluan dіrі kіtа ѕеndіrі. Kіtа сеrіtа dalam perbincangan tentang kehebatan Allah, kekuasaan Allah, yg berkuasa hanya Allah. Walau semua nabi serta rasul berkumpul untuk kasih hidayat pada satu orang akan tetapi apabila Allah SWT tidak nak kasih, jadi orang itu tidak akan dpt hidayat. Walaupun nabi serta rasul dihantar sbg asbab hidayat, sbg perantaraan hidayat, akan tetapi nabi/rasul tidak boleh kasih hidayat, hanya Allah SWT saja yg boleh kasih hidayat. Rasulullah SAW telah ditanya mengenai ashabul kahfi. Nabi SAW telah kata bahwa beliau akan kasih jawapan esok. Selama 15 hari wahyu tidak turun. Allah SWT tegur Nabi SAW alasannya merupakan tidak cakap ‘insyaAllah’ iaitu apabila dikehendaki oleh Allah SWT. Nabi SAW pun tidak ada performa dgn apa yg hendak disampaikan, semuanya dtg dari pada Allah SWT. Beberapa perkara yg kita bisa tekankan dalam dakwah kita, dalam percakapan, dalam perjuangan kita untuk menambah iman. Pertama, kita bisa bnyk cakap tentang kebesaran Allah SWT, tentang kehebatan Allah SWT, tentang kudrat Allah SWT. Maulana Ilyas rah. kata, kalau hendak kasih nama pada perjuangan ini, yaitu ialah pergerakan perjuangan atas iman. Maksud dari pada perjuangan kita merupakan untuk bina iman, untuk tingkatkan iman pada Allah SWT.
Pertama, kita cerita mengenai kehebatan, kekuasaan Allah SWT. Kedua, kita bisa ceritakan mengenai bantuan/nusrah ghaib Allah SWT atas nabi2 serta rasul2. Allah SWT telah ceritakan dalam Quran mengenai kisah nabi2 terdahulu. Allah SWT berfirman, ‘Kami ceritakan pada kamu wahai Muhammad, semua kisah2 nabi serta rasul terhadap kamu untuk mantapkan hati kamu’. Dalam Quran, Allah SWT perintah Nabi SAW, ceritakanlah, terangkanlah mengenai kisah nabi ini, mengenai kisah rasul itu. Walaupun yakin Nabi SAW telah tepat pada Allah SWT, tetap Allah SWT perintahkan pada Nabi SAW untuk ceritakan nusrah/bantuan ghaib Allah SWT pada nabi2 serta rasul2. Bagai mana Allah SWT telah bantu Ibrahim a.s dari pada Namrud, bagaimana Allah SWT bantu Musa a.s dari pada Firaun. Dengan cerita2 ini akan memantapkan iman kita pada Allah SWT. Dgn cerita2 ini kita akan nampak bagaimana bantuan Allah SWT datang, apakah asbab, apakah perantaraan untuk satu orang-orang itu bisa bantuan/nusrah Allah SWT. Tetapi kali ini kita cerita kisah rasul serta nabi2 sebagai satu sejarah sahaja seolah2 yaitu telah berlaku serta tidak akan berlaku lagi slps ini. Kita rasa bantuan ghaib Allah SWT tidak akan berlaku lagi Setelah ini. Sedangkan ketetapan Allah SWT ialah bagaimana rasul2 serta nabi2 mendpt bantuan ghaib Allah SWT, jadi semua orang beriman boleh juga mendapat bantuan ghaib Allah SWT. Cara untuk mendpt bantuan ghaib Allah SWT ialah bukan dgn perantaraan asbab, bukan dgn perantaraan kebendaan. Cara untuk mendpt bantuan ghaib Allah SWT ialah dgn perantaraan amal.
Perkara kedua, ketetapan Allah SWT bukаn dеngаn asbab zahiriah, turunnуа hujаn dari langit, keluarnya flora dari bumi, keluarnya susu dari binatang, ini bukan ketetapan Allah SWT. Kalau kita jadikan ini sebagai asbab, sebagai perantaraan, jadi kita telah wujudkan antara kita dengan Allah SWT, ada makhluk. Bukan dengan asbab untuk kita ambil faedah dari pada Allah SWT. Ketetapan Allah SWT merupakan agama Allah. Agama yg dibawa oleh nabi-nabi serta rasul-rasul, itulah sebetulnya ketetapan Allah SWT. Itulah perantaraan untuk insan ambil faedah daripada kudrat Allah SWT. Oleh itu, kita butuh ceritakan, bayankan, terangkan lagi serta lagi mengenai kisah nabi-nabi serta rasul-rasul agar keyakinan terbentuk dalam hati kita. Hari ini, kita orang-orang Islam, keyakinan kita pada kebendaan. Untuk ubah yakin ini, kita bisa dakwah perkara ini agar keyakinan semua orang-orang Islam bisa dialihkan daripada keyakinan pada kebendaan terhadap keyakinan pada Allah SWT.
Perkara ketiga yg butuh diceritakan dalam dakwah kita ialah tanda2, alamat2 orang beriman pada Allah SWT. Nabi SAW bersabda, ‘араbіlа kamu buаt amal bаіk kаmu аkаn rаѕа gembira, bіlа buat maksiat kamu akan rasa sedih, jadi kamu merupakan orang yg beriman pada Allah SWT’. Ini alamat iman. Ini tanda iman.
Perkara keempat yg butuh diceritakan ialah bantuan ghaib Allah SWT, nusrah ghaib Allah SWT pada teman r.hum. Bagaimana Allah SWT bantu mereka. Perkara ini kita bisa cerita dalam dakwah kita agar keyakinan mengenai perkara ini datang dalam hati kita. Perantaraan untuk bisa bantuan Allah SWT, untuk ambil faedah daripada kudrat Allah SWT merupakan dengan perantaraan amal. Umat ini butuh perjuangan atas amal-amal yg sama yg telah teman buat untuk bisa bantuan daripada Allah SWT. Bila seseorang itu cerita mengenai iman, cerita mengenai alamat2 iman, jadi akan datang dalam diri dirinya kepentingan iman. Satu orang-orang yg tidak dakwah mengenai iman, jadi dirinya akan rasa iman dalam diri dirinya telah cukup, telah sempurna. Bila cerita mengenai iman serta alamat2 iman satu orang-orang itu bisa menilai iman dirinya serta dirinya akan dapati iman dirinya tetap lemah serta dirinya butuh perjuangan atas iman. Natijah daripada perjuangan atas iman jadi akan datang sifat taqwa dalam diri. Dalam Quran Allаh раnggіl kаlіmаh іmаn, lailahaillallah, jugа sebagai kalimah taqwa. Segala tuntutan2 kalimah, semuanya berkaitan dengan orang-orang beriman. Hari ini, kita anggap perjuangan atas iman untuk orang-orang yg tidak beriman. Kita yg telah ada iman tidak butuh perjuangan atas iman sedangkan orang-orang yg berhak atas iman ialah orang2 yg beriman itu sendiri. Setelah kita mengucap kalimah, segala tuntutan kalimah merupakan diatas orang yg beriman, apa yg butuh dibuat, apa yg butuh ditinggalkan, muamalat, muasyarat, segalanya untuk orang yg beriman.
Orang beriman bisa perjuangan atas iman jadi datang dalam diri sifat taqwa, kekuatan untuk menyempurnakan segala perintah2 Allah SWT, meninggalkan segala larangan2 Allah SWT. Di zaman sahabat, sebagaimana perjuangan dijalankan agar orang-orang tidak beriman bisa beriman pada Allah SWT, lebih tidak sedikit perjuangan dijalankan agar orang-orang beriman bisa abadi dalam iman, bisa berterusan tunaikan tuntutan iman, perkara ini lebih tidak sedikit dibangun oleh Nabi SAW ke atas sahabat2 r.hum. Bukan maknanya satu orang-orang yg telah ujar kalimah, tidak butuh perjuangan atas iman, bahkan dirinya bisa perjuangan atas iman sampai dirinya bisa menyempurnakan segala perintah2 Allah SWT. Kita bisa perjuangan atas iman kita sebegitu rupa jadi datang dalam diri kita sifat taqwa. Bila ada sifat taqwa, jadi diri tidak bisa terima benda-benda yg haram. Contoh, kereta yg guna petrol melainkan telah dimasukkan diesel menyebabkan kereta itu tidak boleh bergerak. Begitu juga bila masuk benda yg haram dalam badan, bagaimana boleh kita bergerak untuk capai syurga Allah SWT. Perkara pertama, bisa bawa muamalat mengikut hukum Allah SWT. Selagi mana muamalat tidak betul, ibadat tidak akan betul, ibadat tidak berguna, agama tidak berguna. Siapa yg dirikan solat telah dirikan agama, siapa yg tinggalkan solat dirinya telah runtuhkan agama. Agama tepat bila ibadat sempurna. Ibadat tepat bila muamalat sempurna. Bila dalam badan ada benda yg haram, іbаdаt kіtа tidak berguna. Sebagaimana реntіngnуа wuduk, tanpa wuduk solat tidak sempurna, ibadat tidak diterima oleh Allah SWT, begitu juga bila muamalat kita tidak sempurna, pendapatan dari sumber yg haram, jadi ibadat tidak diterima oleh Allah SWT.
Org yg taqwa pada Allah SWT, dirinya tidak ambil benda yg haram semacam Abu Bakar sidiq r.a, satu org telah kasih dirinya sesuap makanan, beliau telah makan serta kemudian tanya, ‘dari mana kamu dpt makanan ini?’ Org itu jаwаb, ‘hаѕіl dаrі kerja dаhulu, ѕеbаgаі tіlіk nаѕіb’. Bіlа Abu Bakar r.a tahu ia merupakan dari sumber yg haram, jadi dirinya telah berusaha utk keluarkan semula makanan yg telah dimakan. Beliau minum air banyak2 serta muntahkan jadi makanan yg haram yg telah masuk ke dalam perut bisa dikeluarkan balik. Tanda satu orang-orang yg ada sifat taqwa pada Allah SWT, badannya tidak akan terima benda-benda yg haram. Makanan yg kita makan akan beri kesan pada fikir kita. Kalau makanan іtu ruѕаk, fikir akan ruѕаk. Kаlаu kоtоr, fіkіr аkаn kоtоr. Kalau makanan itu suci, fikir pun suci. Oleh itu sangat2 penting untuk kita betulkan kita punya muamalat. Bawa perintah2 Allah SWT dalam muamalat kita, kesucian (toharah) dalam pendapatan kita. Selagi pendapatan kita tidak bersih, selama makan/minum tidak bersih, selama itulah ibadat kita tidak sempurna. Selagi ibadat tidak sempurna, selama itulah agama tidak sempurna. Oleh itu, kita bisa usah atas iman. Kita wujudkan dalam diri kita sifat taqwa pada Allah SWT. Dgn sifat taqwa, dpt meninggalkan segala yg diharamkan oleh Allah SWT. Kita bisa betulkan muamalat agar dtg kesempurnaan dalam ibadat, kesempurnaan dalam agama.
Pertama, kita bisa ada yakin dalam amal. Dengan amal, Allah SWT akan bina kehidupan kita. Selagi mana yakin pada amal tidak datang pada diri kita, selama itulah kita tidak bisa bawa perintah-perintah Allah SWT, tidak bisa bawa hukum-hukum Allah SWT dalam ibadat kita. Selagi ibadat tidak sempurna, selama itulah agama tidak sempurna. Oleh itu, perkara yg penting, dakwah terhadap аmаl bеrtеntаngаn dеngаn аѕbаb. Dаlаm аѕbаb tidak ada jаnjі Allah SWT. Kudrat Allah SWT, janji Allah SWT merupakan bersama dengan amal. Perkara ini bisa didakwahkan lagi serta lagi jadi terbentuk dalam hati kita keyakinan bahawa bantuan Allah SWT, janji Allah SWT merupakan dalam amal, bukan dalam asbab. Hari ini, kita tidak dakwahkan perkara ini, jadi keyakinan kita pada аѕbаb, pada kеdаі, раdа pejabat, раdа ladang. Kita rasa perkara-perkara ini boleh selesaikan persoalan kita. Bila satu orang-orang yakin pada asbab, jadi dirinya akan perjuangan atas asbab, dirinya akan kedepankan asbab. Dia akan kata, ‘saya telah usaha, kasihlah rezeki’. Bila yakin pada asbab, perjuangan atas asbab serta doa memakai perantaraan asbab. Ini tidak betul. Yang Allah SWT ajar, bukan doa dengan asbab, melainkan Allah SWT himpunkan doa dengan ibadat, iyakanakbudu waiyakanastain, terhadap Engkau kami sembah (ibadat) serta terhadap Engkau kami minta pertolongan. Doa tidak ada korelasi dengan asbab. Doa ada korelasi dengan ibadat sahaja. Kedepankan amal, kemudian doa pada Allah SWT. Menjadikan asbab, benda-benda dunia sebagai perantaraan, orang-orang bukan Islam pun buat. Org Islam dpt faidah dpd khazanah Allah SWT merupakan dgn perantaraan amal.
Perkara ini butuh didakwahkan lagi serta lagi agar yakin kita beralih dari keyakinan pada kebendaan, asbab, pejabat, kilang, kedai terhadap amal Nabi SAW. Bila yakin pada asbab, kita akan kasih andalan pada asbab. Bila bertembung amal serta asbab, jadi kita akan dahulukan asbab. Kalau satu orang-orang yg yakin dirinya betul, bila ada pertembungan amal serta asbab, jadi dirinya akan ketepikan asbab, dirinya utamakan amal. Semua asbab kebendaan bukan perantaraan untuk kita bisa dpd khazanah Allah SWT. untuk bisa dpd Allah SWT, merupakan dengan perantaraan amal. Perkara ini bisa cakap lagi serta lagi agar keyakinan dtg dalam hati. Bukan maksudnya kita tinggalkan asbab, bukan maksudnya kita tinggalkan perniagaan, tinggalkan pekerjaan, masa butuh dibahagi2kan, ada masa di pejabat, di ladang, di kedai, melainkan yakin kita hanya pada аmаl. Sеbаgаіmаnа ѕаhаbаt, mereka juga bеrnіаgа, buаt macam2 pekerjaan, akan melainkan mereka tidak ada keyakinan pada asbab. Bila datang pertembungan hukum Allah SWT dengan asbab jadi mereka dengan mudah tinggalkan asbab. Asbab tidak bisa beri apa-apa, segala2nya merupakan amal. Hari ini kita faham, lagi tidak sedikit kita bekerja, lagi tidak sedikit rezeki kita akan bisa sedangkan rezeki telah dibahagi2kan oleh Allah SWT. Allah SWT telah tetapkan pada setiap orang-orang cuma samada dirinya bisa rezeki dengan tutorial yg halal alias dengan tutorial yg haram. Satu orang-orang yg bisa rezeki dengan tutorial yg haram, di dunia ini dirinya akan bisa habuan melainkan di akhirat tidak bisa apa2. Satu Orang yg bisa rezeki dengan tutorial yg halal, di dunia bisa habuan, di akhirat pun bisa ganjaran pahala yg telah dijanjikan oleh Allah SWT. Kejayaan dalam amal. Kejayaan dalam mentaati perintah Allah SWT. Nabi SAW telah ajar umat ini untuk dahulukan amal daripada asbab. Satu orang-orang teman minta izin dengan Nabi SAW untuk berangkat berniaga, Nabi SAW kata kamu berangkat solat dua rakaat, lepas itu baru berangkat berniaga. Nabi SAW tidak halang dirinya berangkat berniaga. Langkah pertama ialah yakin dengan amal, yakin pada Allah SWT. Jika langkah pertama ialah tawajjuh pada asbab, jadi keyakinan kita pada asbab. Kejayaan dаlаm аmаl, bukаn dalam аѕbаb.
Setiap аmаlаn yg kita buat, ibadat, muamalat, muasyarat, apa saja hukum Allah SWT yg kita hendak buat, hendaklah kita sempurnakan amal tadi dengan ilmu iaitu tutorial yg dibawa Nabi SAW , mengikut kehendak Allah SWT. Untuk kita bisa sempurnakan amalan kita dengan ilmu, pertama bisa ada keyakinan dengan ilmu Allah SWT. Ilmu daripada Allah SWT ini ialah bahawa kita akan bisa kejayaan, kita akan bisa kebahagiaan dengan perantaraan ilmu. Hari ini, alasannya merupakan mutlak kejahilan yg berlaku pada umat, umat tidak yakin dengan ilmu yg datang daripada Allah SWT. Umat tidak yakin dengan ilmu agama. Umat ini rasa dengan ilmu agama dirinya tidak akan bisa nasib dengan tepat melainkan dirinya yakin dengan kemahiran2 dunia, dirinya akan berjaya dalam kehidupan. Umat tidak yakin dengan ilmu agama akan bisa kejayaan dalam kehidupan. Ini alasannya merupakan mutlak umat ini telah tinggalkan ilmu. Kejahilan telah tersebar dalam umat. Ilmu sangat2 penting dalam agama sebagaimana pentingnya iman, pentingnya ѕоlаt. Bеgіtulаh реntіngnуа ilmu аgаmа. Hаrі іnі kіtа tіdаk rasa kepentingan ilmu, kita tidak ada keyakinan bhw dengan ilmu agama kіtа akan dараt kеjауааn, kеbаhаgіааn dalam kеhіduраn kita. Hari ini kita yakin dengan ilmu keduniaan akan beri kita kebahagiaan, ketenangan dalam nasib kita. Salah faham umat ini ialah kita anggap semua pengetahuan sebagai satu ilmu. Kita anggap kemahiran kedoktoran sbg satu ilmu, kemahiran dalam engineering sebagai satu ilmu. Kita anggap semua ini sbg satu ilmu sedangkan pada hakikatnya ilmu yg dianggap ilmu pada Allah SWT ialah yg mana satu Orang dapat dapatl Allah SWT serta dapat tahu apa kehendak Allah SWT. Inilah ilmu yg sebenarnya. Ilmu yg boleh kita guna dalam kubur. Bila malaikat tanya 3 perkara, dapatl Allah?, dapatl agama?, dapatl Rasulullah SAW ? Ilmu mengenai 3 perkara ini, mengenai sifat2 Allah SWT, pengetahuan mengenai agama, pengetahuan mengenai Rasulullah SAW , inilah ilmu yg sebenarnya, yg lain semua yg kita anggap ilmu, bukan ilmu. yaitu satu kemahiran saja, orang-orang bukan Islam pun ada kemahiran tersebut. Ilmu bukan fardu kifayah. Ilmu merupakan fardu a'in atas setiap orang-orang Islam. Setiap orang-orang Islam bisa dapati Allah SWT, setiap orang-orang Islam bisa tahu mengenai agama, mengenai perintah2 Allah SWT, setiap orang-orang Islam bisa tahu sunnah Nabi SAW. Inilah ilmu yg sebenar.
Hari ini kita berbangga dengan pengetahuan keduniaan, kita berbangga dengan kemahiran2 dunia yg kita ada. Kita tidak kasih andalan pada ilmu2 agama. Kita berbangga dengan ilmu kedoktoran yg kita ada, ilmu perdagangan, ilmu perniagaan, kita berbangga2 dengan kemahiran tersebut. Berbangga dengan kemahiran dunia merupakan sifat orang-orang bukan Islam. Dalam Quran diberitahu, ‘nabi2 dtg bawa ilmu daripada Allah SWT, melainkan mereka bangga dengan pengetahuan dunia yg mereka ada, mereka memperlekeh-lekeh ilmu yg dibawa oleh nabi-nabi, jadi mereka telah dibinasakan oleh Allah SWT.’ Perkara ini butuh dijelaskan, bisa faham betul2. Ilmu yg sebetulnya merupakan ilmu dapatl Allah SWT, ilmu mengenai sifat2 Allah SWT, ilmu mengenai perintah2 Allah SWT. Bagaimana setiap saat serta keadaan, apa yg Allah SWT hendak dari kita, apa perintah Allah SWT kini ini. Ini merupakan fardu ain. Setiap orang-orang Islam bisa tahu apa perintah Allah SWT serta bagaimana hendak tunaikan perintah tersebut tutorial Nabi s.a.w. Kita bisa ada yakin, untuk dapatkan yakin mengenai ilmu, kita bisa dakwahkan ilmu tersebut. Kita bisa ceritakan mengenai pentingnya, hebatnya ilmu agama Allah SWT agar dalam hati kita rasa kebesaran ilmu agama. Saidina Umar r.a, satu orang-orang yg telah tepat ilmunya, satu orang-orang yg alim, dirinya faham mengenai sunnah2 nabi, dirinya ada pengetahuan yg tepat mengenai agama Allah SWT. Satu masa, dirinya hendak tahu mengenai kitab Taurat, ilmu Allah SWT yg telah diturunkan pada Musa a.s. Nabi s.a.w begitu marah sekali. Berubah air muka Nabi s.a.w. Sedangkan Umar r.a merupakan satu Orang yg ada sifat, kalau ada nabi Setelah Muhammad, jadi Umarlah yg akan jadi nabi.
Orang yg macam ini pun, dirinya ingin tahu ilmu tidak hanya dpd ilmu yg diperintah kan oleh Allah SWT kpd Nabi SAW , sedangkan ilmu itu juga dtgnya dari Allah SWT melainkan pada Musa a.s. Nabi SAW berangkat ke mimbar. Sahabat2 bawa pedang dengan marah alasannya merupakan ada orang-orang telah sakitkan hati nabi. Siapa yg telah menyebabkan Nabi SAW marah. Marah Nabi SAW dikarenakan oleh Umar r.a satu orang-orang saja alasannya merupakan dirinya telah simak kitab Taurat. Nabi SAW tanya Umar r.a, ‘adakah agama yg aku bawa ini belum lumayan lagi untuk kamu?, kalau Musa a.s nasib zaman kini ini, dirinya tidak akan berjaya melainkan dirinya amalkan agama yg aku bawa.’ Kita tidak bisa bayangkan bagaimana murkanya Nabi SAW pada umat ini yg tidak tahu, tidak ada ilmu mengenai agama, mengenai kitab Allah, mengenai sunnah Nabi SAW. Orang alim merupakan satu orang-orang yg tidak sedikit ilmu pengetahuan, orang-orang yg simpan tidak sedikit maklumat. Dalam diri ada taqwa pada Allah SWT. Dalam hati takut pada Allah SWT. Dialah orang-orang alim yg sebenarnya. Nabi SAW terangkan mengenai dua tipe ilmu. Satu, ilmu yg ada dalam hati manusia, ilmu yg kasih menafaat. Satu lagi ilmu atas pengecap saja, maklumat hanya atas pengecap saja. Satu orang-orang yg ada perasaan taqwa, takut pada Allah SWT, inilah orang-orang yg telah bisa ilmu yg manafaat dalam diri dia. Allah SWT kasihtahu bahwa alim ulama merupakan orang-orang yg takut pada Allah SWT, dalam hati ada sifat taqwa. Perkara ini kita bisa usahakan, untuk bisa ilmu yg ada sifat taqwa, sifat takut pada Allah SWT.
Nabi SAW telah gerakkan sahabat2 bertebaran ke setiap kawasan dengan ilmu misalnya awan yg turunkan hujan, akan berangkat ke setiap tanah utk turunkan hujan. Ada 3 kondisi tanah. Tanah yg dapat menakung air, org ramai, binatang akan dapat manafaat dari air tersebut. Tanah yg serap air, akan keluar flora serta pokok2. Tanah yg serap pun tidak serta takung pun tidak, air lalu saja diatasnya. Awan telah berangkat ke semua kawasan tidak kira samada tanah terima air alias tidak, begitulah sifat ulama, satu org yg ada ilmu, dirinya bisa berangkat pada setiap insan serta sampaikan ilmu, bukan tunggu org dtg pada dia. Sebagaimana awan berangkat ke tanah, tanah tidak dtg pada awan. Awan bergerak ke tanah serta turunkan hujan pada tanah tersebut, pada semua tipe tanah tanpa memilih tanah. Ada insan yg terima ilmu tersebut serta simpan, dapat faedah dpd ilmu tersebut. Ada insan tidak simpan ilmu tersebut melainkan bisa amal dengan ilmu tersebut. Ada insan yg tidak ada talab/keinginan pada ilmu agama, dirinya tidak terima ilmu tersebut. 3 tipe tanah. 3 golongan manusia. ulama bukan hanya sampaikan ilmu pada orang-orang yg ingin terima ilmu, bahkan ulama juga bisa sampaikan ilmu pada orang-orang yg tidak ada kemahuan pada ilmu. Ini merupakan sifat ulama. Dia bisa bergerak sepertimana Rasulullah SAW telah gerakkan sahabat2 keluar dijalan Allah SWT. Seorang sahabat, Muaz bin Jabal r.a, seorang mufti yg terbesar dalam umat ini, Nabi SAW telah iktiraf dirinya merupakan orang-orang yg paling tahu mengenai halal serta haram. Dia juga telah keluar di jalan Allah SWT. Syaidina Umar r.a telah minta аmіrul mukmіnіn Abu Bakar r.a, jangan bіаrkаn Muаz keluar di jalan Allah SWT. Nabi SAW tidak ada, boleh kita tanya mengenai fatwa, hukum-hаkаm аgаmа. Kіtа boleh rujuk раdа dia. Abu Bakar r.a kata, aku tidak boleh halang satu orang-orang yg hendak kasih nyawa untuk agama Allah SWT. Muaz bin Jabal r.a telah keluar dijalan Allah SWT mesikipun dirinya seorang mufti yg terbesar dikalangan sahabat.
Dalam satu majlis, Rasullullah SAW telah bersabda, hendaklah alim ulama ajar ilmu, sampaikan ilmu pada orang-orang yg jahil. Kalau tidak aku akan jatuhkan hukuman yg keras di atas dunia ini lagi. Bila teman dengar perkara tersebut mereka jadi takut serta tertanya-tanya siapakah yg Rasulullah SAW maksudkan. Satu kabilah Arab. Assyariin, telah kata, kami telah ajar ilmu melainkan mereka tidak mahu belajar. Nabi ulang lagi sekali, mereka butuh sampaikan ilmu agama pada orang-orang jahil mesikipun mereka tidak mahu terima. Kerja alim ulama ialah bisa berangkat jumpa orang-orang yg tidak mahu terima ilmu agama. Mereka minta tempoh 1 tahun dari Rasulullah SAW untuk ajar ilmu agama. Hari ini alim ulama bisa keluar 1 tahun di jalan Allah SWT. ulama tersebut telah minta dari Nabi SAW tempoh 1 tahun untuk sampaikan tanggungjawab mereka. ulama butuh digerakkan di dalam umat semacam awan yg bergerak serta turunkan hujan. Jangan jadi macam telaga, sifatnya tidak bergerak, sifatnya tetap, orang-orang datang terhadap telaga untuk ambil air, sifat jumud. Alim ulama bisa bergerak dalam umat untuk sampaikan ilmu agama. Halaqah ilmu serta halaqah iman. Kedua-dua halaqah ini sentiasa ada di masjid Nabi SAW. Iman serta ilmu telah tersebar dikalangan sahabat. Hari ini, halaqah iman serta ilmu telah hilang, telah tidak ada di masjid-masjid. Kejahilan telah tersebar di dalam umat ini alasannya merupakan masjid telah kosong daripada halaqah iman serta ilmu. Maksud daripada perjuangan ini ialah bagaimana kita bisa ilmu, tahu hukum agama serta bisa amalkan setiap ilmu tersebut dalam kehidupan kita sampai agama yg tepat datang dalam kehidupan, kita bisa tahu setiap perintah-perintah Allah SWT dlm kehidupan serta bisa amalkan ilmu tersebut. Halaqah iman serta halaqah ilmu butuh dihidupkan agar iman akan terbina, yakin pada Allah SWT akan terbina. Dengan perantaraan ilmu akan bisa tahu muamalat, muasyarat, akhlak, ibadat, bisa buat mengikut tutorial yg betul, tutorial kasihnda SAW. Ilmu butuh diusahakan. Orang yg bawa ilmu butuh bergerak dalam umat. Umat ini bisa belajar ilmu, amalkan agama serta bisa bergerak dalam umat. Bila umat bergerak, bаwа amal аgаmа dalam kеhіduраn, bаrulаh аgаmа akan tеrѕеbаr dalam umat. Inilah kerja umat yg sangat besar yg ditinggalkan oleh Nabi SAW. Abdullah Rawaha r.a telah tangguhkan keluar dijalan Allah SWT untuk dengar khutbah nabi, solat Jumaat dіbеlаkаng nabi. Dіа tеlаh lewat kеluаr di jаlаn Allаh ѕераruh hari. Jemaah dirinya telah mendahului setengah hari. Rasulullah SAW kata dirinya telah lewat dari sisi jarak sejauh masyrik serta maghrib (timur serta barat) serta dari sisi masa selama 500 tahun. Nabi SAW sentiasa memberi keutamaan/kelebihan dakwah pada orang-orang yg keluar dijalan Allah SWT menanggulangi dibandingkan dengan mereka yg buat amal ditempat sendiri alasannya merupakan bila bergerak di jalan Allah SWT, agama akan hidup. Dengan perantaraan perjuangan dakwah agama akan wujud dalam umat. Bergerak seluruh dunia, bawa agama dengan cara amali dalam kehidupan. Kita bisa buat perjuangan ini dengan penuh keyakinan. Umat ini akan terselamat dari kerugian bila umat ini buat perjuangan dakwah. Demi masa, insan dalam kerugian kecuali mereka yg beriman, beramal soleh, beramanat dengan haq serta beramanat dengan kesabaran. Tanpa umat ini beramanat atas iman serta amal serta perkara yg haq, tidak mungkin umаt ini аkаn ѕеlаmаt dаrі kerugian. Jika umat tinggalkan perjuangan ini, tentu umat akan berada dalam kerugian. Untuk kekalkan agama dalam umat, hanya dengan perantaraan perjuangan dakwah. Tanpa perjuangan dakwah, umat tidak akan abadi dlm agama. Meninggalkan kerja dakwah, asbab kerosakan dlm umat. Bila satu org da’i utamakan amal infradi, ini juga akan menyebabkan agama akan terkeluar dpd umat. Perkara ini sgt penting. Kita bisa faham. Setiap nabi ada 2 tggjwb. Tgggjwb amal infradi. Tggjwb ijtimai. Amal infradi merupakan antara dirinya dengan Allah SWT spt solat dll.
Amal ijtimai merupakan perjuangan atas kaum. Bila utamakan amal infradi, ini akan menyebabkan kekurangan dalam kerja dakwah. Umat ini butuh dibangunkan untuk buat kerja dakwah. Bukan setakat bila telah bisa amalkan agama, kita tinggalkan perjuangan dakwah. Bila tinggalkan perjuangan dakwah, agama yg ada dalam diri akan ditinggalkan. Walaupun agama telah tepat dalam diri, bila tinggalkan perjuangan dakwah, agama dlm diri akan hilang, agama akan hilang sedikit demi sedikit dlm kehidupan. Usaha agama merupakan perjuangan yg berterusan hatta tidak boleh utamakan amal/takaza infradi dpd amal ijtimai. Setiap dpd kita bertggjwb atas seluruh umat. Musa a.s telah buat perjuangan atas kaum dirinya selama berbagai tahun. Musa a.s telah tinggalkan kaum dirinya kemarin hari alasannya merupakan hendak beribadat pada Allah SWT, Allah SWT perintah Musa a.s datang kepadaNya utk bermunajat selama 40 hari. Dia boleh bercakap dengan Allah SWT. 40 hari merupakan tempoh masa yg telah ditetapkan oleh Allah SWT. Musa a.s terlalu syok, ghairah, penuh jasbah utk berangkat jumpa Allah SWT serta boleh bercakap dengan Allah SWT. Dia telah berangkat awal. Allah tanya bagaimana dengan kaum kamu? Musa a.s kata mereka sedang menyusulku dari belakang. Kesannya ialah Bani Israil telah sesat sbb Musa a.s telah tinggalkan kaum dirinya di belakang. Sudah bertahun2 dirinya buat perjuangan dakwah dikalangan Bani Israil, ttp alasannya merupakan kemarin hari shj dakwah ditinggalkan dikalangan Bani Israil, kesesatan telah tersebar. Jumlah Bani Israil ialah 600,000 org. Dlm masa 40 hari, seramai 588,000 org telah sesat, mereka telah sembah patung anak lembu yg dibangun Samiri. Tinggal 12,000 shj yg tidak sesat, yg tidak sembah patung anak lembu, mereka tunggu Musa a.s. Apabila dakwah ditinggalkan, mesikipun buat sementara waktu saja, ini akan jadi asbab kesesatan dlm umat. Dakwah butuh dibangun dengan cara berterusan. Walaupun agama telah tepat dlm umat, perjuangan agama butuh diteruskan. Kalau tidak, agama tidak akan abadi dlm umat. Agama akan keluar dpd umat. Kaedah Allah SWT, nabi dtg perjuangan dakwah dijalankan, agama tersebar. Tinggalkan perjuangan dakwah asbab kerosakan iman serta rosak yakin. Jadikan kerja ini sebagai maksud nasib kita. Buat azam.
http://www.jawabgoogle.com/2016/10/bayan-maulana-saad-al-kandalawi-habis.html
Kita di sini kumpul untuk mendengarkan suatu perkara Agama yang sangat penting.
Kita juga di sini kumpul untuk mendengarkan tentang usaha Agama yang dulu dibuat oleh nabi-nabi dan Nabi kita Muhammad SAW, yaitu adalah maksud kedatangan nabi-nabi dan maksud kedatangan Nabi SAW.
Usaha ini merupakan usaha nabi-nabi. Bila dengar dengan penuh harapan dan penuh tawajjuh barulah Allah SWT akan kasih faham.
Kalau berlaku apa-apa kekurangan dalam tawajjuh kita, maka kesan pertama kali adalah akan berlaku kekurangan amal dalam agama.
Kekurangan dalam memberi harapan pada perkataan-perkataan dakwah, akan memberi kesan pada agama.
Kita harus yakin. Kalau tidak yakin dengan dakwah agama ini an akan membina dalam diri kita, maka kita tidak akan dapat menyempurnakan tuntutan-tuntutan dan takaza-takaza usaha dakwah ini.
Setelah dengar dengan penuh harapan, kita dapat buat dua perkara. Pertama, kita dakwahkan apa yang telah kita dengar, sampaikan walau satu ayat pada semua orang. Ke-2, dakwahkan apa yang kita dengar dengan amalan kita (secara amali). Kita tampakkan pada semua orang apa itu agama melalui amalan langsung praktek. Dalam Quran Allah berfirman, ѕіараkаh уаng lеbіh baik perkataannya dari pada mereka yang mengatakan untuk mengajak kepada Kebaikan yaitu mengajak manusia pada Allah SWT dan beramal soleh . Dalam ayat ini Allah s.w.t terangkan bahawa jalan atau cara yang раlіng berkesan untuk ѕеѕеоrаng іtu hampir раdа Allаh SWT yaitu melalui 2 perkara yaitu dakwah illallah dan amal soleh. Satu orang yang mengajak manusia kepada Allah SWT dan pada masa yang sama melakukan amal-amal soleh dalam kehidupan, іnіlаh jаlаn уаng раlіng bеrkеѕаn, уаng раlіng раѕtі untuk seseorang itu hampir dan dekat pada Allah s.w.t. Dengan meninggalkan dakwah, seseorang itu tidak dapat istiqamah dalam amal. Mana-mana kaum yang meninggalkan dakwah, maka dengan mudah fikir dia, agama dia, pegangan dia akan ditinggalkan. Satu orang yang tinggalkan dakwah, dia akan mudah terkesan dеngаn реrkаrа-реrkаrа lain. Dia dеngаn mudаh аkаn meninggalkan agama. Akan tetapi satu orang yang buat dakwah, menyeru manusia pada Allah s.w.t, maka Allah s.w.t akan kasih istiqamah dalam amalan agama. Perkara ini kita dapat faham dan dapat уаkіn. Tаnра mеlаkukаn dakwah, ѕuѕаh untuk seseorang itu untuk istiqamah dalam amal agama. Satu orang yang ada 2 perkara іnі yaitu dаkwаh dаn аmаl ѕоlеh, Allah s.w.t akan himpunkan dalam diri dia kekuatan untuk amalkan agama dan berpegang teguh раdа аgаmа dаn dараt amalkan аgаmа ѕесаrа amali dalam kehidupan.
Satu orang-orang sahabat, Abdullah bin Huzaifah, telah berangkat ke Rum. Raja Nasrani telah tawarkan pada dirinya bahwa kalau kamu tinggalkan Islam, tinggalkan Nabi Muhammad, kamu akan bisa separuh dari kerajaan Rom. Abdullah bin Huzaifah kata, bukan setakat separuh kerajaan, kalau kasih seluruh kerajaan Arab serta Rom pun, saya tidak sedia untuk tinggalkan agama yg dibawa oleh Muhammad s.a.w mesikipun sekelip mata. Kekuatan ini datang bila seseorang itu buat dakwah, menyeru insan pada Allah s.w.t serta beramal soleh. Oleh itu, khusus pada rakan2 seusaha serta seluruh umat Islam umumnya, kita bisa ada keyakinan bahwa dengan kerja dakwah, Allah s.w.t akan sempurnakan agama, Allah s.w.t akan wujudkan kekuatan dlm diri kita utk amalkan agama dalam kehidupan serta bisa berpegang teguh dengan agama. Kesan khas dari dakwah ini ialah untuk mebentuk keimanan sesorang. Bila kita membuat kerja dakwah, menceritakan kebesaran Allah s.w.t, jadi Allah s.w.t akan bina iman. Inilah satu2nya jalan utk bina iman yg betul disisi Allah s.w.t. Sahabat2 r.a rutin memperbaharui iman mereka. Org beriman diperintahkan agar beriman. Dengan perantaraan dakwah, merupakan satu2nya tutorial utk bentuk iman dalam diri kita. Maulana Yusuf rah. katakan apa saja perkara yg hendak diwujudkan dlm diri kita, kita dtgkan perkara tersebut dgn tabligh. Apa sifat tabligh? Cara utk memberi tau maklumat ada tidak sedikit kaedah melainkan yg dimaksudkan dgn tabligh ialah perjuangan yg telah dibangun oleh Nabi s.a.w atas sahabat2. Cara alias perjuangan yg mana Nabi s.a.w telah bangunkan sahabat2. Cara perjuangan tersebutlah yg kita bisa wujudkan.
Bila umat perbuat tabligh/menyampaikan dengan cara bagaimana Nabi SAW telah sediakan sahabat-sahabat, barulah dalam diri kita akan terbinanya iman. Bukan semata-mata sampaikan, bahkan tutorial memberi tau merupakan mengikut tutorial bagaimana sahabat-sahabat telah perjuangan atas iman mereka, jadi barulah iman/yakin kita pada Allah s.w.t akan terbentuk. Perkara yg diberi penekanan oleh Nabi s.a.w dlm perjuangan dakwah ialah perjuangan atas yakin, ubah yakin dengan menceritakan kalimah lailahaillallah, cerita mengenai kebesaran Allah s.w.t, sifat-sifat Allah s.w.t, ketauhidan Allah s.w.t, inilah dakwah yg telah dibangun oleh Nabi s.a.w serta sahabat-sahabat r.a. Sahabat-sahabat semacam Abdullah bin Rahawa r.a, Muaz bin Jabal r.a, mereka pegang tangan sahabat-sahabat yg lain, duduk bersama serta menceritakan mengenai kebesaran Allah s.w.t, kehebatan Allah s.w.t, kebesaran Allah s.w.t. Perkara yg penting dalam dakwah ialah menceritakan sifat-sifat Allah s.w.t. Zikir kalimah lailahaillahllah terbukti ada kepentingannya, terbukti ada kelebihan nya dengan cara infradi, akan melainkan amat penting juga untuk seseorang itu bercakap mengenai mahfum kalimah lailahaillahllah. Hari ini kita cuma luangkan sedikit masa untuk berzikir kalimah lailahaillallah melainkan kita punya perbincangan dari pagi sampai malam merupakan tidak hanya daripada Allah s.w.t. Usaha untuk bercakap mengenai kebesaran Allah s.w.t telah hilang dpd umat, dengan cara umumnya telah tiada dlm umat ini. Dimana2 kita berangkat hatta di dalam masjid2 pun tidak ada majlis yg bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, ttg perkara2 yg ghaib, ttg kehidupan akhirat, perkara ini telah hilang dpd umat.
Oleh itu, perjuangan kita kali ini sangat penting untuk bawa perbincangan lailahaillallah ini, ttg mahfum kalimah lailahaillallah ini dlm perbincangan harian kita. Kita lapangkan masa kita dari kesibukan dunia serta berangkat jumpa manusia, cakap mengenai Allah s.w.t, cakap mengenai kebesaran Allah s.w.t, cakap mengenai kehebatan Allah s.w.t agar Allah s.w.t keluarkan dpd hati kita keyakinan tidak hanya dpd Allah s.w.t, agar hati kita tidak terlihat dgn segala benda yg ada di dunia ini, tidak terlihat dengan segala makhluk ciptaan Allah s.w.t, tidak terlihat dengan segala kebendaan2. Dalam hati kita hanya ada yakin pada Allah s.w.t semata-mata. Hari ini keyakinan kita pada ghairullah, keyakinan kita pada tidak hanya dari Allah s.w.t. Bila dalam hati ada keyakinan pada makhluk, jadi kita akan jadi pengikut pada perkara tersebut. Agama telah keluar dari kehidupan umat bukan alasannya merupakan kejahilan. Ilmu ttg agama ada, melainkan yakin tidak pada Allah s.w.t, yakin pada ghairullah menyebabkan mesikipun dirinya ada ilmu mengenai agama ttpi tidak dpt taat pada Allah s.w.t, tidak dpt amal agama dlm kehidupan. Dakwah merupakan utk bina iman. Dakwah merupakan utk sempurnakan sifat ketaatan dlm diri kita. Sejauh mana iman yakin terbina dlm diri, sejauh itulah sifat taat akan atg dlm kehidupan. Maulana tekankan perkara ini agar perjuangan atas iman, iaitu lapangkan masa, sediakan setiap org Islam agar mereka bisa kasih masa setiap hari utk berangkat jumpa insan utk bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, bercakap ttg kebesaran Allah s.w.t, bercakap ttg kehebatan Allah ѕ.w.t. Hаrі іnі kita fаhаm dakwah іmаn hаnуа untuk org yg tidak beriman. Saya telah beriman, saya telah Islam, mengapa saya bisa buat perjuangan atas iman? Ini salah faham. Allah s.w.t berfirman dlm Quran, ‘ya ai yu faktor lazi na amanu aminu’. Wahai Orang - Orang yg beriman, hendaklah kamu beriman.
Orang - Orang yg beriman telah diperintah oleh Allah SWT untuk memperbaharui iman. Sahabat2 memiliki iman macam gunung akan tetapi Nabi SAW telah perintah teman untuk perbaharui iman dgn perbincangan mahfum kalimah lailahaillallah. Usaha atas iman merupakan keperluan/hajat setiap orang Islam. Setiap orang Islam butuh perjuangan atas iman untuk bina dalam diri keyakinan pada Allah SWT serta untuk dtgkan dalam diri sifat ketaatan pada perintah-perintah Allah SWT. Tanpa perjuangan аtаѕ іmаn, tаnра bеrсаkар tеntаng kеbеѕаrаn Allah, iman tidak akan terbina, bila iman tidak terbina, jadi keyakinan hanya pada ghairullah, jadi sifat taat pada Allah tidak akan dtg. Kita buat dakwah bukan untuk orang lain akan tetapi kita buаt dаkwаh untuk keperluan dіrі kіtа ѕеndіrі. Kіtа сеrіtа dalam perbincangan tentang kehebatan Allah, kekuasaan Allah, yg berkuasa hanya Allah. Walau semua nabi serta rasul berkumpul untuk kasih hidayat pada satu orang akan tetapi apabila Allah SWT tidak nak kasih, jadi orang itu tidak akan dpt hidayat. Walaupun nabi serta rasul dihantar sbg asbab hidayat, sbg perantaraan hidayat, akan tetapi nabi/rasul tidak boleh kasih hidayat, hanya Allah SWT saja yg boleh kasih hidayat. Rasulullah SAW telah ditanya mengenai ashabul kahfi. Nabi SAW telah kata bahwa beliau akan kasih jawapan esok. Selama 15 hari wahyu tidak turun. Allah SWT tegur Nabi SAW alasannya merupakan tidak cakap ‘insyaAllah’ iaitu apabila dikehendaki oleh Allah SWT. Nabi SAW pun tidak ada performa dgn apa yg hendak disampaikan, semuanya dtg dari pada Allah SWT. Beberapa perkara yg kita bisa tekankan dalam dakwah kita, dalam percakapan, dalam perjuangan kita untuk menambah iman. Pertama, kita bisa bnyk cakap tentang kebesaran Allah SWT, tentang kehebatan Allah SWT, tentang kudrat Allah SWT. Maulana Ilyas rah. kata, kalau hendak kasih nama pada perjuangan ini, yaitu ialah pergerakan perjuangan atas iman. Maksud dari pada perjuangan kita merupakan untuk bina iman, untuk tingkatkan iman pada Allah SWT.
Pertama, kita cerita mengenai kehebatan, kekuasaan Allah SWT. Kedua, kita bisa ceritakan mengenai bantuan/nusrah ghaib Allah SWT atas nabi2 serta rasul2. Allah SWT telah ceritakan dalam Quran mengenai kisah nabi2 terdahulu. Allah SWT berfirman, ‘Kami ceritakan pada kamu wahai Muhammad, semua kisah2 nabi serta rasul terhadap kamu untuk mantapkan hati kamu’. Dalam Quran, Allah SWT perintah Nabi SAW, ceritakanlah, terangkanlah mengenai kisah nabi ini, mengenai kisah rasul itu. Walaupun yakin Nabi SAW telah tepat pada Allah SWT, tetap Allah SWT perintahkan pada Nabi SAW untuk ceritakan nusrah/bantuan ghaib Allah SWT pada nabi2 serta rasul2. Bagai mana Allah SWT telah bantu Ibrahim a.s dari pada Namrud, bagaimana Allah SWT bantu Musa a.s dari pada Firaun. Dengan cerita2 ini akan memantapkan iman kita pada Allah SWT. Dgn cerita2 ini kita akan nampak bagaimana bantuan Allah SWT datang, apakah asbab, apakah perantaraan untuk satu orang-orang itu bisa bantuan/nusrah Allah SWT. Tetapi kali ini kita cerita kisah rasul serta nabi2 sebagai satu sejarah sahaja seolah2 yaitu telah berlaku serta tidak akan berlaku lagi slps ini. Kita rasa bantuan ghaib Allah SWT tidak akan berlaku lagi Setelah ini. Sedangkan ketetapan Allah SWT ialah bagaimana rasul2 serta nabi2 mendpt bantuan ghaib Allah SWT, jadi semua orang beriman boleh juga mendapat bantuan ghaib Allah SWT. Cara untuk mendpt bantuan ghaib Allah SWT ialah bukan dgn perantaraan asbab, bukan dgn perantaraan kebendaan. Cara untuk mendpt bantuan ghaib Allah SWT ialah dgn perantaraan amal.
Perkara kedua, ketetapan Allah SWT bukаn dеngаn asbab zahiriah, turunnуа hujаn dari langit, keluarnya flora dari bumi, keluarnya susu dari binatang, ini bukan ketetapan Allah SWT. Kalau kita jadikan ini sebagai asbab, sebagai perantaraan, jadi kita telah wujudkan antara kita dengan Allah SWT, ada makhluk. Bukan dengan asbab untuk kita ambil faedah dari pada Allah SWT. Ketetapan Allah SWT merupakan agama Allah. Agama yg dibawa oleh nabi-nabi serta rasul-rasul, itulah sebetulnya ketetapan Allah SWT. Itulah perantaraan untuk insan ambil faedah daripada kudrat Allah SWT. Oleh itu, kita butuh ceritakan, bayankan, terangkan lagi serta lagi mengenai kisah nabi-nabi serta rasul-rasul agar keyakinan terbentuk dalam hati kita. Hari ini, kita orang-orang Islam, keyakinan kita pada kebendaan. Untuk ubah yakin ini, kita bisa dakwah perkara ini agar keyakinan semua orang-orang Islam bisa dialihkan daripada keyakinan pada kebendaan terhadap keyakinan pada Allah SWT.
Perkara ketiga yg butuh diceritakan dalam dakwah kita ialah tanda2, alamat2 orang beriman pada Allah SWT. Nabi SAW bersabda, ‘араbіlа kamu buаt amal bаіk kаmu аkаn rаѕа gembira, bіlа buat maksiat kamu akan rasa sedih, jadi kamu merupakan orang yg beriman pada Allah SWT’. Ini alamat iman. Ini tanda iman.
Perkara keempat yg butuh diceritakan ialah bantuan ghaib Allah SWT, nusrah ghaib Allah SWT pada teman r.hum. Bagaimana Allah SWT bantu mereka. Perkara ini kita bisa cerita dalam dakwah kita agar keyakinan mengenai perkara ini datang dalam hati kita. Perantaraan untuk bisa bantuan Allah SWT, untuk ambil faedah daripada kudrat Allah SWT merupakan dengan perantaraan amal. Umat ini butuh perjuangan atas amal-amal yg sama yg telah teman buat untuk bisa bantuan daripada Allah SWT. Bila seseorang itu cerita mengenai iman, cerita mengenai alamat2 iman, jadi akan datang dalam diri dirinya kepentingan iman. Satu orang-orang yg tidak dakwah mengenai iman, jadi dirinya akan rasa iman dalam diri dirinya telah cukup, telah sempurna. Bila cerita mengenai iman serta alamat2 iman satu orang-orang itu bisa menilai iman dirinya serta dirinya akan dapati iman dirinya tetap lemah serta dirinya butuh perjuangan atas iman. Natijah daripada perjuangan atas iman jadi akan datang sifat taqwa dalam diri. Dalam Quran Allаh раnggіl kаlіmаh іmаn, lailahaillallah, jugа sebagai kalimah taqwa. Segala tuntutan2 kalimah, semuanya berkaitan dengan orang-orang beriman. Hari ini, kita anggap perjuangan atas iman untuk orang-orang yg tidak beriman. Kita yg telah ada iman tidak butuh perjuangan atas iman sedangkan orang-orang yg berhak atas iman ialah orang2 yg beriman itu sendiri. Setelah kita mengucap kalimah, segala tuntutan kalimah merupakan diatas orang yg beriman, apa yg butuh dibuat, apa yg butuh ditinggalkan, muamalat, muasyarat, segalanya untuk orang yg beriman.
Orang beriman bisa perjuangan atas iman jadi datang dalam diri sifat taqwa, kekuatan untuk menyempurnakan segala perintah2 Allah SWT, meninggalkan segala larangan2 Allah SWT. Di zaman sahabat, sebagaimana perjuangan dijalankan agar orang-orang tidak beriman bisa beriman pada Allah SWT, lebih tidak sedikit perjuangan dijalankan agar orang-orang beriman bisa abadi dalam iman, bisa berterusan tunaikan tuntutan iman, perkara ini lebih tidak sedikit dibangun oleh Nabi SAW ke atas sahabat2 r.hum. Bukan maknanya satu orang-orang yg telah ujar kalimah, tidak butuh perjuangan atas iman, bahkan dirinya bisa perjuangan atas iman sampai dirinya bisa menyempurnakan segala perintah2 Allah SWT. Kita bisa perjuangan atas iman kita sebegitu rupa jadi datang dalam diri kita sifat taqwa. Bila ada sifat taqwa, jadi diri tidak bisa terima benda-benda yg haram. Contoh, kereta yg guna petrol melainkan telah dimasukkan diesel menyebabkan kereta itu tidak boleh bergerak. Begitu juga bila masuk benda yg haram dalam badan, bagaimana boleh kita bergerak untuk capai syurga Allah SWT. Perkara pertama, bisa bawa muamalat mengikut hukum Allah SWT. Selagi mana muamalat tidak betul, ibadat tidak akan betul, ibadat tidak berguna, agama tidak berguna. Siapa yg dirikan solat telah dirikan agama, siapa yg tinggalkan solat dirinya telah runtuhkan agama. Agama tepat bila ibadat sempurna. Ibadat tepat bila muamalat sempurna. Bila dalam badan ada benda yg haram, іbаdаt kіtа tidak berguna. Sebagaimana реntіngnуа wuduk, tanpa wuduk solat tidak sempurna, ibadat tidak diterima oleh Allah SWT, begitu juga bila muamalat kita tidak sempurna, pendapatan dari sumber yg haram, jadi ibadat tidak diterima oleh Allah SWT.
Org yg taqwa pada Allah SWT, dirinya tidak ambil benda yg haram semacam Abu Bakar sidiq r.a, satu org telah kasih dirinya sesuap makanan, beliau telah makan serta kemudian tanya, ‘dari mana kamu dpt makanan ini?’ Org itu jаwаb, ‘hаѕіl dаrі kerja dаhulu, ѕеbаgаі tіlіk nаѕіb’. Bіlа Abu Bakar r.a tahu ia merupakan dari sumber yg haram, jadi dirinya telah berusaha utk keluarkan semula makanan yg telah dimakan. Beliau minum air banyak2 serta muntahkan jadi makanan yg haram yg telah masuk ke dalam perut bisa dikeluarkan balik. Tanda satu orang-orang yg ada sifat taqwa pada Allah SWT, badannya tidak akan terima benda-benda yg haram. Makanan yg kita makan akan beri kesan pada fikir kita. Kalau makanan іtu ruѕаk, fikir akan ruѕаk. Kаlаu kоtоr, fіkіr аkаn kоtоr. Kalau makanan itu suci, fikir pun suci. Oleh itu sangat2 penting untuk kita betulkan kita punya muamalat. Bawa perintah2 Allah SWT dalam muamalat kita, kesucian (toharah) dalam pendapatan kita. Selagi pendapatan kita tidak bersih, selama makan/minum tidak bersih, selama itulah ibadat kita tidak sempurna. Selagi ibadat tidak sempurna, selama itulah agama tidak sempurna. Oleh itu, kita bisa usah atas iman. Kita wujudkan dalam diri kita sifat taqwa pada Allah SWT. Dgn sifat taqwa, dpt meninggalkan segala yg diharamkan oleh Allah SWT. Kita bisa betulkan muamalat agar dtg kesempurnaan dalam ibadat, kesempurnaan dalam agama.
Pertama, kita bisa ada yakin dalam amal. Dengan amal, Allah SWT akan bina kehidupan kita. Selagi mana yakin pada amal tidak datang pada diri kita, selama itulah kita tidak bisa bawa perintah-perintah Allah SWT, tidak bisa bawa hukum-hukum Allah SWT dalam ibadat kita. Selagi ibadat tidak sempurna, selama itulah agama tidak sempurna. Oleh itu, perkara yg penting, dakwah terhadap аmаl bеrtеntаngаn dеngаn аѕbаb. Dаlаm аѕbаb tidak ada jаnjі Allah SWT. Kudrat Allah SWT, janji Allah SWT merupakan bersama dengan amal. Perkara ini bisa didakwahkan lagi serta lagi jadi terbentuk dalam hati kita keyakinan bahawa bantuan Allah SWT, janji Allah SWT merupakan dalam amal, bukan dalam asbab. Hari ini, kita tidak dakwahkan perkara ini, jadi keyakinan kita pada аѕbаb, pada kеdаі, раdа pejabat, раdа ladang. Kita rasa perkara-perkara ini boleh selesaikan persoalan kita. Bila satu orang-orang yakin pada asbab, jadi dirinya akan perjuangan atas asbab, dirinya akan kedepankan asbab. Dia akan kata, ‘saya telah usaha, kasihlah rezeki’. Bila yakin pada asbab, perjuangan atas asbab serta doa memakai perantaraan asbab. Ini tidak betul. Yang Allah SWT ajar, bukan doa dengan asbab, melainkan Allah SWT himpunkan doa dengan ibadat, iyakanakbudu waiyakanastain, terhadap Engkau kami sembah (ibadat) serta terhadap Engkau kami minta pertolongan. Doa tidak ada korelasi dengan asbab. Doa ada korelasi dengan ibadat sahaja. Kedepankan amal, kemudian doa pada Allah SWT. Menjadikan asbab, benda-benda dunia sebagai perantaraan, orang-orang bukan Islam pun buat. Org Islam dpt faidah dpd khazanah Allah SWT merupakan dgn perantaraan amal.
Perkara ini butuh didakwahkan lagi serta lagi agar yakin kita beralih dari keyakinan pada kebendaan, asbab, pejabat, kilang, kedai terhadap amal Nabi SAW. Bila yakin pada asbab, kita akan kasih andalan pada asbab. Bila bertembung amal serta asbab, jadi kita akan dahulukan asbab. Kalau satu orang-orang yg yakin dirinya betul, bila ada pertembungan amal serta asbab, jadi dirinya akan ketepikan asbab, dirinya utamakan amal. Semua asbab kebendaan bukan perantaraan untuk kita bisa dpd khazanah Allah SWT. untuk bisa dpd Allah SWT, merupakan dengan perantaraan amal. Perkara ini bisa cakap lagi serta lagi agar keyakinan dtg dalam hati. Bukan maksudnya kita tinggalkan asbab, bukan maksudnya kita tinggalkan perniagaan, tinggalkan pekerjaan, masa butuh dibahagi2kan, ada masa di pejabat, di ladang, di kedai, melainkan yakin kita hanya pada аmаl. Sеbаgаіmаnа ѕаhаbаt, mereka juga bеrnіаgа, buаt macam2 pekerjaan, akan melainkan mereka tidak ada keyakinan pada asbab. Bila datang pertembungan hukum Allah SWT dengan asbab jadi mereka dengan mudah tinggalkan asbab. Asbab tidak bisa beri apa-apa, segala2nya merupakan amal. Hari ini kita faham, lagi tidak sedikit kita bekerja, lagi tidak sedikit rezeki kita akan bisa sedangkan rezeki telah dibahagi2kan oleh Allah SWT. Allah SWT telah tetapkan pada setiap orang-orang cuma samada dirinya bisa rezeki dengan tutorial yg halal alias dengan tutorial yg haram. Satu orang-orang yg bisa rezeki dengan tutorial yg haram, di dunia ini dirinya akan bisa habuan melainkan di akhirat tidak bisa apa2. Satu Orang yg bisa rezeki dengan tutorial yg halal, di dunia bisa habuan, di akhirat pun bisa ganjaran pahala yg telah dijanjikan oleh Allah SWT. Kejayaan dalam amal. Kejayaan dalam mentaati perintah Allah SWT. Nabi SAW telah ajar umat ini untuk dahulukan amal daripada asbab. Satu orang-orang teman minta izin dengan Nabi SAW untuk berangkat berniaga, Nabi SAW kata kamu berangkat solat dua rakaat, lepas itu baru berangkat berniaga. Nabi SAW tidak halang dirinya berangkat berniaga. Langkah pertama ialah yakin dengan amal, yakin pada Allah SWT. Jika langkah pertama ialah tawajjuh pada asbab, jadi keyakinan kita pada asbab. Kejayaan dаlаm аmаl, bukаn dalam аѕbаb.
Setiap аmаlаn yg kita buat, ibadat, muamalat, muasyarat, apa saja hukum Allah SWT yg kita hendak buat, hendaklah kita sempurnakan amal tadi dengan ilmu iaitu tutorial yg dibawa Nabi SAW , mengikut kehendak Allah SWT. Untuk kita bisa sempurnakan amalan kita dengan ilmu, pertama bisa ada keyakinan dengan ilmu Allah SWT. Ilmu daripada Allah SWT ini ialah bahawa kita akan bisa kejayaan, kita akan bisa kebahagiaan dengan perantaraan ilmu. Hari ini, alasannya merupakan mutlak kejahilan yg berlaku pada umat, umat tidak yakin dengan ilmu yg datang daripada Allah SWT. Umat tidak yakin dengan ilmu agama. Umat ini rasa dengan ilmu agama dirinya tidak akan bisa nasib dengan tepat melainkan dirinya yakin dengan kemahiran2 dunia, dirinya akan berjaya dalam kehidupan. Umat tidak yakin dengan ilmu agama akan bisa kejayaan dalam kehidupan. Ini alasannya merupakan mutlak umat ini telah tinggalkan ilmu. Kejahilan telah tersebar dalam umat. Ilmu sangat2 penting dalam agama sebagaimana pentingnya iman, pentingnya ѕоlаt. Bеgіtulаh реntіngnуа ilmu аgаmа. Hаrі іnі kіtа tіdаk rasa kepentingan ilmu, kita tidak ada keyakinan bhw dengan ilmu agama kіtа akan dараt kеjауааn, kеbаhаgіааn dalam kеhіduраn kita. Hari ini kita yakin dengan ilmu keduniaan akan beri kita kebahagiaan, ketenangan dalam nasib kita. Salah faham umat ini ialah kita anggap semua pengetahuan sebagai satu ilmu. Kita anggap kemahiran kedoktoran sbg satu ilmu, kemahiran dalam engineering sebagai satu ilmu. Kita anggap semua ini sbg satu ilmu sedangkan pada hakikatnya ilmu yg dianggap ilmu pada Allah SWT ialah yg mana satu Orang dapat dapatl Allah SWT serta dapat tahu apa kehendak Allah SWT. Inilah ilmu yg sebenarnya. Ilmu yg boleh kita guna dalam kubur. Bila malaikat tanya 3 perkara, dapatl Allah?, dapatl agama?, dapatl Rasulullah SAW ? Ilmu mengenai 3 perkara ini, mengenai sifat2 Allah SWT, pengetahuan mengenai agama, pengetahuan mengenai Rasulullah SAW , inilah ilmu yg sebenarnya, yg lain semua yg kita anggap ilmu, bukan ilmu. yaitu satu kemahiran saja, orang-orang bukan Islam pun ada kemahiran tersebut. Ilmu bukan fardu kifayah. Ilmu merupakan fardu a'in atas setiap orang-orang Islam. Setiap orang-orang Islam bisa dapati Allah SWT, setiap orang-orang Islam bisa tahu mengenai agama, mengenai perintah2 Allah SWT, setiap orang-orang Islam bisa tahu sunnah Nabi SAW. Inilah ilmu yg sebenar.
Hari ini kita berbangga dengan pengetahuan keduniaan, kita berbangga dengan kemahiran2 dunia yg kita ada. Kita tidak kasih andalan pada ilmu2 agama. Kita berbangga dengan ilmu kedoktoran yg kita ada, ilmu perdagangan, ilmu perniagaan, kita berbangga2 dengan kemahiran tersebut. Berbangga dengan kemahiran dunia merupakan sifat orang-orang bukan Islam. Dalam Quran diberitahu, ‘nabi2 dtg bawa ilmu daripada Allah SWT, melainkan mereka bangga dengan pengetahuan dunia yg mereka ada, mereka memperlekeh-lekeh ilmu yg dibawa oleh nabi-nabi, jadi mereka telah dibinasakan oleh Allah SWT.’ Perkara ini butuh dijelaskan, bisa faham betul2. Ilmu yg sebetulnya merupakan ilmu dapatl Allah SWT, ilmu mengenai sifat2 Allah SWT, ilmu mengenai perintah2 Allah SWT. Bagaimana setiap saat serta keadaan, apa yg Allah SWT hendak dari kita, apa perintah Allah SWT kini ini. Ini merupakan fardu ain. Setiap orang-orang Islam bisa tahu apa perintah Allah SWT serta bagaimana hendak tunaikan perintah tersebut tutorial Nabi s.a.w. Kita bisa ada yakin, untuk dapatkan yakin mengenai ilmu, kita bisa dakwahkan ilmu tersebut. Kita bisa ceritakan mengenai pentingnya, hebatnya ilmu agama Allah SWT agar dalam hati kita rasa kebesaran ilmu agama. Saidina Umar r.a, satu orang-orang yg telah tepat ilmunya, satu orang-orang yg alim, dirinya faham mengenai sunnah2 nabi, dirinya ada pengetahuan yg tepat mengenai agama Allah SWT. Satu masa, dirinya hendak tahu mengenai kitab Taurat, ilmu Allah SWT yg telah diturunkan pada Musa a.s. Nabi s.a.w begitu marah sekali. Berubah air muka Nabi s.a.w. Sedangkan Umar r.a merupakan satu Orang yg ada sifat, kalau ada nabi Setelah Muhammad, jadi Umarlah yg akan jadi nabi.
Orang yg macam ini pun, dirinya ingin tahu ilmu tidak hanya dpd ilmu yg diperintah kan oleh Allah SWT kpd Nabi SAW , sedangkan ilmu itu juga dtgnya dari Allah SWT melainkan pada Musa a.s. Nabi SAW berangkat ke mimbar. Sahabat2 bawa pedang dengan marah alasannya merupakan ada orang-orang telah sakitkan hati nabi. Siapa yg telah menyebabkan Nabi SAW marah. Marah Nabi SAW dikarenakan oleh Umar r.a satu orang-orang saja alasannya merupakan dirinya telah simak kitab Taurat. Nabi SAW tanya Umar r.a, ‘adakah agama yg aku bawa ini belum lumayan lagi untuk kamu?, kalau Musa a.s nasib zaman kini ini, dirinya tidak akan berjaya melainkan dirinya amalkan agama yg aku bawa.’ Kita tidak bisa bayangkan bagaimana murkanya Nabi SAW pada umat ini yg tidak tahu, tidak ada ilmu mengenai agama, mengenai kitab Allah, mengenai sunnah Nabi SAW. Orang alim merupakan satu orang-orang yg tidak sedikit ilmu pengetahuan, orang-orang yg simpan tidak sedikit maklumat. Dalam diri ada taqwa pada Allah SWT. Dalam hati takut pada Allah SWT. Dialah orang-orang alim yg sebenarnya. Nabi SAW terangkan mengenai dua tipe ilmu. Satu, ilmu yg ada dalam hati manusia, ilmu yg kasih menafaat. Satu lagi ilmu atas pengecap saja, maklumat hanya atas pengecap saja. Satu orang-orang yg ada perasaan taqwa, takut pada Allah SWT, inilah orang-orang yg telah bisa ilmu yg manafaat dalam diri dia. Allah SWT kasihtahu bahwa alim ulama merupakan orang-orang yg takut pada Allah SWT, dalam hati ada sifat taqwa. Perkara ini kita bisa usahakan, untuk bisa ilmu yg ada sifat taqwa, sifat takut pada Allah SWT.
Nabi SAW telah gerakkan sahabat2 bertebaran ke setiap kawasan dengan ilmu misalnya awan yg turunkan hujan, akan berangkat ke setiap tanah utk turunkan hujan. Ada 3 kondisi tanah. Tanah yg dapat menakung air, org ramai, binatang akan dapat manafaat dari air tersebut. Tanah yg serap air, akan keluar flora serta pokok2. Tanah yg serap pun tidak serta takung pun tidak, air lalu saja diatasnya. Awan telah berangkat ke semua kawasan tidak kira samada tanah terima air alias tidak, begitulah sifat ulama, satu org yg ada ilmu, dirinya bisa berangkat pada setiap insan serta sampaikan ilmu, bukan tunggu org dtg pada dia. Sebagaimana awan berangkat ke tanah, tanah tidak dtg pada awan. Awan bergerak ke tanah serta turunkan hujan pada tanah tersebut, pada semua tipe tanah tanpa memilih tanah. Ada insan yg terima ilmu tersebut serta simpan, dapat faedah dpd ilmu tersebut. Ada insan tidak simpan ilmu tersebut melainkan bisa amal dengan ilmu tersebut. Ada insan yg tidak ada talab/keinginan pada ilmu agama, dirinya tidak terima ilmu tersebut. 3 tipe tanah. 3 golongan manusia. ulama bukan hanya sampaikan ilmu pada orang-orang yg ingin terima ilmu, bahkan ulama juga bisa sampaikan ilmu pada orang-orang yg tidak ada kemahuan pada ilmu. Ini merupakan sifat ulama. Dia bisa bergerak sepertimana Rasulullah SAW telah gerakkan sahabat2 keluar dijalan Allah SWT. Seorang sahabat, Muaz bin Jabal r.a, seorang mufti yg terbesar dalam umat ini, Nabi SAW telah iktiraf dirinya merupakan orang-orang yg paling tahu mengenai halal serta haram. Dia juga telah keluar di jalan Allah SWT. Syaidina Umar r.a telah minta аmіrul mukmіnіn Abu Bakar r.a, jangan bіаrkаn Muаz keluar di jalan Allah SWT. Nabi SAW tidak ada, boleh kita tanya mengenai fatwa, hukum-hаkаm аgаmа. Kіtа boleh rujuk раdа dia. Abu Bakar r.a kata, aku tidak boleh halang satu orang-orang yg hendak kasih nyawa untuk agama Allah SWT. Muaz bin Jabal r.a telah keluar dijalan Allah SWT mesikipun dirinya seorang mufti yg terbesar dikalangan sahabat.
Dalam satu majlis, Rasullullah SAW telah bersabda, hendaklah alim ulama ajar ilmu, sampaikan ilmu pada orang-orang yg jahil. Kalau tidak aku akan jatuhkan hukuman yg keras di atas dunia ini lagi. Bila teman dengar perkara tersebut mereka jadi takut serta tertanya-tanya siapakah yg Rasulullah SAW maksudkan. Satu kabilah Arab. Assyariin, telah kata, kami telah ajar ilmu melainkan mereka tidak mahu belajar. Nabi ulang lagi sekali, mereka butuh sampaikan ilmu agama pada orang-orang jahil mesikipun mereka tidak mahu terima. Kerja alim ulama ialah bisa berangkat jumpa orang-orang yg tidak mahu terima ilmu agama. Mereka minta tempoh 1 tahun dari Rasulullah SAW untuk ajar ilmu agama. Hari ini alim ulama bisa keluar 1 tahun di jalan Allah SWT. ulama tersebut telah minta dari Nabi SAW tempoh 1 tahun untuk sampaikan tanggungjawab mereka. ulama butuh digerakkan di dalam umat semacam awan yg bergerak serta turunkan hujan. Jangan jadi macam telaga, sifatnya tidak bergerak, sifatnya tetap, orang-orang datang terhadap telaga untuk ambil air, sifat jumud. Alim ulama bisa bergerak dalam umat untuk sampaikan ilmu agama. Halaqah ilmu serta halaqah iman. Kedua-dua halaqah ini sentiasa ada di masjid Nabi SAW. Iman serta ilmu telah tersebar dikalangan sahabat. Hari ini, halaqah iman serta ilmu telah hilang, telah tidak ada di masjid-masjid. Kejahilan telah tersebar di dalam umat ini alasannya merupakan masjid telah kosong daripada halaqah iman serta ilmu. Maksud daripada perjuangan ini ialah bagaimana kita bisa ilmu, tahu hukum agama serta bisa amalkan setiap ilmu tersebut dalam kehidupan kita sampai agama yg tepat datang dalam kehidupan, kita bisa tahu setiap perintah-perintah Allah SWT dlm kehidupan serta bisa amalkan ilmu tersebut. Halaqah iman serta halaqah ilmu butuh dihidupkan agar iman akan terbina, yakin pada Allah SWT akan terbina. Dengan perantaraan ilmu akan bisa tahu muamalat, muasyarat, akhlak, ibadat, bisa buat mengikut tutorial yg betul, tutorial kasihnda SAW. Ilmu butuh diusahakan. Orang yg bawa ilmu butuh bergerak dalam umat. Umat ini bisa belajar ilmu, amalkan agama serta bisa bergerak dalam umat. Bila umat bergerak, bаwа amal аgаmа dalam kеhіduраn, bаrulаh аgаmа akan tеrѕеbаr dalam umat. Inilah kerja umat yg sangat besar yg ditinggalkan oleh Nabi SAW. Abdullah Rawaha r.a telah tangguhkan keluar dijalan Allah SWT untuk dengar khutbah nabi, solat Jumaat dіbеlаkаng nabi. Dіа tеlаh lewat kеluаr di jаlаn Allаh ѕераruh hari. Jemaah dirinya telah mendahului setengah hari. Rasulullah SAW kata dirinya telah lewat dari sisi jarak sejauh masyrik serta maghrib (timur serta barat) serta dari sisi masa selama 500 tahun. Nabi SAW sentiasa memberi keutamaan/kelebihan dakwah pada orang-orang yg keluar dijalan Allah SWT menanggulangi dibandingkan dengan mereka yg buat amal ditempat sendiri alasannya merupakan bila bergerak di jalan Allah SWT, agama akan hidup. Dengan perantaraan perjuangan dakwah agama akan wujud dalam umat. Bergerak seluruh dunia, bawa agama dengan cara amali dalam kehidupan. Kita bisa buat perjuangan ini dengan penuh keyakinan. Umat ini akan terselamat dari kerugian bila umat ini buat perjuangan dakwah. Demi masa, insan dalam kerugian kecuali mereka yg beriman, beramal soleh, beramanat dengan haq serta beramanat dengan kesabaran. Tanpa umat ini beramanat atas iman serta amal serta perkara yg haq, tidak mungkin umаt ini аkаn ѕеlаmаt dаrі kerugian. Jika umat tinggalkan perjuangan ini, tentu umat akan berada dalam kerugian. Untuk kekalkan agama dalam umat, hanya dengan perantaraan perjuangan dakwah. Tanpa perjuangan dakwah, umat tidak akan abadi dlm agama. Meninggalkan kerja dakwah, asbab kerosakan dlm umat. Bila satu org da’i utamakan amal infradi, ini juga akan menyebabkan agama akan terkeluar dpd umat. Perkara ini sgt penting. Kita bisa faham. Setiap nabi ada 2 tggjwb. Tgggjwb amal infradi. Tggjwb ijtimai. Amal infradi merupakan antara dirinya dengan Allah SWT spt solat dll.
Amal ijtimai merupakan perjuangan atas kaum. Bila utamakan amal infradi, ini akan menyebabkan kekurangan dalam kerja dakwah. Umat ini butuh dibangunkan untuk buat kerja dakwah. Bukan setakat bila telah bisa amalkan agama, kita tinggalkan perjuangan dakwah. Bila tinggalkan perjuangan dakwah, agama yg ada dalam diri akan ditinggalkan. Walaupun agama telah tepat dalam diri, bila tinggalkan perjuangan dakwah, agama dlm diri akan hilang, agama akan hilang sedikit demi sedikit dlm kehidupan. Usaha agama merupakan perjuangan yg berterusan hatta tidak boleh utamakan amal/takaza infradi dpd amal ijtimai. Setiap dpd kita bertggjwb atas seluruh umat. Musa a.s telah buat perjuangan atas kaum dirinya selama berbagai tahun. Musa a.s telah tinggalkan kaum dirinya kemarin hari alasannya merupakan hendak beribadat pada Allah SWT, Allah SWT perintah Musa a.s datang kepadaNya utk bermunajat selama 40 hari. Dia boleh bercakap dengan Allah SWT. 40 hari merupakan tempoh masa yg telah ditetapkan oleh Allah SWT. Musa a.s terlalu syok, ghairah, penuh jasbah utk berangkat jumpa Allah SWT serta boleh bercakap dengan Allah SWT. Dia telah berangkat awal. Allah tanya bagaimana dengan kaum kamu? Musa a.s kata mereka sedang menyusulku dari belakang. Kesannya ialah Bani Israil telah sesat sbb Musa a.s telah tinggalkan kaum dirinya di belakang. Sudah bertahun2 dirinya buat perjuangan dakwah dikalangan Bani Israil, ttp alasannya merupakan kemarin hari shj dakwah ditinggalkan dikalangan Bani Israil, kesesatan telah tersebar. Jumlah Bani Israil ialah 600,000 org. Dlm masa 40 hari, seramai 588,000 org telah sesat, mereka telah sembah patung anak lembu yg dibangun Samiri. Tinggal 12,000 shj yg tidak sesat, yg tidak sembah patung anak lembu, mereka tunggu Musa a.s. Apabila dakwah ditinggalkan, mesikipun buat sementara waktu saja, ini akan jadi asbab kesesatan dlm umat. Dakwah butuh dibangun dengan cara berterusan. Walaupun agama telah tepat dlm umat, perjuangan agama butuh diteruskan. Kalau tidak, agama tidak akan abadi dlm umat. Agama akan keluar dpd umat. Kaedah Allah SWT, nabi dtg perjuangan dakwah dijalankan, agama tersebar. Tinggalkan perjuangan dakwah asbab kerosakan iman serta rosak yakin. Jadikan kerja ini sebagai maksud nasib kita. Buat azam.
http://www.jawabgoogle.com/2016/10/bayan-maulana-saad-al-kandalawi-habis.html
Wednesday, April 12, 2017
BAYAN MAULANA SAAD KEPADA PELAJAR
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah SWT di antara hamba-hamba Nya hanyalah Ulama. Sesungguhnya Allah SWT Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (Fatir 28)
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah SWT" (Ali Imran 110)
Tuan2 dan saudara2 yang mulia, Ilmu adalah satu sifat daripada sifat-sifat Allah SWT Namun kita ingin membawa sifat Allah SWT itu ke dalam diri kita maka taqwa menjadi syarat.
�Hadis ada menyatakan bahawa ilmu ada dua bahagian. Satu di lidah dan satu di hati. Ilmu hati itulah yang bermanfaat, sedangkan ilmu lidah yang akan menjadi hujah menentang anak Adam (mendakwa anak Adam).
Ada hakikat ilmu dan gambaran zahir ilmu. Ilmu yang hakikat ada hubungan dengan hati. Daripada Iman hinggalah kepada Ibadat, hubungannya ialah dengan hati. Maka keadaan sebeginilah yang akan menimbulkan sifat taat. Iman pun akan mendatangkan taat.
Iman dan Ilmu akan mendatangkan ketaatan jika ia ada kaitan dengan hati. Sedangkan jika ilmu itu hanya pada nama kepada kemampuan pengetahuan zahir, maka kenapa dikatakan bahawa alim yang paling besar ialah yang paling banyak taqwanya. Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat yang berkata, saya ingin menjadi orang alim yang paling besar, maka Baginda Rasulullah SAW bersabda:- "Bertakwalah kepada Allah SWTmaka kamu akan menjadi orang yang paling alim". (HR Tirmizi).
Bhg 1
@@@
BERTAQWALAH KAMU.
Sesiapa saja yang bertaqwa maka dia menjadi seorang yang alim. Orang alim ialah seseorang yang sentiasa mentahqiq (memastikan) apakah yang Robb saya ingini daripada saya. Sesiapa saja yang sibuk mentahqiq-kan perkara itu, sebenarnya dia sedang sibuk dengan ilmu.
Jika seseorang sedang sibuk 24 jam dengan hadis namun dia bukan memastikan apakah Robb saya ingini dari saya, maka dia hanya akan belajar rangka ilmu. Dia akan belajar lafaz-lafaz ilmu dan dia akan hafal kitab-kitab. Tujuan menghafal kitab-kitab itu bukanlah untuk taat bahkan tujuan mempelajari kitab untuk mengajar orang lain. Sedangkan mengajar orang lain bukanlah tujuan ilmu.
Memang benar mengajarkan orang lain adalah amanah, namun bukan tujuan ilmu. Tujuan ilmu ialah untuk taat. Ikhtilaf pun bukanlah tujuan daripada ilmu. Ikhtilaf (perbincangan perselisihan pendapat ulama dalam masalah fekah) dan perbahasan bukanlah tujuan ilmu.
Bhg2
@@@
TUJUAN ILMU IALAH KETAATAN
Hadrat Maulana Yusuf rah.a berkata bahawa tujuan ilmu ialah ketaatan. Yakni ilmu ini menuntut saya taat kepada Allah SWT atas cara Baginda Nabi SAW. Jika itulah keadaan seorang pelajar maka baguslah. Dia sedang sibuk dengan maksud ilmu yang sebenar.
�Jika tidak sedemikian maka ia bukanlah ketaatan. Malah yang menjadi maksud ilmu ialah ikhtilaf. Dengan sebab ikhtilaf itu maka saling membangkang antara satu sama lain dan agama tidak sampai kepada umat. Oleh kerana itulah, kita sibukkan diri kita untuk mentaati perintah Allah SWT. Menyampaikan ilmu kepada orang lain adalah amanah. Umat ini dinamakan umat kerana dia mengajarkan ilmu kepada orang lain.
Sayyidina Abdullah ibnu Mas'ud r.a telah menterjemahkan umat sebagai, "Orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia". Beliau membaca :- "Sesungguh nya Muaz bin Jabal adalah umat yang banyak beribadah". Bukannya, "Sesungguhnya Ibrahim a.s adalah umat yang banyak beribadah".
Maka ada orang bertanya kepada Abdullah bin Masud r.a, ayat tersebut bukan demikian. Tuan telah tersalah baca. Maka beliau membaca ayat yang sama sekali lagi. Maka Ibnu Naufal berkata, dalam al Quran ayat yang betul ialah 'Sesungguhnya Ibrahim' dan tuan dengan sengaja telah baca yang salah".
Maka Abdullah bin Masud r.a berkata, "Adakah kamu tahu apakah yang dikatakan umat?" Beliau menerangkan, "yang dikatakan umat, yang mengajarkan kebaikan kepada orang ramai".
Orang yang mengajar agama kepada manusia adalah umat dan orang yang taat kepada Allah SWT ialah 'Qanit'. (Maka Muaz bin Jabal ialah umat kerana ia mengajar kebaikan kepada orang ramai).
Bhg3
@@@
Ada satu bentuk belajar lagi, iaitu berusaha belajar bersungguh-sungguh membentuk isti'dad (kemampuan dan kebolehan) sehingga saya boleh menjadi ustaz di tempat lain. Agar saya dapat kerja yang tetap di mana-mana. Yakni berusaha membina kebolehan diri. Jika saya tidak lakukan demikian setelah selesai belajar nanti, saya akan susah.
Oleh kerana semasa belajar saya tidak membentuk kemampuan dan kebolehan, maka sekarang bagaimana mungkin ilmu saya akan menjadi sumber pendapatan untuk saya.
Sebenarnya ilmu bukanlah Maksab (Sumber pendapatan) bahkan ia adalah Maktab. Ilmu bukanlah perantaraan untuk mendapatkan saraan hidup. Jadi jika KETAATAN tidak menjadi maksud kita dalam belajar ilmu maka ilmu ini akan menjadi perniagaan, ia akan menjadi bisnes atau pekerjaan. Yakni lepas belajar terus mencari tempat bekerja.
Bhg4
@@@
Rasulullah SAW telah menjadikan setiap orang sahabat rhum sebagai muallim (guru). Setiap sahabat telah dijadikan ustaz. Jadi dalam belajar ilmu, pertama sekali kita harus membetulkan niat dan tujuan kita belajar.
Tujuan dan maksud belajar ilmu adalah ketaatan kepada Allah SWT dan menyampaikan ilmu adalah amanah pada umat. Sedangkan tiada upah dalam menyampaikan amanah. Jangan jadikan ilmu itu sebagai sumber untuk mendapatkan pendapatan. Jangan jadikan ia sumber saraan hidup.
Bhg5
@@@
Sayyidina Umar r.a berkata jika mengajar Al-Quran dijadikan sumber pendapatan, mengajar ilmu dijadikan perantaraan mendapatkan saraan hidup, yakni dapat duit daripada mengajar ilmu maka dikatakan dalam hadis, 'zunad' atau dalam sesetengah riwayat 'zanad' yakni orang yang hina akan masuk syurga terlebih dahulu daripada orang demikian.
'Zanad' yakni orang yang hina akan masuk syurga terlebih dahulu daripada orang alim yang menganggap ilmu sebagai perantaraan untuk mendapatkan saraan hidup. Penzina akan masuk syurga terlebih dahulu daripada orang-orang alim yang mengambil upah dalam mengajar ilmu ataupun Al Quran.
Dalam kitab 'Hayatus Sahabah' Maulana Yusuf rah.a menulis, jangan ambil keuntungan daripada umat di atas mengajar ilmu agama kepada umat. Jika tidak penzina dan orang- orang hina akan masuk syurga lebih dulu daripada kamu. Oleh itu kita belajar adalah untuk memasukkan sifat taat dalam diri. Untuk bawa diri kita sendiri kepada ketaatan, iaitu apakah yang Robb saya inginkan daripada saya? Orang yang demikianlah orang alim yang sebenar.
Bhg6
@@@
Sebanyak mana ilmu-ilmu lain yang digunakan untuk memahami ibarat Al-Quran dan Hadis ianya hanyalah perantaraan ilmu (yakni ilmu alat). Perkara yang menjadi perantaraan tidak boleh dijadikan maksud.
Ada pelajar yang mahir dalam ilmu nahu, ada yang mahir ilmu sorof, jangan pula dia menyangka bahawa dia telah mendapat ilmu. Sebenarnya ia baru mendapat alat untuk merungkaikan ibarat, yang mana apabila ibarat itu dirungkaikan dan difahami, barulah dapat diketahui apakah yang Robb saya ingini daripada saya.
Dengan ilmu yang sedemikian akan menimbulkan taqwa dan kemudian Allah SWT akan kurniakan ilmu yang belum ada pada diri orang itu. Sedangkan ilmu yang sememangnya sedia ada padanya maka Allah SWT beri taufik kepadanya untuk beramal.
Rasulullah SAW bersabda, 'bertaqwalah kamu', kepada sahabat yang telah berkata saya ingin menjadi orang yang paling alim. Yakni dengan taqwa, Allah SWT akan bagi taufik untuk amal ilmu yang kamu telah tahu kerana Allah SWT saja yang akan beri ilmu pada kamu.
Bhg7
@@@
Oleh kerana itu, bukanlah tujuan ilmu bahawa saya belajar sekarang ini kerana saya akan mengajar orang lain. Apabila Nabi Musa a.s hendak berpisah dengan Nabi Khidir a.s maka permintaan terakhir Nabi Musa a.s ialah nasihatilah kepada saya. Maka Nabi Khidir a.s berkata, "Janganlah hasilkan ilmu untuk mengajar orang lain. Bahkan hasilkan ilmu agar kamu dapat membentuk kehidupan kamu berdasarkan ilmu itu".
Nabi Khidir a.s telah memberitahu Nabi Musa a.s bahawa maksud ilmu adalah ketaatan bukannya mengajarkan orang lain. Jika kita jadikan maksud ilmu untuk mengajar orang lain maka kita akan katakan aku mengetahui apa-apa yang kamu tidak ketahui. Jika demikian keadaannya maka ilmu sedemikian akan mendatangkan sifat takabbur dalam diri seseorang. Sedangkan sifat takabbur yang datang kerana ilmu lebih teruk dan hina daripada sifat takabbur yang datang kerana kejahilan.
Bhg8
@@@
Saudara-saudara ku yang dihormati, Perhatikanlah apa-apa yang kamu hafalkan daripada kitab-kitab itu semuanya gambaran zahir ilmu. Siapakah yang dikatakan ahli ilmu oleh Allah SWT dalam al-Quran? "Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu; 'Kecelakaan yang besarlah bagi mu, pahala Allah SWT adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan tidak diperolehi pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar." (Al Qasas-80)
Kata-kata ini diucapkan oleh ahli ilmu kepada orang-orang yang tamak kepada harta Qarun. Yakni ilmu telah mewujudkan dalam hati ahli ilmu itu rasa hina terhadap dunia. Jadi Quran menyatakan bahawa seorang alim ialah orang yang menyatakan bahawa pahala dan ganjaran yang diperolehi sebagai balasan kepada amalan-amalan, adalah lebih baik dari harta benda Qarun. Fikirkanlah apakah ilmu yang kita dapati telah mewujudkan perasaan hina terhadap dunia dalam hati kita.
Bhg9
@@@
Orang-orang yang inginkan harta dunia berkata: "Berkatalah orang-orang yang menghendaki harta dunia, moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". ( al Qasas-79)
Maka ahli ilmu berkata, 'celakalah kamu, apakah kamu katakan? Sebenarnya ganjaran dan pahala daripada Allah SWT yang merupakan balasan kepada amalan adalah lebih baik daripada khazanah Qarun".
Jadi Quran menyatakan bahawa ahli ilmu ialah orang yang ada sifat ihtisab pada amalan. Maka kitab dan sifat kitab adalah sesuatu yang zahir sahaja. Kita menyatakan bahawa seseorang itu ada isti'dad (kebolehan dan kemampuan) apabila dia mampu menunaikan maksud ilmu dengan sempurna. Inilah orang yang berkebolehan.
Bhg10
@@@
Hubungan amalan hanyalah dengan ilmu yang menjadi ilmu hati. Perhatikanlah, menghafal kitab sememangnya satu usaha. Saya tidak mengingkari usaha menghafal kitab tetapi yang dipersoalkan apakah tujuannya? Tujuan menghafal kitab sebenarnya untuk memastikan daripada ibrah kitab yang dihafalkan itu apakah yang Robb saya ingini daripada saya.
Soalan yang ditanya oleh Nabi SAW berkenaan iman telah dijawab oleh sahabat tersebut sebagaimana keadaan iman yang beliau dengar daripada Nabi SAW," Wahai Rasulullah SAW, saya telah nampak syurga dan neraka sebagaimana saya diberitahu oleh Tuan yakni keadaan ahli-ahli neraka di hadapan saya dan keadaan ahli-ahli syurga pun di hadapan saya." Maka Rasulullah SAW bersabda :- "Kamu telah mendapat makrifat maka istiqomahlah."
Perkara yang ingin dinyatakan ialah, jangan kita menyangka puncak pencapaian ilmu ialah rangka zahir ilmu itu. Bahkan ia hanyalah perantaraan. Sedangkan perantaraan hanyalah untuk dilalui.
Apakah maksud dan tujuan bahan perantara? Contoh nya kita hendak sampai ke satu destinasi. Maka kenderaan adalah perantara sedangkan destinasi adalah maksud. Demikianlah ilmu ia seumpama kenderaan yang merupakan perantara dan taqwa ialah maksud daripada ilmu itu.
Bhg13
@@@
Di India usaha dakwah berjalan baik di University Aligarh. Dari segi penglihatan zahir, tidak boleh diteka siapakah mereka ini. Pelajar-pelajar itu sendiri yang terpaksa membuat kenyataan bahawa mereka pelajar kolej. Ada pelajar kolej berkata kami jadi begini berkat usaha dakwah. Dulu kami tidak tahu apakah yang dikatakan ilmu itu. Kami berada di dalam kegelapan fahaman bahawa apa saja yang dipelajari itulah ilmu. Sedangkan ilmu itu ialah apakah yang Robb saya ingini daripada saya.
Oleh kerana itulah pertama sekali kita kena usaha sifat taqwa. Ilmu adalah sesuatu yang suci. Jika taqwa tidak ada maka kitab akan dihafal namun ilmu tidak dipelajari. Akan ada kemampuan zahir namun tidak wujud sifat taat. Yang ada hanyalah kecerdikan.
Sayyidina Ali r.hu mengeluh panjang lalu berkata, "saya mempunyai ilmu namun saya tidak menemui sesiapa yang boleh menanggung ilmu ini",
Kenapa? Beliau berkata, "Orang ramai ada kecerdikan namun saya tidak boleh menaruh kepercayaan kepada mereka. Mereka boleh menjaga lafaz ilmu, tetapi dengan ilmu itu mereka menghasilkan dunia".
Bhg15
@@@
Oleh kerana itulah kita seharusnya memperbanyakkan Istighfar. Dengan banyakkan Istighfar otak akan mendapat kekuatan. Akal fikiran akan mengingati tuntutan ilmu. Jika tidak demikian, jika tidak sesorang hanya akan dapat menghafal lafaz ilmu dan memindahkan kepada orang lain dan ini bukanlah satu kehebatan.
Hadrat Maulana Yusuf rah.a berkata, "untuk menghafal mana-mana ajaran islam, keislaman seseorang bukanlah syarat. Orang bukan Islam pun boleh menghafal mana-mana maklumat agama".
Seorang kawan saya di Nizamuddin memberitahu saya dia mempunyai seorang jiran bukan islam yang tinggal berhadapan dengan rumahnya. Jiran nya mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cerdik. Budak itu menghafal kitab Behesti Zewar tulisan Maulana Asyraf Ali Tanwi rah dengan baik.
Dia mengjngati masalah-masalah agama yang ada dalam kitab itu. Dia selalu berkata, "perlakuan kamu ini salah. Kamu buat seperti ini salah. Mufti kamu telah tulis dalam Behesti Zewar begini dan begini". Ini adalah keadaan seorang budak perempuan yang bukan islam yang cerdik.
Ringkasnya, tidak semestinya seseorang alim dan tahu dia juga seorang yang taat. Tidak semestinya juga seorang alim itu seorang yang bertaqwa. Kenapa demikian? Ini adalah kerana ilmu adalah satu perkara lain dan maklumat adalah satu perkara lain. Setiap orang harus memikirkan apakah yang miliki itu ilmu atau maklumat. Untuk mendapat maklumat Islam bukanlah syarat. Orang bukan islam pun boleh mendapat maklumat.
Thursday, April 6, 2017
6 Pesanan Masthurat aka Muslimat Wanita
* PESANAN UTK WANITA *
1. Sholat Di Awal Waktu
a. Berwudhu sebelum adzan
b. Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid
c. Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan
d. Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).
2. Membaca Al Quran dan Zikir Pagi Petang secara Istiqamah
a. Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz per hari bagi yang hafidzah.
b. Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya
c. Membaca surat Yasin pagi dan petang
d. Membaca Al Waqiah sebelum tidur
e. Membaca surat Ad Dukhan setiap hari
f. Membaca Tasbihat , sholawat, dan istighfar masing2 100 kali di waktu setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar
3. Ta’lim wa Ta’allum
a. Menghidupkan ta’lim secara istiqamah setiap hari di rumah
b. Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak
c. Mengajarkan cara sholat, cara berpakaian secara sunnah, dan sunnah2 nabi dalam keseharian (makan, tidur, safar, istinja, dll).
4. Mendidik anak Secara Sunnah
a. Memperkenalkan sunnah kepada anak sejak sedini mungkin
b. Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.
c. Beri contoh dengan contoh yang baik
d. Mendidik sholat ketikan usia 7 tahun dan membiasakannya untuk sholat 5 waktu dan sholat2 sunnah
5. Hidup dengan Pola Sederhana
a. Kita harus mencontoh kehisupan Rasulullah yang sederhana
b. Jangan sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-;ebihan dan tidak tepat, bermusyawarahlah untuk setiap pengeluaran.
c. Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.
d. Mengatur keuangan keluarga
6. Menutup Aurat secara Sempurna
Aurat wanita di luar sholat seluruh tubuhnya harus di tutup secara sempurna ketika keluar rumah dan ditemani dengan mahramnya
7. Melayani Suami
a. Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi
b. Mencuci baju, memasak,
c. Diam ketika suami berbicara
d. Mengantar suami apabila mau pergi
e. Berhias / rapi / bersih / wangi di hadapan suami
f. Memakai wangi-wangian
g. Memelihara bau mulut
h. Menawarkan diri ketika mau tidur
8. Mendorong Suami dan Muhrim untuk Keluar di Jalan Allah
a. Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka
Betsedia semua niat amal dan sampaikan. Insya Allah.......
1. Sholat Di Awal Waktu
a. Berwudhu sebelum adzan
b. Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid
c. Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan
d. Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).
2. Membaca Al Quran dan Zikir Pagi Petang secara Istiqamah
a. Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz per hari bagi yang hafidzah.
b. Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya
c. Membaca surat Yasin pagi dan petang
d. Membaca Al Waqiah sebelum tidur
e. Membaca surat Ad Dukhan setiap hari
f. Membaca Tasbihat , sholawat, dan istighfar masing2 100 kali di waktu setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar
3. Ta’lim wa Ta’allum
a. Menghidupkan ta’lim secara istiqamah setiap hari di rumah
b. Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak
c. Mengajarkan cara sholat, cara berpakaian secara sunnah, dan sunnah2 nabi dalam keseharian (makan, tidur, safar, istinja, dll).
4. Mendidik anak Secara Sunnah
a. Memperkenalkan sunnah kepada anak sejak sedini mungkin
b. Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.
c. Beri contoh dengan contoh yang baik
d. Mendidik sholat ketikan usia 7 tahun dan membiasakannya untuk sholat 5 waktu dan sholat2 sunnah
5. Hidup dengan Pola Sederhana
a. Kita harus mencontoh kehisupan Rasulullah yang sederhana
b. Jangan sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-;ebihan dan tidak tepat, bermusyawarahlah untuk setiap pengeluaran.
c. Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.
d. Mengatur keuangan keluarga
6. Menutup Aurat secara Sempurna
Aurat wanita di luar sholat seluruh tubuhnya harus di tutup secara sempurna ketika keluar rumah dan ditemani dengan mahramnya
7. Melayani Suami
a. Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi
b. Mencuci baju, memasak,
c. Diam ketika suami berbicara
d. Mengantar suami apabila mau pergi
e. Berhias / rapi / bersih / wangi di hadapan suami
f. Memakai wangi-wangian
g. Memelihara bau mulut
h. Menawarkan diri ketika mau tidur
8. Mendorong Suami dan Muhrim untuk Keluar di Jalan Allah
a. Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka
Betsedia semua niat amal dan sampaikan. Insya Allah.......
Monday, April 3, 2017
TARGHIB NASIHAT USTAZ ABDUL HAMID CHEIN BERHUBUNG KONTROVESI KUMPULAN BARU SYURO ALAMI
Tuan2 dan saudara2 yang di muliakan oleh allah swt,
Allah swt muliakan kita dengan usaha agama. Dan satu jasa satu budi yg kita tak mungkin kita boleh nafikan usaha agama telah menyelamatkan jutaan manusia seluruh dunia drp kermurkaan allah swt.
Jadi drd rumah2 drp negeri2 drp negara2, cth nya negara kita sendiri tuan2 yg mulia tahun 70an mana ada hafiz2 al quran kecuali sedikit sangat yg ada pon mungkin mereka balik drp mekah ada hafaz al quran dan juga ada pihak2 tertentu wujudkan tempat hafzal quran JAKIM contohnya.
Lepasan yg sangat ketat syaratnya contohnya lepasan SPM gred 1 lulusan ujian baru boleh masuk Darul al Quran.
Tetapi dgn berkat usaha agama hari ini tuan2 yg mulia ribuan hafiz al quran di negara kita. Dan madrasah thafiz ada dimana2 rumah taman rumah kampong surau semua ada madarasah thafiz. Lelaki perempuan di tambah lagi dgn madrasah2 alim yg ada alim ulamak yg satu masa dulu kita tak kenal sahih bukhari termizi di banyak tempat ada tuan2 guru masayallah ada baca termizi baca bukhari ada radius solihin. Tapi dgn berkat usaha agama alhamdulillah anak2 tuan hari ini mereka telah belajar kitab sahih bukhari sahih muslim.
Dan kalau kita lihat secara umum org awam saya dan tuan2 drp bagaimana keadaan kita sebelum usaha dakwah dan tak dapat di nafikan mmg yg ada ia ini budak baik contohnya. Dia di sekolah budak yg baik masuk universiti budak baik dia baik tak ada masalah.
Tapi ada dikalangan kita ini jenis budak nakal kat sekolah budak nakal sekolah menengah budak nakal masuk universiti dan luar negeri lagi nakal. Tetapi tuan2 yg mulia dgn berkat usaha agama mereka menjadi pengerak balik ke negara kita buat usaha agama dan hari ni masayallah ribuan rakan2 seusaha dan tidak ada satu org pon mungkin dia dpt menafikan jasa kebaikan usaha agama yg datang dikalangan umat ini secara umum bahkan bukan saja kita org2 Malaysia bahkan saudara2 kita yg datg dari luar negara di negara mereka mereka tak dapat usaha agama.
bbp banyak yg dtg di sini dapat usaha agama.
Bbp bnyak rakan kita drp indonesia dpt usaha di sini. rakan2 kita drp bangladesh , drp pakistan drp myanmar dpt usaha di sini dan hari ini mekeka menjadi pengerak di US tuan2 yg mulia. Mereka pengerak bila balik di kampung mereka dan dari sini mereka keluar 4 bulan di negara mereka.
Ini semua ialah kesan drp usaha agama usaha dakwah illaullah menyeru manusia kpd allah. Dan tak dapat dinafikan bahawa bermulanya tumbuhnya berputiknya drp Nizamuddin yg di pimpin oleh maulana Ilyas rah fikir risau walaupon pd zaman beliau banyak ahli2 zikir allahu allah kehebatan mereka keramat mereka juga ilmuan2 yg hebat2 yg sangat hebat setanding dgn ulamak2 yg ada di tanah arab.
Kehebatan mereka spt kefahaman ilmiah mereka bbp banyak kitab yg di karang oleh org2 india kitab hadis yg begitu besar dikumpul semua jenis hadis di situ. Begitu juga mereka mengumpul hadis dan kitab2 falsafah kitab2 mantik di syarah di tulis di karangkan oleh ulamak2 di negerri hind.
Kehebatan yg ada mungkin di kalangan satu org pon ulamak2 kita yg mengarang menyusun kitab mantik tetapi peranan mereka bukan saja menyusun tepi mensyarahkan kitab2 tersebut. kitab yg susah syarah kitab2 falsafah yg begitu susah utk di fahami mereka syarah kitab2 tersebut.
Tuan2 yg di muliakan oleh allah swt tetapi mulana ilyas rah dgn pengorbanan mereka dan bukan sahaja beliau isterinya anak2nya satu keluarga susah payah utk usaha agama. Maulana Yusuf rah menceritakan bahawa di zaman maulana ilyas rah kalau ada org2 datang bawak makanan bawak mangkuk tingkat hanya dia mengerling melihat itu pon dia kena tampar dengan bapaknya.
Di tarbiah supaya jgn langsung ada sedikit keinginan utk mahu drp org lain berharap drp org lain selain drp allah swt. Sehingga untuk waktu makan mereka mengikis tepong yg terjatuh di tepi2 tungku dapor utk masak roti di buat satu kulat atau tepong yg kulat utk di makan dan mereka berbuka dan org2 yg datang berbuka dgn buah2 hutan pokok liar yg tubuh dikeliling nizamuddin.
Inilah pengorbanan yg dibuat oleh keluarga maulana ilyas rah. Dan allah swt telah menerima walaupun maulana Yusuf rah pd zaman hayat maulan ilyas dia sibuk dgn pengajian sibuk dgn ilmu dan telah syarahkan satu kitab yg diguna pakai dalil yg sangat unik mensyarahkan kitab dan menulis kitab bukan satu yg mudah tuan2 yg mulia..Dgn penuh keikhlasan dlm menulis nya dan mengikut tertib2 etika2 ilmu yg di tuntut utk menyempurnakan kitab2 tersebut.
Tetapi bagaimana di akhir2 hayat maulana ilyas rah dan nisbat usaha agama ini kerisauan beliau allah swt telah pindahkan kpd maulana Yusuf rah. Dan dlm satu mlm keadaan dia telah berubah bayan nya, fikirnya, risaunya dan mulanya tersebarnya usaha agama di luar negara. Syed Ahmed khan rah ke Pakistan dll. Dan begitulah tuan2 yg mulia penerimaan allah swt ke atas nizamuddin dan jasa dan budi yg saya dan tuan2 tak dapat nak nafikan bertapa untung nya terhutangnya budi kita terhadap keluarga mereka dlm usaha agama.
Tuan2 yg mulia,
bagaimana Dizaman sahabat ra selepas kewafatan baginda nabi saw setiap org ada pandangan sahabat2 mereka mistahid setiap mereka adalah mistahid oleh sbb itu kita tak ada apa2 hak utk menyelar kondem apa2 yg berlaku sehingga apa2 perbalahan di kalangan mereka dlm istilah kitab musajarahtus sahabah perselisihan sahabat ra kita baca kita dengar dan kita faham tapi no komen.
Dan ulamak2 india mereka ada mengomen dan satu org ulamak2 tersebut cthnya Maududi dia satu org journalis dlm salah satu kitab dia, dia ada menulis bahawa setelah membincangkan mengenai Osman, Mauwiyah, Ali, dan lain2 dia ada menyebut bahawa salah tetap salah siapa pon mereka.
Atas perkara itu tuan2 yg mulia ulamak2 India telah menyebabkan kitab2 dan tulisan2 beliau tidak diguna pakai oleh ulamak2 India dan Pakistan kerana mengecam sahabat dgn bbp tempat yg lain. dan ada ulamak yg menulisa kitab yg kecil akan kesilapan2 beliau dlm menafsir al quran dan satu kitab khusus di tulis memperingatkan supaya jgn salah faham terhadap kesilapan kerana agama ini begitu halus dan perlu diambil drp saluran yg betul.
Tuan2 yg mulia,
Apabila berlaku peristiwa bani Saadah mereka menghina nabi dan menyinggung nabi dan perselisihan dia antara org muhajirin dan ansar maka akhirnya Abu Bakar ra dtg menenangkan keadaan dan bagitau bahawa amir adalah di kalangan org muhajirin dan mereka org umarak wazir (ahli mesyuarat) adalah dikalangan org ansar.
Dan ada sahabat tak mahu baiaah dgn Abu Bakar ra dan lalu meninggalkan Mekah ke arab dan ke Syam di satu padang pasir maka mereka telah di bunuh dan satu suara telah berkata kami telah memanahnya dgn panah yg sesat dan panah itu tepat kena di hatinya.
Tuan2 yg di rahmati oleh allah swt,
Begitu selepas Omar ra yg di lantik oleh Abu Bakar ra dan di zaman Osman ra berlaku perselisihan maka bila Omar ra melantik 6 org utk melantik 1 org amir maka Osman ra di lantik dan Abd Rahman bin Auf ra 6 org yg ada bersama dan dia tidak ada apa2 dia hadir sahaja hanya di jemput dan tidak ada urusan jemaah utk jadi amir.
Abd Rahman bin Auf dan kisah terperinci ada dl kitab sahih bukhari dan sesiapa mintak serah urusan dia pd saya maka dia menolak maksud nya dia tarik diri maka tinggal 2 org Osman ra dan Ali ra dan Abd Rahman Auf ra bawak 1 org cakap kalau saya lantik dia kamu sedia tak utk taat maka dia kat sedia maka bawa seorg lagi tanya kalau saya lantik dia kamu sedia tak untuk taat mka dia kata sedia maka dia buat keputusan utk lantik Osman ra menjadi amir.
Selepas itu berlaku pertelingkahan lagi semasa Osman ra di syahidkan dan berlaku pertelingkahan dan pertumpahan darah yg banyak. Berlaku peperangan Sifin dan peperangan Jamal. Tetapi walaupon berlaku dlm hati kita tidak pernah rasa sikit pon dendam mana2 sahabat2 yg berperang. Mauwiyah ra berperang dgn Ali ra, Aishah rha berperang dengan Ali ra dan Ali ra tetap menghormati mereka dan tidak pernah pon hadis mereka tak mahu baca dan tetap tidak terguris dl hati kita menyanjungi mereka para sahabat ra.
Dan berlaku perselisihan di antara Ali ra dan Muwayiah ra org2 bathil dtg utk ambil kesempatan dtg kpd Muwiyah ra kami dengar Ali berperang dgn kamu dan kami minta org Rom datang utk membantu kamu kalahkan Ali. Maka Mauwiyah kata kalau kamu datang aku akan seksa tentera2 kamu.
Sahabat2 walaupon mereka berselisih tetapi hati mereka ikhlas dan sbb mereka mustahid dan kita no komen mengenai sahabat2 ra. Dan begitu jugak dlm usaha agama satu hadraji ke satu hadraji merninggal dunia di ganti oleh org2 selepas mereka. Dan apabila maulana Inamul Hassan meninggal dunia di telah melantik 10 org dikalangan org yg berada di Nizamuddin dan di antaranya 2 org yg berada di Pakistan iaitu bhai Wahab dan bhai Aswad.
Dan utk melantik seorg amir di kalangan mereka dan begitu jugak berlaku perselisihan apabila maulana Yusuf rah meninggal dunia sebahagian org2 Mewat begitu berkeras utuk melantik maulana Harun rah bapa maulana saad utk jadi amir anak maulan Yusuf.
Sebahagian mintak utk lantik maulana Inamul Hassan utk jadi amir. Dan setelah mesyuarat di iantik maulana Inamul Hasan jadi amir maka penyokong2 maulana Harun sebahagian mereka telah merninggalkan Nizamuddin.
Sebahagian drp mereka telah buat tunjuk perasaan di mesjid jamek Delhi dan poster2 di tampal dan penyokong2 maulana Inamul Hasan mintak kebenaran hadraji utk tanggalkan poster2 dan buat tunjuk perasaan jugak dan hadraji telah melarang mereka kerana ini kerja syaitan.
Mereka tampal kamu koyak mereka tampal kamu koyak maka kamu sibuk dgn kerja tampal poster dgn koyak poster maka kamu tinggal kerja asal.
Dan setelah masa berjalan maka di lantik utk menjadi amir maka 3 amir di iantik untuk menjadi faisala iaitu maulana Izhar, maulana zubair dan maulan Saad. Mereka tidak dapat memutuskan satu org dan masa ketika itu dan masa menentukan 2007 maulana izhar meninggal, 2014 maulana zubair meninggal dan tinggal maulan Saad seorg.
Dan tuan2 pernah hdir setiap ijtimak di tonggi tiap janiuari tuan hadir di Raiwid tiap november tn hadir dan tak pernah pon selama ada 3 org 2 org selepas maulana izhar meninggl dunia meninggal mln Zubair dan mln Saad tak pernah pon kita lihat mana faisala yg di gilirkan menjadi faisala semasa mesyuarat alami di nizamuddin di tongi dan ijtimak raiwind.
Fisalanya mln saad dn mln Zubair. dan setelah meninggal nya mln Zubair berlaku kekecohan sedikit. Dan hari ni tuan2 yg mulia tuan2 pon semua dah tahu dan mungkin kita semua ada smart phone semua ada wsap dan sebaginya jadi kita hari ini telah dtg satu fitnah atas nama satu nama syura alami.
Yang menyebabkan kita berpecah, jadi sebenarnya tuan2 yg mulia syura alami adalah satu cadangan yg ianya bukan lah di mesyuaratkan seara umumu dlm satu mesyuarat yg besar.
Tuan2 pon biasa duduk mesyuarat apa ummur yg kita nak tanya kita akan tanya dan akan mesyuarat besar di tiga2 negara akan duduk di tempat sembahyang tengah2 tu disitulah di putuskan segalanya.
Tapi apa yg sebenarnya berlaku bbp org drp india bbp org drp pakistan dan telah bermesyuarat dan menyenaraikan bbp nama atas nama syura alami dan bhai wahab pon tiada dlm mesyuarat itu dan mereka utk menyediakan bhai wahab menandatangani dokumen tersebut dan di sebarkan dlm semua wasap2.
Dan drp situ telah berlaku perbalahan menyebabkan perbalahan berlaku. dan kesan nya sebagaimana dia tempias ke negara2 lain dan jugak ke negara kita dan sebahagian rakan dan orang2 lama kita mempelopori kumpulan tersebut dan bawak satu solalan yg di tanya baru2 ni di purana jord dan keputusan telah di canangkan kpd saya dan tuan2 dan semua kita.
Tuan yg di rahamati oleh allah swt, bahawa sebagaimn purana jord tempat mesyuarat yg telah di persetujui drp zaman mln inamul hasan mln Yusuf rah. mesyuarat ada 3 tempat mesyuarat alami satu di ijtimak raiwind..kedua di ijtimak bangladesh ketiga di Mekah mukaramah apabila mereka mengerjakan haji setiap 2 tahun.
Dan purana jord ni berlangsaung di mana2 di pakistan ada purana jord di bangladesah ada purana jord di South Afrika ada purana jord alhamdulillah di Malaysia ada purana jord sejak 4 tahun dulu kita ada purana jord.
Sebagaimana di negara2 yg ada purana jord begitu jugak di pakistan ada purana jord di bangladesh ada satu purana jord dan di situ buka tempat untk mesyuarat utk memutuskan apa2 perkara mengenai alam punya mesyuarat.
Dan begitu jugak yg keputusan baru ini drp masayaikh drp raiwind menerangkan bahawa mesyuarat itu tidak di hadiri oleh mln ibrahim dan ianya di putus bukan di mesyuarat yg besar hanya mesyuarat secara kecilan dan di isyarat kan saja kamu buat lah sebagaimana org dulu buat.isyarat sahaja daripada bhai Farouk bukan drp malna ahmed lat pon dan mln ibrahim pon.
Kita berbalik tuann2 yg mulia kita harap tuan2 dapat sebagaimana kita buat usaha mcm biasa kita sibukkan diri dgn amal 5 amal dan sebagaimana kita dulu kita baca muntakab hadis kita baca.
Muntakab hadis apa2 dia tuan2 yg mulia ialah dalil2 hadis2 mengenai 6 pekara cuma ada penambahan mengenai cakap perkara sia2 dan secara khusus fadhilat keluar jln allah ada sama aja. ialah dalil mengenai 6 perkara.
Tuan2 yg di rahmati oleh allah swt,
Ia nya bukan ada hubung kait dgn mlm Yusuf dgn mlm Saad itu hadis nabi saw itu berkait dgn nabi sebelum mln ilyas datang nabi saw dah sebut dah sebut mln Yusuf dtg nabi dah sebut dah sebelum mln inamul hasan dtg nabi dah sebut dah.
Sebelum mln Saad sebelum hj Wahab dab nabi dah sebut dah..di kumpulkan di kompilkan mln Yusuf rah. yg dia menjadi dalil jadi sumber utk menambahkan keyakinan kita kpd sabdaan nabi saw dan yakin keatas janji allah swt kehidupan akhirat.
Begitu juga tuan2 yg mulia amal memakmurkan mesjid. kerana kita ini bukan masalaah taskiah siapa2 tapi bagaimana alquran dan hadis dlm hayaatus sahabah bagaimana amal memakmurkan mesjid dia buat yg sama. itu bukan masalah adat.
Bukan masalah drp sesiapa bagaimana sahabat dan nabi saw jlnkan usaha dakwah dan kisah mereka di kumpul oleh lmln Yusuf rah dan dijadikan usul usaha dakwah dan kita ikut mungkin satu masa amal2 itu tak dapat di ujudkan dgn sempurna sehingga solat pon sebelum hijrah yg pertama bercakap dlm solat boleh.
Tetapi apabila orang yang berhijrah pertama iaitu Jaafar ra dan orang yang balik daripada hijrah pertama mereka menyapa nabi saw drp solat nabi saw tak jawap. Dia merasa takut dan resah mungkin dia buat silap kerana nabi saw tidak jawap dan lepas solat nabi saw bagitau sekarang bercakap dalam solat di larang.
Ada peringkat hadis di awal islam, akhir islam macam lain. kemampuan yg ada maka ada sedikit kelonggaran maka di akhir tak boleh. Hijab tuan2 yg mulia di awal islam tiada dan boleh tengok lelaki boleh tengok perempuan boleh dan tiada masalah.
Hadrat Safuan ra masa Aishah rha di tomah ketika di jumpa satu orang perempuan di tengah padang pasir dan bila datang dekat inalillah...aku kenal dia sebab aku pernah tengok sebelum hijab. Dulu hijab tak ada dia kenal Aishah rha masa belum hijab dah hijab tak boleh tengok.
Jadi dalam agama dia ada peringkat2. Ada peringkat yang tiada dan ada peringkat yang ada penambahan. Jadi kita baca muntakab hadis dan jugak 5 amal taalim di rumah maka dia bukan benda asing.
Kalau kita keluar 3 hari kita dengar orang lain baca quran betul ke tak betul adakah kesalahan kita dengar fatihah isteri kita, tak boleh dengar fatihah anak kita sedangkan kita kita keluar 3 hari entah sapa2 marhala kita betulkan quran mereka.
Ustaz dan imam tegor fatihah, solat dan quran kamu tak betul. Tiba2 tak boleh nak dengar quran isteri, quran anak sedangkan penting tuan2 yg mulia.
Tuan2 yg mulia oleh sebab itu janganlah kita sibukkan diri kita dengan melayan wasap2 ini tuan2 yg mulia. Kita sibukkan daripada baca wasap yang banyak itu tapi quran tak baca.
1 huruf 1 pahala sedangkan tuan2 yg mulia baca wasap 1 huruf 1 dosa kata orang ni betul orang ni tak betul orang ini makan duit ijtimaei org tu macam tu org tu macam ni... Dan tuduhan2 yang di lemparkan dan tuduhan2 yang di lemparkan kepada alaim ulamak kita yg kita tuduh org awam biasa pon kita kata gila ke...???
Ini tuduhan dan tomahan yg di lemparkan kepada orang alim kita. Kerana mereka kita dapat buat usaha agama. Saya dan tuan dapat simpan janggut dan pakai songkok masuk pekan dapat pakai jubah pergi solat.
Jadi atas perkara ini tuan2 yg mulia kita mohon doa supaya allah swt selesaikan masalah ini. Dan marhalah2 kita yang ada siapa2 bukan daripada markas Sri Petaling yg datang kita tak perlu ambil pot dan layan. Orang tanggungjawab KL dan yang di lantik oleh Maulana Saad itu orang tanggungjawab syura Malaysia dia otomatik orang tanggungjawab KL.
Dan kawan2 kita dia adalah pembantu amla2 yang di lantik yg sama buat usaha sama fikir yg sama bantu buat usaha . Bukan masalah kedudukan dan pangkat satu tanggungjawab yg sama kita pikul untuk kebaikan dunia dan akhirat kita.
Jadi atas pekara ini insyallah sapa2 bukan daripada markas Sri Petaling kita tak perlu hadir majlis mereka dan kita sibukkan diri kita dengan amal dan drp ceritakan keburukan sapa2.
Dalam diri kita begitu banyak keburukandan kelemahan dan jika kita lihat kelemahan dan keburukan kita tak ada masa lihat kelemahan dan keburukan orang lain.
Jadi kita syukur kpd allah swt yg menyatukan kita setakat ini bbp yg ada dan doa kpd allah swt beri hidayat kpd kita dan kawan2 kita di seluruh dunia dan kembali kesatuan hati kesatuan kerja kerana hari ini tuan2 yg mulia merupakan satu nya jemaah di dunia yg mereka bergerak secara menyeluruh seluruh dunia dengan satu patern dgn satu ijtimaei dgn satu mesyuarat amir dan ini tidak di senangi oleh musuh2 islam.
Mereka mencari jalan bagaimana usaha ini dapat di hentikan dapat di lumpuhkan dapat lihat kesalahan dan kelemahan dapat di halang secara umum di dunia.
Jangan kita jadi penyebab terhalang nya usaha agama usaha nabi saw. Orang yg memecah belahkan umat ia merupakan satu keadaan satu dosa yg sangat besar di sisi allah swt.
Dalam satu mahfum hadis saw dgn sebab satu org masuk syurga dgn 1 kalimah dgn sebut drp lidah dia org bersatu dan 1 org allah swt campakkan dlalm neraka kerana terbit 1 perkataan drp lidah dia org berpecah.
Semoga allah swt pelihara saya dan tuan2 drp fitnah2 tersebut dan kita sibuk dan tumpukan usaha kita untuk menjayakan jord kita pada 6hb - 9hb april dan di Sabah Saawak Berunai pada 13hb - 16hb April.
*Hadrat Giee*
*Don Manan al Cherasi*
🌺🌸🌼🌻🥀🌹🌷💐🌺🌸🌼
Subscribe to:
Posts (Atom)
