“No one can make you serve customers well. That’s because great service is a choice.”
Years ago, my friend, Harvey Mackay, told me a wonderful story about a cab driver that proved this point.
He was waiting in line for a ride at the airport. When a cab pulled up, the first thing Harvey noticed was that the taxi was polished to a bright shine. Smartly dressed in a white shirt, black tie, and freshly pressed black slacks, the cab driver jumped out and rounded the car to open the back passenger door for Harvey.
He handed my friend a laminated card and said: “I’m Wally, your driver. While I’m loading your bags in the trunk I’d like you to read my mission statement.”
Taken aback, Harvey read the card. It said:
Wally’s Mission Statement:
“To get my customers to their destination in the quickest, safest and cheapest way possible in a friendly environment.”
This blew Harvey away. Especially when he noticed that the inside of the cab matched the outside. Spotlessly clean!
As he slid behind the wheel, Wally said, “Would you like a cup of coffee? I have a thermos of regular and one of decaf.”
My friend said jokingly, “No, I’d prefer a soft drink.”
Wally smiled and said, “No problem. I have a cooler up front with regular and Diet Coke, water and orange juice.”
Almost stuttering, Harvey said, “I’ll take a Diet Coke.”
Handing him his drink, Wally said, “If you’d like something to read, I have The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated and USA Today.”
As they were pulling away, Wally handed my friend another laminated card.
“These are the stations I get and the music they play, if you’d like to listen to the radio.”
And as if that weren’t enough, Wally told Harvey that he had the air conditioning on and asked if the temperature was comfortable for him. Then he advised Harvey of the best route to his destination for that time of day. He also let him know that he’d be happy to chat and tell him about some of the sights or, if Harvey preferred, to leave him with his own thoughts.
“Tell me, Wally,” my amazed friend asked the driver, “have you always served customers like this?”
Wally smiled into the rearview mirror. “No, not always. In fact, it’s only been in the last two years. My first five years driving, I spent most of my time complaining like all the rest of the cabbies do. Then I heard the personal growth guru, Wayne Dyer, on the radio one day.
He had just written a book called “You’ll See It When You Believe It”.
Dyer said that if you get up in the morning expecting to have a bad day, you’ll rarely disappoint yourself.
He said, “Stop complaining! Differentiate yourself from your competition. Don’t be a duck. Be an eagle. Ducks quack and complain. Eagles soar above the crowd.”
“That hit me right between the eyes,” said Wally.
“Dyer was really talking about me. I was always quacking and complaining, so I decided to change my attitude and become an eagle. I looked around at the other cabs and their drivers. The cabs were dirty, the drivers were unfriendly, and the customers were unhappy. So I decided to make some changes. I put in a few at a time. When my customers responded well, I did more.”
“I take it that has paid off for you,” Harvey said.
“It sure has,” Wally replied.
“My first year as an eagle, I doubled my income from the previous year. This year I’ll probably quadruple it. You were lucky to get me today. I don’t sit at cabstands anymore. My customers call me for appointments on my cell phone or leave a message on my answering machine. If I can’t pick them up myself, I get a reliable cabbie friend to do it and I take a piece of the action.”
Wally was phenomenal. He was running a limo service out of a Yellow Cab. I’ve probably told that story to more than fifty cab drivers over the years, and only two took the idea and ran with it. Whenever I go to their cities, I give them a call. The rest of the drivers quacked like ducks and told me all the reasons they couldn’t do any of what I was suggesting.
Wally the Cab Driver made a different choice. He decided to stop quacking like ducks and start soaring like eagles.
The above is based on a true story. This cabbie is based out of NY City. And I personally and truly love such customer service.
Give it a thought, how true it is. How many times we just start our day by complaining; - “Oh No! It’s a Monday.” And then go feeling miserable the entire day.
How many times, have we got up in the morning, felt the excitement within and exclaimed “This is going to be the BEST day of my life”. Now even if after saying that you seem to not have a good day then turn around and do say and feel “This too shall pass”.
At the end of the day, go to bed content that you know and feel right from the bottom of your heart that you have done the best you could. At the end of it, you will be the one who would have changed your own life forever.
Percakapan Laa ilaa ha ilallah
Thursday, June 25, 2009
Mengapakah Kewafatan Rasulallah s.a.w tidak diperingati..?
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah ra, Mu'az ra mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?"
Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata:
"Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah ra."
Kemudian Mu'az ra menuju ke rumah Siti Fatimah ra dan mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahli bait."
Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata:
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi:
"Masuklah wahai Mu'az?"
Ketika Mu'az melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri.
Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya:
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Mu'az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama."
Kemudian Mu'az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Detik-detik Terakhir Kehidupan Insan Mulia
Petikan dari:-
http://pasbakri.tripod.com/Agama/saat_kewafatan_rasulullah.htm
Daripada Ibnu Mas'ud ra bahawasanya ia berkata:
Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:
"Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah."
Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."
Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya Rasulullah?
Baginda SAW menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila' la."
Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah?
Rasulullah SAW menjawab: Salah seorang ahli bait.
Kami bertanya: Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?
Baginda SAW menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah."
Kami bertanya: "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.
Kemudian baginda SAW bersabda: "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua.
Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku.
Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."
Semakin Tenat
Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Isnin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir.
Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam:
"Assalamualaikum ya Rasulullah?"
Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah."
Fatimah ra menjawab: "Rasulullah dalam keadaan sakit?"
Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi.
Kemudian Rasulullah SAW memanggilnya dan menyuruh ia masuk.
Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda:
"Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan sahaja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat."
Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: "Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?"
Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut.
Ketika Abu Bakar ra melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan.
Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW.
Baginda SAW bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu?
Siti Fatimah menjawab: "Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka."
Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid.
Baginda SAW solat dua rakaat, setelah itu baginda SAW melihat kepada orang ramai dan bersabda: "Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini."
Malaikat Maut datang bertamu Pada hari esoknya, iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya.
Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja.
Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT.
Ia menyamar sebagai seorang biasa.
Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata:
"Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"
Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu:
"Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit."
Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi:
"Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?"
Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu?
Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma."
Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"
Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda."
Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat Maut."
Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan 'Assalamualaika ya Rasulullah."
Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang."
Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? "
"Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab Malaikat Maut.
Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW.
Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?
Jibril menjawab: "Ya, Wahai kekasih Allah."
Ketika Sakaratul Maut
Seterusnya Rasulullah SAW bersabda:
"Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya?
Jibril pun menjawab; "Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu."
Baginda SAW bersabda:
"Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?
Jibril menjawab lagi: "Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu."
Baginda SAW bersabda lagi:
"Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku?
Jibril menjawab: "Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?"
Jibril as bertanya:
"Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan?
Rasulullah SAW menjawab:
"Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?"
Jibril menjawab:
"Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu."
Maka berkatalah Rasulullah SAW:
"Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?"
Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW.
Ali ra bertanya:
"Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya?
Rasulullah menjawab:
"Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga."
Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah.
Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut."
Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya.
Lalu Rasulullah SAW bertanya:
"Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?
Jibril menjawab:
"Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?"
Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW.
Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra:
"Ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'ir."
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahawasanya Mu'az bin Jabal ra telah berkata:
"Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun. Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku:
"Apakah anda masih lena tidur juga wahai Mu'az, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah."
Mu'az terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan:
"A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?"
Setelah itu ia lalu mengerjakan solat.
Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama.
Mu'az berkata:
"Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?"
Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.
Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'az berkata kepada mereka:
"Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami.
Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran).
Maka berikanlah Mushaf kepadaku.
Setelah Mu'az menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30).
Maka menjeritlah Mu'az, sehingga ia tak sedarkan diri.
Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi:
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144)
Maka Mu'az pun menjerit lagi:
"Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?"
Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah.
Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata:
"Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala."
Kemudian ia berkata:
"Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?"
Lalu iapun pergi meninggalkan mereka.
Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
Lalu Mu'az mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'az bertanya kepada orang tersebut:
"Bagaimana khabar Rasulullah SAW?
Orang tersebut menjawab:
Wahai Mu'az, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia.
Mendengar ucapan itu Mu'az terjatuh dan tak sedarkan diri.
Lalu orang itu menyedarkannya, ia memanggil Mu'az:
"Wahai Mu'az sedarlah dan bangunlah."
Ketika Mu'az sedar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah SAW.
Tatkala Mu'az melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu.
Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.
Mu'az sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing.
Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh.
Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?"
Mu'az menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?"
Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sedarkan diri lagi.
Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal:
"Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'az yang sedang pengsan.
Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'az, lalu ia berkata:
"Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'az, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'az." Maka Mu'az pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahawa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata:
"Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra."
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah,
Mu'az mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?"
Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata:
"Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah.
Kemudian Mu'az menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahli bait."
Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata:
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'az?"
Ketika Mu'az melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri. Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Mu'az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama."
Kemudian Mu'az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Tak asing lagi dalam tradisi umat Islam khususnya di Malaysia/Indonesia, kelahiran Rasulullah saw diperingati oleh segenap kaum muslimin.
Dari pelusuk negeri hingga di bandar-bandar besar, dari mushalla-mushala kecil hingga di masjid-masjid besar, dari lorong-lorong kecil perkampungan hingga di istana, kecuali di kalangan mazhab wahabi ekstrim.
Walhasil, semua kaum muslimin memperingati maulid Nabi saw dengan bermacam-macam cara dan tradisi mereka.
Muncullah pertanyaan dari sebagian muslimin: Mengapa wafat Rasulullah saw tidak juga diperingati?
Sementara wafat para ulama besar dan tokoh terkemuka diperingati, yang dikenal dengan sebutan "Haul". Jawaban terhadap pertanyaan ini bermacam-macam. Ada yang bilang, itu tak perlu, yang perlu diperingati adalah cahaya kelahirannya yang membawa perubahan dunia. Ada juga yang bilang, jangan mengungkap peristiwa-peristiwa yang sensitif. Memperingati wafat Rasulullah saw akan mengundang hal-hal yang kontrovesial.
Benarkah memperingati wafat Rasulullah saw akan mengundang hal-hal yang kontroversial? Apa peristiwa penting yang terjadi di sekitar wafat Rasulullah saw, menjelang wafatnya dan sesudahnya? Kalau peristiwa itu benar terjadi, mengapa disembunyikan? Sehingga banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya dan tidak boleh mengetahuinya?
Saya kira di zaman globalisasi, di era derasnya informasi kita tak akan sanggup menyembunyikan peristiwa-peristiwa penting yang mesti diketahui oleh muslimin. Pada akhirnya semua itu akan terungkap cepat atau lambat.
"Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?"
Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata:
"Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah ra."
Kemudian Mu'az ra menuju ke rumah Siti Fatimah ra dan mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahli bait."
Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata:
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi:
"Masuklah wahai Mu'az?"
Ketika Mu'az melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri.
Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya:
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Mu'az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama."
Kemudian Mu'az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Detik-detik Terakhir Kehidupan Insan Mulia
Petikan dari:-
http://pasbakri.tripod.com/Agama/saat_kewafatan_rasulullah.htm
Daripada Ibnu Mas'ud ra bahawasanya ia berkata:
Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:
"Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah."
Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."
Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya Rasulullah?
Baginda SAW menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila' la."
Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah?
Rasulullah SAW menjawab: Salah seorang ahli bait.
Kami bertanya: Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?
Baginda SAW menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah."
Kami bertanya: "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.
Kemudian baginda SAW bersabda: "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua.
Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku.
Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."
Semakin Tenat
Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Isnin, di saat baginda menghembus nafas yang terakhir.
Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam:
"Assalamualaikum ya Rasulullah?"
Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah."
Fatimah ra menjawab: "Rasulullah dalam keadaan sakit?"
Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi.
Kemudian Rasulullah SAW memanggilnya dan menyuruh ia masuk.
Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda:
"Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan sahaja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat."
Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: "Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?"
Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut.
Ketika Abu Bakar ra melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan.
Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW.
Baginda SAW bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu?
Siti Fatimah menjawab: "Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka."
Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid.
Baginda SAW solat dua rakaat, setelah itu baginda SAW melihat kepada orang ramai dan bersabda: "Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini."
Malaikat Maut datang bertamu Pada hari esoknya, iaitu pada hari Isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya.
Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja.
Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT.
Ia menyamar sebagai seorang biasa.
Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata:
"Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"
Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu:
"Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit."
Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi:
"Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?"
Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu?
Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma."
Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"
Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda."
Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat Maut."
Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan 'Assalamualaika ya Rasulullah."
Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang."
Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? "
"Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab Malaikat Maut.
Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW.
Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?
Jibril menjawab: "Ya, Wahai kekasih Allah."
Ketika Sakaratul Maut
Seterusnya Rasulullah SAW bersabda:
"Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya?
Jibril pun menjawab; "Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu."
Baginda SAW bersabda:
"Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?
Jibril menjawab lagi: "Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu."
Baginda SAW bersabda lagi:
"Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku?
Jibril menjawab: "Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?"
Jibril as bertanya:
"Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan?
Rasulullah SAW menjawab:
"Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?"
Jibril menjawab:
"Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu."
Maka berkatalah Rasulullah SAW:
"Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?"
Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW.
Ali ra bertanya:
"Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya?
Rasulullah menjawab:
"Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga."
Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah.
Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut."
Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya.
Lalu Rasulullah SAW bertanya:
"Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?
Jibril menjawab:
"Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?"
Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW.
Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra:
"Ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'ir."
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahawasanya Mu'az bin Jabal ra telah berkata:
"Rasulullah SAW telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun. Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata kepadaku:
"Apakah anda masih lena tidur juga wahai Mu'az, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah."
Mu'az terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan:
"A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?"
Setelah itu ia lalu mengerjakan solat.
Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama.
Mu'az berkata:
"Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?"
Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.
Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Mu'az berkata kepada mereka:
"Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami.
Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran).
Maka berikanlah Mushaf kepadaku.
Setelah Mu'az menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30).
Maka menjeritlah Mu'az, sehingga ia tak sedarkan diri.
Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak firman Allah yang berbunyi:
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?" (Ali-lmran: 144)
Maka Mu'az pun menjerit lagi:
"Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?"
Kemudian ia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah.
Ketika ia akan meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata:
"Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala."
Kemudian ia berkata:
"Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad SAW?"
Lalu iapun pergi meninggalkan mereka.
Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman Allah yang bermaksud:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
Lalu Mu'az mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa, Mu'az bertanya kepada orang tersebut:
"Bagaimana khabar Rasulullah SAW?
Orang tersebut menjawab:
Wahai Mu'az, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dunia.
Mendengar ucapan itu Mu'az terjatuh dan tak sedarkan diri.
Lalu orang itu menyedarkannya, ia memanggil Mu'az:
"Wahai Mu'az sedarlah dan bangunlah."
Ketika Mu'az sedar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Assiddik, dengan cop dari Rasulullah SAW.
Tatkala Mu'az melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu.
Setelah puas ia menangis iapun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.
Mu'az sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing.
Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh.
Bilal mengucapkan: "Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?"
Mu'az menyambungnya: "Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?"
Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tak sedarkan diri lagi.
Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal:
"Wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya, ia adalah Mu'az yang sedang pengsan.
Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Mu'az, lalu ia berkata:
"Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Mu'az, aku telah mendengar dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: "Sampaikanlah salamku kepada Mu'az." Maka Mu'az pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahawa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata:
"Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah ra."
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah,
Mu'az mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?"
Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, ia berkata:
"Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah.
Kemudian Mu'az menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan:
"Assalamualaikum ya ahli bait."
Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata:
"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Mu'az bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi: "Masuklah wahai Mu'az?"
Ketika Mu'az melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan dan tak sedarkan diri. Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Mu'az dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam ulama."
Kemudian Mu'az bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW.
Tak asing lagi dalam tradisi umat Islam khususnya di Malaysia/Indonesia, kelahiran Rasulullah saw diperingati oleh segenap kaum muslimin.
Dari pelusuk negeri hingga di bandar-bandar besar, dari mushalla-mushala kecil hingga di masjid-masjid besar, dari lorong-lorong kecil perkampungan hingga di istana, kecuali di kalangan mazhab wahabi ekstrim.
Walhasil, semua kaum muslimin memperingati maulid Nabi saw dengan bermacam-macam cara dan tradisi mereka.
Muncullah pertanyaan dari sebagian muslimin: Mengapa wafat Rasulullah saw tidak juga diperingati?
Sementara wafat para ulama besar dan tokoh terkemuka diperingati, yang dikenal dengan sebutan "Haul". Jawaban terhadap pertanyaan ini bermacam-macam. Ada yang bilang, itu tak perlu, yang perlu diperingati adalah cahaya kelahirannya yang membawa perubahan dunia. Ada juga yang bilang, jangan mengungkap peristiwa-peristiwa yang sensitif. Memperingati wafat Rasulullah saw akan mengundang hal-hal yang kontrovesial.
Benarkah memperingati wafat Rasulullah saw akan mengundang hal-hal yang kontroversial? Apa peristiwa penting yang terjadi di sekitar wafat Rasulullah saw, menjelang wafatnya dan sesudahnya? Kalau peristiwa itu benar terjadi, mengapa disembunyikan? Sehingga banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya dan tidak boleh mengetahuinya?
Saya kira di zaman globalisasi, di era derasnya informasi kita tak akan sanggup menyembunyikan peristiwa-peristiwa penting yang mesti diketahui oleh muslimin. Pada akhirnya semua itu akan terungkap cepat atau lambat.
STRESS
Allah berfirman :
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS. Thaahaa 20:124)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu
Mudahkan Al-quran bagi kami
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami
Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuas
Tuhan yang Mentadbir Diriku
dan Engkaulah Tuhan yang Memelihara Diriku dan Keluargaku..
Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah s.w.t adalah orang yang dibiarkan-Nya berbuat sekehendak hati. Orang seperti ini keluar dari jalan kebenaran dan hidup tanpa petunjuk. Untuk segala hal yang bernilai dunia, dia bersemangat. Namun jika diajak untuk kebaikan akhirat, dia enggan dan melalaikan. Sepintas penampilannya mengesankan padahal mereka terus-menerus menderita perasaan cemas, khuwatir, ketakutan dan stress. Sampai-sampai mereka terkena berbagai penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka menjadi lebih cepat mengalami kerosakan, kelemahan dan penuaan. Mereka berusaha sendiri mencari tahu duduk persoalan dan menentukan berbagai metode untuk mengatasi kesulitan hidup dan tekanan yang dialaminya. Sebagian mengatakan, itu akibat daripada pola hidup yang salah.
Kemudian mereka berupaya memperbaiki konsumsi makanan, waktu istirehat, aktifitas fisik atau apapun yang berhubungan dengan raga dan angan-angannya. Sesaat upaya tersebut dirasakan dapat mengatasi masalah, tetapi selanjutnya mereka terus saja mencari cara yang lain karena tidak pernah mendapatkan ubat penawar yang mujarab.
Berbagai buku telah ditulis dan laris dibaca serta menjadi bahan pembicaraan dalam forum diskusi dan pelatihan. Ada yang menganalisis secara rasional. Yang lain menggambarkannya dengan sangat menyentuh perasaan dan ada pula yang mengkaitkannya dengan spiritual sehingga terkesan bersumber dari ajaran dan kitab yang suci. Hasilnya sama saja, meskipun berbagai cara telah dicoba namun sepertinya mereka yakin satu saat akan menemukan solusi bagi problem hidupnya.
Allah s.w.t berfirman : Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta
(QS. Thaahaa 20:124)
Allah s.w.t telah menetapkan bahwa pada dasarnya manusia berada dalam keadaan susah payah, karena itu tanpa petunjuk-Nya sampai kapan pun orang tidak akan mampu keluar dari kesulitannya. Berapa pun besarnya tenaga dan harta dihabiskan, tetap saja ia akan merasa sempit dan tidak nyaman. Padahal orang hanya perlu menentukan apakah akan mengikuti petunjuk-Nya atau mencari jalan sendiri hingga setan dengan mudah menangkapnya ? Atau mereka ragu Al-quran dapat menyembuhkan penyakitnya sehingga masih diperlukan kombinasi dengan metode ciptaan manusia ?
Allah s.w.t berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS.10 Yunus : 57).
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl 16: 97)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu.
Mudahkan Al-quran bagi kami.
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami.
Engkaulah Yang Maha Kuasa.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS. Thaahaa 20:124)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu
Mudahkan Al-quran bagi kami
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami
Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuas
Tuhan yang Mentadbir Diriku
dan Engkaulah Tuhan yang Memelihara Diriku dan Keluargaku..
Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah s.w.t adalah orang yang dibiarkan-Nya berbuat sekehendak hati. Orang seperti ini keluar dari jalan kebenaran dan hidup tanpa petunjuk. Untuk segala hal yang bernilai dunia, dia bersemangat. Namun jika diajak untuk kebaikan akhirat, dia enggan dan melalaikan. Sepintas penampilannya mengesankan padahal mereka terus-menerus menderita perasaan cemas, khuwatir, ketakutan dan stress. Sampai-sampai mereka terkena berbagai penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka menjadi lebih cepat mengalami kerosakan, kelemahan dan penuaan. Mereka berusaha sendiri mencari tahu duduk persoalan dan menentukan berbagai metode untuk mengatasi kesulitan hidup dan tekanan yang dialaminya. Sebagian mengatakan, itu akibat daripada pola hidup yang salah.
Kemudian mereka berupaya memperbaiki konsumsi makanan, waktu istirehat, aktifitas fisik atau apapun yang berhubungan dengan raga dan angan-angannya. Sesaat upaya tersebut dirasakan dapat mengatasi masalah, tetapi selanjutnya mereka terus saja mencari cara yang lain karena tidak pernah mendapatkan ubat penawar yang mujarab.
Berbagai buku telah ditulis dan laris dibaca serta menjadi bahan pembicaraan dalam forum diskusi dan pelatihan. Ada yang menganalisis secara rasional. Yang lain menggambarkannya dengan sangat menyentuh perasaan dan ada pula yang mengkaitkannya dengan spiritual sehingga terkesan bersumber dari ajaran dan kitab yang suci. Hasilnya sama saja, meskipun berbagai cara telah dicoba namun sepertinya mereka yakin satu saat akan menemukan solusi bagi problem hidupnya.
Allah s.w.t berfirman : Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta
(QS. Thaahaa 20:124)
Allah s.w.t telah menetapkan bahwa pada dasarnya manusia berada dalam keadaan susah payah, karena itu tanpa petunjuk-Nya sampai kapan pun orang tidak akan mampu keluar dari kesulitannya. Berapa pun besarnya tenaga dan harta dihabiskan, tetap saja ia akan merasa sempit dan tidak nyaman. Padahal orang hanya perlu menentukan apakah akan mengikuti petunjuk-Nya atau mencari jalan sendiri hingga setan dengan mudah menangkapnya ? Atau mereka ragu Al-quran dapat menyembuhkan penyakitnya sehingga masih diperlukan kombinasi dengan metode ciptaan manusia ?
Allah s.w.t berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS.10 Yunus : 57).
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl 16: 97)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu.
Mudahkan Al-quran bagi kami.
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami.
Engkaulah Yang Maha Kuasa.
10 Perangkap Syaitan / Iblis Laknatullah
ALLAH berfirman yang bermaksud: "Syaitan memberikan janji yang membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka. Walhal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipu daya belaka. Tempat mereka itu ialah di neraka jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat untuk lari daripadanya." ( An-Nisa': 120-121).
Keterbukaan manusia mengundang kehadiran syaitan ke dalam diri masing-masing, sebenarnya ada kaitannya dengan sifat mazmumah yang diamalkan dalam kehidupan seharian. Melalui pelbagai jenis sifat mazmumah itulah sama ada kita sedar atau tidak, kita sebenarnya telah menyediakan ruang kepada syaitan untuk bertapak dalam diri/hati. Apabila syaitan sudah meraja dalam diri/hati, seseorang individu itu akan sanggup melakukan apa jua perbuatan keji dan mungkar disisi Allah kerana keinginan nafsu akan menjadi sebati dengan sifat jahat syaitan itu sendiri.
Hati, suatu organ istimewa kurniaan Allah kepada manusia, pada saat dan waktu itu juga akan mula goyah apabila sedikit demi sedikit syaitan durjana mula merayap untuk menguasai tunjang di dalam badan manusia tersebut. Berlumba-lumbalah nanti para syaitan untuk memenangi dan menguasai hati manusia. Mereka akan sedaya upaya menawan hati tersebut dan memujuk nurani manusia untuk melanggar segala perintah Allah. Beruntunglah golongan manusia yang berupaya menangkis godaan tersebut..
Mengikut para ulama, syaitan akan menguasai tubuh badan manusia melalui sepuluh pintu:
1. Melalui sifat bohong dan angkuh
Dua sifat inilah yang amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpunca daripada keegoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan kesenangan.
2. Melalui sifat Bakhil dan Kedekut
Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah kurniaan ALlah yang seharusnya dibelanjakan ke jalan yang hak. Ia boleh digunakan untuk membantu kesempitan hidup orang yang memerlukan sama ada melalui kewajipan berzakat atau bersedekah.
3. Melalui sifat Takbur dan Bongkak
Sifat ini selalunya bertapak dalam diri seseorang manusia yang merasakan dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka terlupa bahawa kesenangan dan kenikmatan yang dikurniakan itu boleh ditarik oleh Allah pada bila-bila masa saja. ALlah Taala berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang takbur.'' (An-Nahl:23)
4. Sifat Khianat
Khianat yang dimaksudkan bukan sahaja melalui perbuatan merosakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi sebarang bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.
5. Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat
Junjungan RasuluLlah s.a.w. selalu menasihati para sahabat baginda agar menjauhkan diri masing-masing daripada menjadi golongan manusia yang dibenci Allah, iaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.
6. Melalui sifat Hasad Dengki
Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam yang berpanjangan. RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Hindarilah kamu daripada sifat hasad kerana ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering." (Riwayat Bukhari dan Muslim).
7. Melalui sifat suka meremehkan orang lain
Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki. Abu Umamah pernah meriwayatkan bahawa RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik iaitu orang tua Muslim, orang yang berilmu dan imam yang adil.'' (Riwayat Muslim).
8. Melalui sifat Ujub atau Bangga Diri
Menurut Imam Ahmad, Rasulallah SAW telah bersabda yang bermaksud: "Jangan kamu bersenang lenang dalam kemewahan kerana sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang sahaja." (Riwayat Abu Naim daripada Muaz bin Jabal r.a)
9. Melalui sifat suka Berangan-angan
Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat tulang untuk berusaha bagi mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian yang tinggi tetapi amat malas berusaha untuk memperolehnya.
10. Melalui sifat Buruk Sangka
Seseorang yang suka menuduh orang lain melakukan sesuatu kejahatan tanpa diselidiki terlebih dulu amat dicela oleh Islam. RasuluLlah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang ramai bahawa mereka sudah rosak. Sesungguhnya orang yang berkata itulah sebenarnya yang telah rosak dirinya." (Riwayat Muslim)
Keterbukaan manusia mengundang kehadiran syaitan ke dalam diri masing-masing, sebenarnya ada kaitannya dengan sifat mazmumah yang diamalkan dalam kehidupan seharian. Melalui pelbagai jenis sifat mazmumah itulah sama ada kita sedar atau tidak, kita sebenarnya telah menyediakan ruang kepada syaitan untuk bertapak dalam diri/hati. Apabila syaitan sudah meraja dalam diri/hati, seseorang individu itu akan sanggup melakukan apa jua perbuatan keji dan mungkar disisi Allah kerana keinginan nafsu akan menjadi sebati dengan sifat jahat syaitan itu sendiri.
Hati, suatu organ istimewa kurniaan Allah kepada manusia, pada saat dan waktu itu juga akan mula goyah apabila sedikit demi sedikit syaitan durjana mula merayap untuk menguasai tunjang di dalam badan manusia tersebut. Berlumba-lumbalah nanti para syaitan untuk memenangi dan menguasai hati manusia. Mereka akan sedaya upaya menawan hati tersebut dan memujuk nurani manusia untuk melanggar segala perintah Allah. Beruntunglah golongan manusia yang berupaya menangkis godaan tersebut..
Mengikut para ulama, syaitan akan menguasai tubuh badan manusia melalui sepuluh pintu:
1. Melalui sifat bohong dan angkuh
Dua sifat inilah yang amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpunca daripada keegoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan kesenangan.
2. Melalui sifat Bakhil dan Kedekut
Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah kurniaan ALlah yang seharusnya dibelanjakan ke jalan yang hak. Ia boleh digunakan untuk membantu kesempitan hidup orang yang memerlukan sama ada melalui kewajipan berzakat atau bersedekah.
3. Melalui sifat Takbur dan Bongkak
Sifat ini selalunya bertapak dalam diri seseorang manusia yang merasakan dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka terlupa bahawa kesenangan dan kenikmatan yang dikurniakan itu boleh ditarik oleh Allah pada bila-bila masa saja. ALlah Taala berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang takbur.'' (An-Nahl:23)
4. Sifat Khianat
Khianat yang dimaksudkan bukan sahaja melalui perbuatan merosakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi sebarang bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.
5. Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat
Junjungan RasuluLlah s.a.w. selalu menasihati para sahabat baginda agar menjauhkan diri masing-masing daripada menjadi golongan manusia yang dibenci Allah, iaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.
6. Melalui sifat Hasad Dengki
Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam yang berpanjangan. RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Hindarilah kamu daripada sifat hasad kerana ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering." (Riwayat Bukhari dan Muslim).
7. Melalui sifat suka meremehkan orang lain
Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki. Abu Umamah pernah meriwayatkan bahawa RasuluLlah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud: "Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik iaitu orang tua Muslim, orang yang berilmu dan imam yang adil.'' (Riwayat Muslim).
8. Melalui sifat Ujub atau Bangga Diri
Menurut Imam Ahmad, Rasulallah SAW telah bersabda yang bermaksud: "Jangan kamu bersenang lenang dalam kemewahan kerana sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang sahaja." (Riwayat Abu Naim daripada Muaz bin Jabal r.a)
9. Melalui sifat suka Berangan-angan
Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat tulang untuk berusaha bagi mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian yang tinggi tetapi amat malas berusaha untuk memperolehnya.
10. Melalui sifat Buruk Sangka
Seseorang yang suka menuduh orang lain melakukan sesuatu kejahatan tanpa diselidiki terlebih dulu amat dicela oleh Islam. RasuluLlah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang ramai bahawa mereka sudah rosak. Sesungguhnya orang yang berkata itulah sebenarnya yang telah rosak dirinya." (Riwayat Muslim)
Siapakah Wanita Yang Menjadi Ahli Syurga?
"Wanita yang berkata kepada suaminya yang tidak melihat apa-apa kebaikan pada suaminya, Allah menghapuskan segala perbuatan baiknya selama 70 tahun, walaupun dia berpuasa selama itu siang hari dan bersembahyang pada malamnya." (Hadis Riwayat Imam Majah dan An-Nasai)
Siapakah wanita yang menjadi ahli syurga?
Siapakah wanita yang menjadi ahli Syurga?
Apakah ciri-ciri atau sifat-sifat yang menjadi kunci bagi wanita memasuki syurga?
Sebuah hadis Nabi menyatakan: Daripada Anas, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." (Hadis Riwayat Ahmad)
Menurut hadis di atas sekurang-kurangnya ia telah menggariskan empat dasar atau sifat utama yang menjadi teras bagi seorang wanita muslimah memasuki syurga, iaitu menunaikan kewajipannya kepada Allah dalam makna melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan ke atasnya seperti sembahyang, puasa, dan lain-lain ibadah wajib yang mampu dilaksanakan.
Sebuah hadis menyebutkan bahawa sembahyang adalah perkara pertama yang akan disoal di hari Kiamat.
Daripada Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Nabi Sallallahu Alahi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya perkara yang pertama sekali dikira dari amalan hamba di hari kiamat ialah sembahyang; sekiranya sembahyang itu sempurna, maka beruntung dan berjayalah dia, dan sekiranya ia rosak, maka kecewa dan rugilah dia, kalau kewajipan fardhu masih kurang, Allah berfirman: Lihatlah adakah amalan-amalan sunat untuk menyempurnakan kekurangan tersebut. Demikianlah seterusnya dengan amalan yang lain" (Hadis riwayat at-Tirmizi)
Disamping menunaikan kewajipan kepada Allah, menunaikan hak dan kewajipan kepada suami juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang wanita. Tertunainya hak dan tanggungjawab suami barulah akan turun keredhaan dan rahmat Allah kepadanya.
Menjaga kehormatan diri juga merupakan hal yang digariskan oleh hadis di atas. Antara hal-hal yang boleh diketegorikan dalam konteks menjaga kehormatan itu ialah mempunyai sifat pemalu, jika suaminya keluar dia akan menguruskan dan menjaga dirinya dan harta suaminya dengan amanah. Bila suaminya datang kepadanya dia akan menjaga mulut daripada menyebutkan perkataan yang tidak elok didengar.
Sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahawa: "Sesungguhnya sopan santun dan keimanan adalah saling berkaitan, jika salah satunya dikeluarkan, yang satu lagi juga akan hilang serentak." (Hadis Riwayat Baihaqi)
Maksud hadis ini ialah jika kesopanan atau sifat malu sudah hilang, iman juga akan hilang bersama-samanya. Betapa besarnya pengaruh antara kesopanan dan keimanan kepada diri seorang wanita itu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan dengan sabda baginda: "Apabila sesesorang itu terlibat dengan penzinaan, ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu mencuri ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu meminum arak ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu menyelewing setelah diberi amanah oleh orang lain ia bukan lagi seorang beriman, dan apabila seseorang diantara kamu menipu ia bukan lagi seorang beriman, oleh itu berjaga-jagalah!"
Taat kepada suami merupakan satu lagi sifat wanita yang digambarkan oleh hadis yang dipaparkan di awal makalah ini. Taat kepada suami adalah tanggungjawab isteri yang wajib di sempurnakan. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam Bazzar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Kamu sampaikan kepada perempuan yang kamu jumpa, bahawa taat kepada suami, dan mengakui hak-hak suami, sama pahalanya dengan berperang dan bertempur dengan musuh-musuh Islam di medan pertempuran, tetapi sedikit sangat daripada isteri-isteri yang menyempurnakan hak-hak suami mereka." (Hadis riwayat Al Imam Bazzar)
Isteri adalah pusat dan sumber kebahagiaan dan ketenteraman di dalam sebuah rumahtangga. Ia perlu mempunyai sifat-sifat sabar dan perhatian yang sepenuhnya kepada suami dan juga anak-anak. Sikap inilah yang boleh mewujudkan suasana yang tenang, aman dan damai dalam rumahtangga. Dalam hal ini, para isteri sayugialah akan sentiasa bersikap baik kepada suami.
Saidina Abu Bakar Radhiallahu Anhu meriwayatkan bahawa Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Seorang wanita yang menyakiti hati suami dengan lidahnya, dia mendatangkan celaan dan kemurkaan Allah, para malaikat dan umat manusia."
Selain itu, Saidina Ali Radhiallahu Anhu meriwayatkan sebuah hadis mengenai setiap isteri yang tidak menghormati status suaminya. "Wanita yang berkata kepada suaminya yang tidak melihat apa-apa kebaikan pada suaminya, Allah menghapuskan segala perbuatan baiknya selama 70 tahun, walaupun dia berpuasa selama itu siang hari dan bersembahyang pada malamnya." (Hadis Riwayat Imam Majah dan An-Nasai)
Berdasarkan huraian ringkas di atas, para wanita semestinyalah mengamalkan sikap taat dan bertakwa kepada Allah, bertanggungjawab kepada suami dan menjaga kehormatan dirinya. Semoga dengan itu, akan mudahlah mereka mendapat rahmat dan keredhaan Allah. Rahmat dan redha Allah itulah yang akan menjamin kebahagian hidupnya di dunia dan di akhirat.
Siapakah wanita yang menjadi ahli syurga?
Siapakah wanita yang menjadi ahli Syurga?
Apakah ciri-ciri atau sifat-sifat yang menjadi kunci bagi wanita memasuki syurga?
Sebuah hadis Nabi menyatakan: Daripada Anas, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." (Hadis Riwayat Ahmad)
Menurut hadis di atas sekurang-kurangnya ia telah menggariskan empat dasar atau sifat utama yang menjadi teras bagi seorang wanita muslimah memasuki syurga, iaitu menunaikan kewajipannya kepada Allah dalam makna melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan ke atasnya seperti sembahyang, puasa, dan lain-lain ibadah wajib yang mampu dilaksanakan.
Sebuah hadis menyebutkan bahawa sembahyang adalah perkara pertama yang akan disoal di hari Kiamat.
Daripada Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Nabi Sallallahu Alahi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya perkara yang pertama sekali dikira dari amalan hamba di hari kiamat ialah sembahyang; sekiranya sembahyang itu sempurna, maka beruntung dan berjayalah dia, dan sekiranya ia rosak, maka kecewa dan rugilah dia, kalau kewajipan fardhu masih kurang, Allah berfirman: Lihatlah adakah amalan-amalan sunat untuk menyempurnakan kekurangan tersebut. Demikianlah seterusnya dengan amalan yang lain" (Hadis riwayat at-Tirmizi)
Disamping menunaikan kewajipan kepada Allah, menunaikan hak dan kewajipan kepada suami juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang wanita. Tertunainya hak dan tanggungjawab suami barulah akan turun keredhaan dan rahmat Allah kepadanya.
Menjaga kehormatan diri juga merupakan hal yang digariskan oleh hadis di atas. Antara hal-hal yang boleh diketegorikan dalam konteks menjaga kehormatan itu ialah mempunyai sifat pemalu, jika suaminya keluar dia akan menguruskan dan menjaga dirinya dan harta suaminya dengan amanah. Bila suaminya datang kepadanya dia akan menjaga mulut daripada menyebutkan perkataan yang tidak elok didengar.
Sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahawa: "Sesungguhnya sopan santun dan keimanan adalah saling berkaitan, jika salah satunya dikeluarkan, yang satu lagi juga akan hilang serentak." (Hadis Riwayat Baihaqi)
Maksud hadis ini ialah jika kesopanan atau sifat malu sudah hilang, iman juga akan hilang bersama-samanya. Betapa besarnya pengaruh antara kesopanan dan keimanan kepada diri seorang wanita itu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan dengan sabda baginda: "Apabila sesesorang itu terlibat dengan penzinaan, ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu mencuri ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu meminum arak ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu menyelewing setelah diberi amanah oleh orang lain ia bukan lagi seorang beriman, dan apabila seseorang diantara kamu menipu ia bukan lagi seorang beriman, oleh itu berjaga-jagalah!"
Taat kepada suami merupakan satu lagi sifat wanita yang digambarkan oleh hadis yang dipaparkan di awal makalah ini. Taat kepada suami adalah tanggungjawab isteri yang wajib di sempurnakan. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam Bazzar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Kamu sampaikan kepada perempuan yang kamu jumpa, bahawa taat kepada suami, dan mengakui hak-hak suami, sama pahalanya dengan berperang dan bertempur dengan musuh-musuh Islam di medan pertempuran, tetapi sedikit sangat daripada isteri-isteri yang menyempurnakan hak-hak suami mereka." (Hadis riwayat Al Imam Bazzar)
Isteri adalah pusat dan sumber kebahagiaan dan ketenteraman di dalam sebuah rumahtangga. Ia perlu mempunyai sifat-sifat sabar dan perhatian yang sepenuhnya kepada suami dan juga anak-anak. Sikap inilah yang boleh mewujudkan suasana yang tenang, aman dan damai dalam rumahtangga. Dalam hal ini, para isteri sayugialah akan sentiasa bersikap baik kepada suami.
Saidina Abu Bakar Radhiallahu Anhu meriwayatkan bahawa Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Seorang wanita yang menyakiti hati suami dengan lidahnya, dia mendatangkan celaan dan kemurkaan Allah, para malaikat dan umat manusia."
Selain itu, Saidina Ali Radhiallahu Anhu meriwayatkan sebuah hadis mengenai setiap isteri yang tidak menghormati status suaminya. "Wanita yang berkata kepada suaminya yang tidak melihat apa-apa kebaikan pada suaminya, Allah menghapuskan segala perbuatan baiknya selama 70 tahun, walaupun dia berpuasa selama itu siang hari dan bersembahyang pada malamnya." (Hadis Riwayat Imam Majah dan An-Nasai)
Berdasarkan huraian ringkas di atas, para wanita semestinyalah mengamalkan sikap taat dan bertakwa kepada Allah, bertanggungjawab kepada suami dan menjaga kehormatan dirinya. Semoga dengan itu, akan mudahlah mereka mendapat rahmat dan keredhaan Allah. Rahmat dan redha Allah itulah yang akan menjamin kebahagian hidupnya di dunia dan di akhirat.
Makna Persahabatan
Pertumbuhan jiwa manusia, selain karena bakat-bakat alam yang dibawa sejak lahir, sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, termasuk lingkungan pergaulan dan persahabatan. Demikian pendapat penganut madzhab konvergensi atau interaksionisme yang merupakan sintesis dari madzhab nativistik dan environmentalistik.
Di kalangan umat Islam, terutama kaum sufi dan orang-orang yang menaruh perhatian dan concern terhadap pendidikan moral umat, pengaruh positif-negatif dari pergaulan dan persahabatan itu sudah cukup lama menjadi perbincangan. Tak heran bila diskursus atau wacana tentang persahabatan itu (shuhbah) selalu mewarnai karya-karya mereka.
Suhrawardi, lewat bukunya 'Awarif al-Ma'arif, menyebut persahabatan itu sebagai kecenderungan fitri manusia dan merupakan salah satu dari sekian banyak nikmat dan anugerah Allah SWT (Q.S. 3:103).
Persahabatan, kata Suhrawardi, dapat diibaratkan seperti pintu yang akan mengantar manusia menuju sorga atau neraka. Mengapa? Jawabannya, seperti diutarakan Ibn Abbas, karena persahabatan dapat menimbulkan kebaikan dan keburukan sekaligus. ''Tak ada yang dapat merosak manusia selain manusia itu sendiri,'' demikian Ibn Abbas. Agar persaudaraan dan persahabatan itu melahirkan kebaikan-kebaikan, duniawi maupun ukhrawi, maka dalam persaudaraan itu harus ditegakkan nilai-nilai atau sifat-sifat yang terpuji. Di antaranya adalah sifat saling tolong menolong dalam kebaikan (Q.S. Al-Maidah, 2), saling berpesan dalam kebenaran (Q.S. Al-Balad, 17), dan saling kasih mengasihi di antara mereka (Q.S. Al-Fath, 29).
Persaudaraan dan persahabatan harus pula didasarkan pada kesamaan idealisme dan cita-cita. Dalam kaitan ini, Ibnu 'Athailah, lewat kitab Hikam-nya mengingatkan. Katanya: ''Jangan kamu bergaul dan berteman dengan orang yang idealisme, cita-cita, sikap, dan prilakunya tidak mendorongmu ke jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT.'' Ini mengandung makna bahwa tidak setiap orang layak dijadikan sebagai teman atau sahabat.
Persaudaraan yang sejati, menurut satu Hadits, adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali dan rasa cinta kepada Allah SWT. Lalu, mereka hidup bersama kerana Allah SWT, berjuang bersama kerana Allah SWT, dan mati bersama juga kerana Allah SWT. Inilah realiti persaudaraan yang sungguh sangat sejati dan abadi.
Dalam kehidupan di mana sekat-sekat antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur (tasyabuh), maka identifikasi tentang siapa kawan dan siapa lawan menjadi kabur pula. Dalam keadaan demikian, petuah kaum sufi dalam wacana persaudaraan menjadi relevan untuk direnungkan kembali. Semoga persaudaraan dan persahabatan kita kekal dan abadi.
Insha Allah..
Di kalangan umat Islam, terutama kaum sufi dan orang-orang yang menaruh perhatian dan concern terhadap pendidikan moral umat, pengaruh positif-negatif dari pergaulan dan persahabatan itu sudah cukup lama menjadi perbincangan. Tak heran bila diskursus atau wacana tentang persahabatan itu (shuhbah) selalu mewarnai karya-karya mereka.
Suhrawardi, lewat bukunya 'Awarif al-Ma'arif, menyebut persahabatan itu sebagai kecenderungan fitri manusia dan merupakan salah satu dari sekian banyak nikmat dan anugerah Allah SWT (Q.S. 3:103).
Persahabatan, kata Suhrawardi, dapat diibaratkan seperti pintu yang akan mengantar manusia menuju sorga atau neraka. Mengapa? Jawabannya, seperti diutarakan Ibn Abbas, karena persahabatan dapat menimbulkan kebaikan dan keburukan sekaligus. ''Tak ada yang dapat merosak manusia selain manusia itu sendiri,'' demikian Ibn Abbas. Agar persaudaraan dan persahabatan itu melahirkan kebaikan-kebaikan, duniawi maupun ukhrawi, maka dalam persaudaraan itu harus ditegakkan nilai-nilai atau sifat-sifat yang terpuji. Di antaranya adalah sifat saling tolong menolong dalam kebaikan (Q.S. Al-Maidah, 2), saling berpesan dalam kebenaran (Q.S. Al-Balad, 17), dan saling kasih mengasihi di antara mereka (Q.S. Al-Fath, 29).
Persaudaraan dan persahabatan harus pula didasarkan pada kesamaan idealisme dan cita-cita. Dalam kaitan ini, Ibnu 'Athailah, lewat kitab Hikam-nya mengingatkan. Katanya: ''Jangan kamu bergaul dan berteman dengan orang yang idealisme, cita-cita, sikap, dan prilakunya tidak mendorongmu ke jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT.'' Ini mengandung makna bahwa tidak setiap orang layak dijadikan sebagai teman atau sahabat.
Persaudaraan yang sejati, menurut satu Hadits, adalah persaudaraan antara dua anak manusia yang diikat oleh tali dan rasa cinta kepada Allah SWT. Lalu, mereka hidup bersama kerana Allah SWT, berjuang bersama kerana Allah SWT, dan mati bersama juga kerana Allah SWT. Inilah realiti persaudaraan yang sungguh sangat sejati dan abadi.
Dalam kehidupan di mana sekat-sekat antara kebenaran dan kebatilan semakin kabur (tasyabuh), maka identifikasi tentang siapa kawan dan siapa lawan menjadi kabur pula. Dalam keadaan demikian, petuah kaum sufi dalam wacana persaudaraan menjadi relevan untuk direnungkan kembali. Semoga persaudaraan dan persahabatan kita kekal dan abadi.
Insha Allah..
Wednesday, June 24, 2009
Hikmah dibalik Pengharaman Babi
Al Dakwah.org- Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam,
Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."
Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu darikeduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari,memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya.
Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman,seorang Muslim Jerman, dalam bukunya:
"Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:
"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim,dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadt fi at Tafsir al Qur'an alKarim, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini,
generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini.
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia. Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi.
Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
Ia tidak akan berhenti makan,bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah,memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular- menyatakan: daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon.
Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi.
Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap.
Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.
oleh: Fauzi Muhammad Abu Zaid
* * *
Dari buku, Hidangan Islami:
Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Modern
Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997
Penerbit: Gema Insani Press
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam,
Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."
Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu darikeduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari,memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya.
Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman,seorang Muslim Jerman, dalam bukunya:
"Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:
"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim,dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadt fi at Tafsir al Qur'an alKarim, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini,
generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini.
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia. Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi.
Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
Ia tidak akan berhenti makan,bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah,memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular- menyatakan: daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon.
Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi.
Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap.
Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.
oleh: Fauzi Muhammad Abu Zaid
* * *
Dari buku, Hidangan Islami:
Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Modern
Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997
Penerbit: Gema Insani Press
Adab2 Berdoa dan Syarat2 Diijabahnya Doa
Segala puji bagi Allah Yang Maha Mendengar rintihan para hamba-Nya, Maha Mengijabah doa para pemohon, Maha Kaya dan Maha Perduli terhadap jeritan suara mereka yang sengsara, Maha Dermawan bagi mereka yang membutuhkan, Maha Pengasih terhadap semua makhluk-Nya, dan Maha Penyayang terhadap mereka yang menderita. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Muhammad saw dan keluarganya yang suci (sa).
Doa adalah prisai sekaligus senjata bagi kaum mukminin, yang bentengnya adalah doa dan senjatanya tangisan. Karena meyakini bahwa Rasulullah saw bersabda: “Doa adalah inti ibadah dan tidak ada seorang pun yang akan binasa bersama doa.” Biharul Anwar, 93: 300)
Dengan sabdanya tersebut Rasulullah saw menghimpun semua nilai ketinggian dan keagungan doa serta pengaruhnya ke dalam kehidupan.
Allah swt berfirman: "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat/51: 56).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa tujuan kita diwujudkan dan dihidupkan di dunia tiada lain kecuali untuk beribadah kepada Allah swt. Sedangkan doa merupakan inti ibadah.
Allah swt berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku pasti Kuperkenankan doamu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka akan masuk ke neraka jahannam dalam keadaan hina dina." (Al-Mukmin/40: 60).
Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dan menegaskan sebagai hal yang saling berlawanan: doa dan kesombongan. Yakni:
Pertama: Menggambarkan pribadi seorang hamba yang mengenal Tuhannya, mengenal dirinya sebagai hamba-Nya, dan menjalin hubungan kedekatan dengan Penciptanya.
Kedua: Menggambarkan sikap orang yang sombong, angkuh, keras kepala dank eras hati, ahli maksiat dan durhaka, yang jauh berbeda dengan pengenalan yang dirasakan oleh orang dalam sisi yang pertama.
Dengan makna tersebut menunjukkan bahwa orang yang menghina dan mengecilkan peranan doa dalam kehidupan, maka ia digolongkan pada bagian yang pertama. Orang yang sombong dan tidak mengenal dirinya. Padahal Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengenal dirinya ia mengenal Tuhannya.”
Makna inilah yang dijelaskan oleh para kekasih Allah swt bahwa ibadah yang paling utama adalah doa. Karena tujuan ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan mengenal hak-hak Allah dan kekuasaan-Nya yang tak akan tertandingi oleh siapapun; untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, karena meyakini bahwa segala kebutuhannya berada di tangan Allah Pemilik malakut langit dan bumi, yang apabila Dia memberi tak akan ada seorang pun yang mampu menghalangi, apabila Dia menahan tak akan ada seorang pun yang mampu memberinya, dan tak ada seorang pun yang kuasa menolak takdir-Nya kecuali Dia.
Tak ada ungkapan yang lebih jelas seperti makna yang diungkapkan di dalam doa. Karena doa menjadi wasilah untuk mengungkapkan rasa sedih dan duka, perasaan yang paling mendalam dan perjalanan batin, di waktu sekarang dan mendatang.
Dalam kondisi dan keadaan seperti itulah wujud ibadah paling nampak dan paling sempurna. Dan dalam kondisi itulah seorang hamba paling dicintai oleh Allah swt. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Amal yang paling dicintai oleh Allah azza wa jalla adalah doa.”
Jika Islam memperhatikan suatu persoalan tertentu, maka pasti atasnya ditetapkan adab-adab dan syarat-syaratnya, agar manusia dapat memperoleh kesempurnaannya dan memetik hasilnya.
Demikian juga dalam halnya persoalan doa, Islam telah memperkenalkan kepada manusia adab-adabnya, agar mereka memperoleh hasilnya, merasakan kebahagiaan dan kesejukan batin saat menghadap kepada Allah swt sumber mata air kedamaian. Memperoleh keyakinan bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Mengijabah. Beradab dan bertatakrama yang baik dan sopan di hadapan-Nya sebagai seorang hamba yang membutuhkan-Nya, agar mendapat perhatian-Nya.
Islam juga memperkenalkan kepada manusia tentang syarat-syaratnya, agar mereka berdoa dengan doa yang benar, dan doanya berpengaruh pada harapan dan kehidupannya, cepat atau lambat, segera atau tetunda.
Suatu harapan semoga eBook ini dapat mengantarkan kita pada cita-cita dan harapan. Mengkhusukkan hati, mentadharru’kan diri. Mengalirkan kesejukan dan kedamaian ke dalam kehidupan kita dan keluarga kita. Amîn yâ Rabbal ‘âlamîn.
Hakikat Doa
Allah swt berfirman:
وَ إِذَا سأَلَك عِبَادِى عَنى فَإِنى قَرِيبٌ أُجِيب دَعْوَةَ الدَّاع إِذَا دَعَانِ فَلْيَستَجِيبُوا لى وَلْيُؤْمِنُوا بى لَعَلَّهُمْ يَرْشدُونَ
“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengijabah doa orang yang bedoa bila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaknya mereka memenuhi (seruan)Ku dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam bimbingan.” (Al-Baqarah: 186)
Kandungan makna ayat ini diungkapkan dengan ungkapan yang paling indah, struktur bahasa paling lembut. Allah swt menggunakan kata “Aku” tidak menggunakan kata “Dia” dan lainnya. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Allah swt terhadap hamba-Nya yang berdoa.
Ungkapan kata “hamba-hamba-Ku” juga menunjukkan pada betapa besarnya perhatian Allah swt terhadap doa. Ayat ini tidak menggunakan kata penghubung dalam jawaban, yakni “Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku…sesungguhnya Aku adalah dekat”, ditambah menggunakan kata “Sesungguhnya” dan kata “qarib”. Ini menunjukkan bahwa ketika seorang hamba berdoa kepada-Nya, Allah sangat dekat dengannya, tetap dan selalu dekat dengannya.
Dalam hal ijabah, ayat ini menggunakan “fi’il mudhari’” (kata kerja yang menunjukkan waktu sekarang dan mendatang). Ini menunjukan bahwa Allah sedang dan akan mengijabah doa hamba-Nya saat ia berdoa kepada-Nya.
Adapun maksudkan dengan kalimat “Aku mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Ku” yang nampak membatasi ijabah-Nya. Maksudnya adalah Allah swt Allah mengijabah doa hamba-Nya jika ia benar-benar berdoa kepada-Nya dengan doa yang sebenarnya. Dan makna inilah yang juga dimaksudkan oleh firman-Nya:
ادْعُونى أَستَجِب لَكمْ
“Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku ijabah doamu.” (Al-Mukmin: 60)
Dalam ayat terdapat hal yang sangat penting dan mendalam, menginformasikan kepada kita tentang betapa pentingnya ijabah doa dan betapa besarnya perhatian Allah terhadap doa. Hal ini ditunjukkan oleh pengulangan tujuh kali kata “Aku”, dan ini hanya terjadi dalam ayat ini, tidak dalam ayat-ayat yang lain.
Doa artinya memanggil, memusatkan pandangan yang dipanggil kepada yang memanggil. Adapun kata “As-Sual” artinya bertanya atau memohon, yang tujuannya untuk mendatangkan sesuatu yang bermanfaat atau menghindarkan sesuatu yang berbahaya. Dengan permohonan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemohon setelah ia memusatkan perhatiannya, dan permohonannya menjadi puncak doa.
Sebagaiman telah kami jelaskan dalam pembahasan yang lain, bahwa ubudiyah artinya adalah mamlukiyah, sifat pemilikan. Maksudnya setiap pemilikan menunjukkan pada penghambaan manusia kepada Allah swt. Kepemilikan Allah berbeda dengan kepemilikan selain-Nya. Kepemilikan Allah adalah pemilikan yang mutlak dan sebenarnya, sedangkan kepemilikan selain-Nya bersifat nisbi, tidak sebenarnya.
Karena selain Allah tidak berhak menyandang kepemilikan yang bersifat mutlak. Apa saja yang dimiliki oleh hamba-Nya misalnya: isteri, anak, harta, kedudukan, dan lainnya. Juga dirinya, dan segala organ lahir dan batinnya. Semuanya akan kembali dan harus dikembalikan kepada Pemiliknya yang mutlak, yaitu Allah swt.
Semua ini menunjukkan bahwa tidak ada kepemilikan selain Allah kecuali dengan izin-Nya, bahkan keberadaan hamba itu sendiri adalah milik-Nya. Sekiranya Allah tidak mengizinkan niscaya kita semua tidak akan ada. Hanya Dialah yang menjadikan kita memiliki pendengaran, penglihatan, dan perasaan. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan menentukan takdirnya.
Dari penjelasan ini menunjukkan kejelasan bahwa Allah swt mendinding di antara sesuatu dan dirinya, antara manusia dan setiap yang menemaninya: isteri, anak, teman, harta, kedudukan, kebenaran, dan lainnya. Sehingga ini menunjukkan bahwa Allah swt lebih dekat kepada kita dari setiap yang dekat dengan kita. Hanya Dialah Yang Maha Dekat, dan kedekatan-Nya bersifat mutlak. Makna inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya:
وَ نحْنُ أَقْرَب إِلَيْهِ مِنكُمْ وَ لَكِن لا تُبْصِرُونَ
“Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.” (Al-Waqi’ah: 85)
وَ نحْنُ أَقْرَب إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaaf: 16)
وَ اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يحُولُ بَينَ الْمَرْءِ وَ قَلْبِهِ
“Ketahuilah sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya.” Al-Anfal: 24)
Pemilikan Allah terhadap hamba-Nya adalah pemilikan yang sebenarnya. Pemilikan inilah yang mengharuskan setiap perbuatannya harus sesuai dengan kehendak-Nya tanpa hijab. Ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Nya, menghilangkan penderitaannya, memenuhi kebutuhannya, dan lainnya. Karena kemutlakan kepemilikan-Nya, maka ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi semua takdir tanpa dibatasi oleh takdir yang lain, tidak seperti yang dikatakan oleh orang-orang yahudi:
“Sesungguhnya Allah menciptakan sesuatu dan menentukan takdir-Nya, maka sempurnalah perkara-Nya, dan terlepaslah ikatan kendali pengaturan yang baru dari tangan-Nya dengan ketetapan yang Dia tetapkan atasnya, sehingga tidak ada lagi penghapusan, bada’ dan ijabah doa karena persoalannya telah selesai.”
Juga tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian ummat Islam: “Sesungguhnya Allah terlepas sama sekali dari setiap perbuatan hamba-Nya.” Ini adalah pernyataan orang-orangt Qadariyah yang oleh Rasulullah saw dinamakan Majusinya ummat ini. Yakni dalam hadisnya: “Qadariyah adalah majusinya ummat ini.”
Jadi, setiap sesuatu tidak akan pernah terlepas dari kepemilikan Allah, izin dan kehendak-Nya. Karena itu, tidak akan terjadi suatu kejadian tanpa izin dan kehendak-Nya walaupun kita juga harus berusaha dan berikhtiar. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah swt:
يَأَيهَا النَّاس أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلى اللَّهِ وَ اللَّهُ هُوَ الْغَنىُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamu yang butuh kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (Fathir: 15)
Penjelasan itu menunjukkan bahwa setiap sesuatu diliputi oleh hukum, termasuk juga ijabahnya doa. Yakni ditentukan oleh sebab-sebab yang menyebabkan dan mengharuskan doa itu diijabah. Seorang hamba yang berdoa kepada Allah dengan tawadhu’, kerendahan hati, dan khusuk doanya akan menyebabkan ia dekat dengan-Nya dan kedekatan dengan-Nya menyebabkan doanya diijabah oleh-Nya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya: “Aku mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Ku.”
(Disarikan dari Tafsir Al-Mizan tentang surat Al-Baqarah: 186)
Dari uraian Allamah Thabathaba’i tentang pembatasan ijabah doa menunjukkan pada Adab-adab berdoa, dan syarat-syarat ijabahnya suatu doa.
Adab-Adab Berdoa dan Syarat-Syarat Ijabahnya Doa
Pertama: Dalam keadaan suci
Di antara adab-adab berdoa harus dalam keadaan berwudhu’, khususnya ketika berdoa sesudah shalat.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata kepada Musammi’: “Wahai Musammi’, apa yang menghalangi seseorang ketika ia berada dalam kesengsaraan duniawi untuk berwudhu’ lalu pergi ke masjid, kemudian melakukan shalat dua rakaat, lalu berdoa kepada Allah di dalamnya? Aku mendengar Allah swt berfirman: “Mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan shalat.” (Tafsir Al-Ayyasyi 1: 43)
Kedua: Bersedekah, memakai wangi-wangian, dan pergi ke masjid
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika ayahku punya hajat, ia bersedekah dulu, lalu memakai wangi-wangian dan pergi ke masjid.” (Al-Kafi 2: 347)
Ketiga: Melakukan shalat
Sebelum berdoa disunnahkan melakukan shalat hajat dua rakaat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang berwudhu’ dan memperbaiki wudhu’nya, kemudian melakukan shalat dua rakaat, dan menyempurnakan ruku’ dan sujudnya; sesudah salam memuji Allah azza wa jalla, membaca shalawat, kemudian memohon hajatnya. Dengan cara inilah ia telah mengharapkan kebaikan dalam keinginannya. Barangsiapa yang mengharap kebaikan dalam keinginannya, maka ia tidak akan disia-siakan.” (Biharul Anwar 93: 314, hadis ke 20)
Keempat: Membaca Basmalah
Sebelum berdoa harus membaca Bismillâhir Rahmânir Rahîm.
Rasulullah saw bersabda:“Tidak akan ditolak suatu doa yang dimulai dengan Bismillâhir Rahmânir Rahîm.” (Biharul Anwar, 93: 313)
Kelima: Memuji Allah swt
Memuji Allah swt artinya mengakui keesaan Allah swt, membuktikan kebergantungan hanya kepada-Nya tidak kepada selain-Nya. Bagi yang hendak memohon hajat kepada Allah swt dalam urusan dunia dan akhirat, ia harus memuji Allah, mensyukuri karunia dan nikmat-Nya sebelum berdoa. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Segala puji bagi Allah yang menjadikan pujian kepada-Nya kunci bagi zikir-Nya, dan sebab bagi penambahan karunia-Nya.”
(Nahjul Balaghah, Khutbah 157)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika salah seorang dari kamu mengharap hajatnya, maka hendaknya ia memuji Allah swt.”
(Al-Kafi 2: 352, hadis ke 6)
Allah swt menyiapkan bagi orang yang memuji-Nya karunia yang baik dan limpahan pahala di atas harapan orang-orang yang bermohon.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang menyibukkan diri dengan memuji Allah, Allah akan memberinya di atas harapan orang-orang yang bermohon.”
(Syarah Nahjul Balaghah Ibnu Abil Hadid, jld 6: 190)
Doa adalah prisai sekaligus senjata bagi kaum mukminin, yang bentengnya adalah doa dan senjatanya tangisan. Karena meyakini bahwa Rasulullah saw bersabda: “Doa adalah inti ibadah dan tidak ada seorang pun yang akan binasa bersama doa.” Biharul Anwar, 93: 300)
Dengan sabdanya tersebut Rasulullah saw menghimpun semua nilai ketinggian dan keagungan doa serta pengaruhnya ke dalam kehidupan.
Allah swt berfirman: "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat/51: 56).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa tujuan kita diwujudkan dan dihidupkan di dunia tiada lain kecuali untuk beribadah kepada Allah swt. Sedangkan doa merupakan inti ibadah.
Allah swt berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku pasti Kuperkenankan doamu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka akan masuk ke neraka jahannam dalam keadaan hina dina." (Al-Mukmin/40: 60).
Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dan menegaskan sebagai hal yang saling berlawanan: doa dan kesombongan. Yakni:
Pertama: Menggambarkan pribadi seorang hamba yang mengenal Tuhannya, mengenal dirinya sebagai hamba-Nya, dan menjalin hubungan kedekatan dengan Penciptanya.
Kedua: Menggambarkan sikap orang yang sombong, angkuh, keras kepala dank eras hati, ahli maksiat dan durhaka, yang jauh berbeda dengan pengenalan yang dirasakan oleh orang dalam sisi yang pertama.
Dengan makna tersebut menunjukkan bahwa orang yang menghina dan mengecilkan peranan doa dalam kehidupan, maka ia digolongkan pada bagian yang pertama. Orang yang sombong dan tidak mengenal dirinya. Padahal Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengenal dirinya ia mengenal Tuhannya.”
Makna inilah yang dijelaskan oleh para kekasih Allah swt bahwa ibadah yang paling utama adalah doa. Karena tujuan ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan mengenal hak-hak Allah dan kekuasaan-Nya yang tak akan tertandingi oleh siapapun; untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, karena meyakini bahwa segala kebutuhannya berada di tangan Allah Pemilik malakut langit dan bumi, yang apabila Dia memberi tak akan ada seorang pun yang mampu menghalangi, apabila Dia menahan tak akan ada seorang pun yang mampu memberinya, dan tak ada seorang pun yang kuasa menolak takdir-Nya kecuali Dia.
Tak ada ungkapan yang lebih jelas seperti makna yang diungkapkan di dalam doa. Karena doa menjadi wasilah untuk mengungkapkan rasa sedih dan duka, perasaan yang paling mendalam dan perjalanan batin, di waktu sekarang dan mendatang.
Dalam kondisi dan keadaan seperti itulah wujud ibadah paling nampak dan paling sempurna. Dan dalam kondisi itulah seorang hamba paling dicintai oleh Allah swt. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Amal yang paling dicintai oleh Allah azza wa jalla adalah doa.”
Jika Islam memperhatikan suatu persoalan tertentu, maka pasti atasnya ditetapkan adab-adab dan syarat-syaratnya, agar manusia dapat memperoleh kesempurnaannya dan memetik hasilnya.
Demikian juga dalam halnya persoalan doa, Islam telah memperkenalkan kepada manusia adab-adabnya, agar mereka memperoleh hasilnya, merasakan kebahagiaan dan kesejukan batin saat menghadap kepada Allah swt sumber mata air kedamaian. Memperoleh keyakinan bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Mengijabah. Beradab dan bertatakrama yang baik dan sopan di hadapan-Nya sebagai seorang hamba yang membutuhkan-Nya, agar mendapat perhatian-Nya.
Islam juga memperkenalkan kepada manusia tentang syarat-syaratnya, agar mereka berdoa dengan doa yang benar, dan doanya berpengaruh pada harapan dan kehidupannya, cepat atau lambat, segera atau tetunda.
Suatu harapan semoga eBook ini dapat mengantarkan kita pada cita-cita dan harapan. Mengkhusukkan hati, mentadharru’kan diri. Mengalirkan kesejukan dan kedamaian ke dalam kehidupan kita dan keluarga kita. Amîn yâ Rabbal ‘âlamîn.
Hakikat Doa
Allah swt berfirman:
وَ إِذَا سأَلَك عِبَادِى عَنى فَإِنى قَرِيبٌ أُجِيب دَعْوَةَ الدَّاع إِذَا دَعَانِ فَلْيَستَجِيبُوا لى وَلْيُؤْمِنُوا بى لَعَلَّهُمْ يَرْشدُونَ
“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengijabah doa orang yang bedoa bila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaknya mereka memenuhi (seruan)Ku dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam bimbingan.” (Al-Baqarah: 186)
Kandungan makna ayat ini diungkapkan dengan ungkapan yang paling indah, struktur bahasa paling lembut. Allah swt menggunakan kata “Aku” tidak menggunakan kata “Dia” dan lainnya. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Allah swt terhadap hamba-Nya yang berdoa.
Ungkapan kata “hamba-hamba-Ku” juga menunjukkan pada betapa besarnya perhatian Allah swt terhadap doa. Ayat ini tidak menggunakan kata penghubung dalam jawaban, yakni “Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku…sesungguhnya Aku adalah dekat”, ditambah menggunakan kata “Sesungguhnya” dan kata “qarib”. Ini menunjukkan bahwa ketika seorang hamba berdoa kepada-Nya, Allah sangat dekat dengannya, tetap dan selalu dekat dengannya.
Dalam hal ijabah, ayat ini menggunakan “fi’il mudhari’” (kata kerja yang menunjukkan waktu sekarang dan mendatang). Ini menunjukan bahwa Allah sedang dan akan mengijabah doa hamba-Nya saat ia berdoa kepada-Nya.
Adapun maksudkan dengan kalimat “Aku mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Ku” yang nampak membatasi ijabah-Nya. Maksudnya adalah Allah swt Allah mengijabah doa hamba-Nya jika ia benar-benar berdoa kepada-Nya dengan doa yang sebenarnya. Dan makna inilah yang juga dimaksudkan oleh firman-Nya:
ادْعُونى أَستَجِب لَكمْ
“Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku ijabah doamu.” (Al-Mukmin: 60)
Dalam ayat terdapat hal yang sangat penting dan mendalam, menginformasikan kepada kita tentang betapa pentingnya ijabah doa dan betapa besarnya perhatian Allah terhadap doa. Hal ini ditunjukkan oleh pengulangan tujuh kali kata “Aku”, dan ini hanya terjadi dalam ayat ini, tidak dalam ayat-ayat yang lain.
Doa artinya memanggil, memusatkan pandangan yang dipanggil kepada yang memanggil. Adapun kata “As-Sual” artinya bertanya atau memohon, yang tujuannya untuk mendatangkan sesuatu yang bermanfaat atau menghindarkan sesuatu yang berbahaya. Dengan permohonan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemohon setelah ia memusatkan perhatiannya, dan permohonannya menjadi puncak doa.
Sebagaiman telah kami jelaskan dalam pembahasan yang lain, bahwa ubudiyah artinya adalah mamlukiyah, sifat pemilikan. Maksudnya setiap pemilikan menunjukkan pada penghambaan manusia kepada Allah swt. Kepemilikan Allah berbeda dengan kepemilikan selain-Nya. Kepemilikan Allah adalah pemilikan yang mutlak dan sebenarnya, sedangkan kepemilikan selain-Nya bersifat nisbi, tidak sebenarnya.
Karena selain Allah tidak berhak menyandang kepemilikan yang bersifat mutlak. Apa saja yang dimiliki oleh hamba-Nya misalnya: isteri, anak, harta, kedudukan, dan lainnya. Juga dirinya, dan segala organ lahir dan batinnya. Semuanya akan kembali dan harus dikembalikan kepada Pemiliknya yang mutlak, yaitu Allah swt.
Semua ini menunjukkan bahwa tidak ada kepemilikan selain Allah kecuali dengan izin-Nya, bahkan keberadaan hamba itu sendiri adalah milik-Nya. Sekiranya Allah tidak mengizinkan niscaya kita semua tidak akan ada. Hanya Dialah yang menjadikan kita memiliki pendengaran, penglihatan, dan perasaan. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan menentukan takdirnya.
Dari penjelasan ini menunjukkan kejelasan bahwa Allah swt mendinding di antara sesuatu dan dirinya, antara manusia dan setiap yang menemaninya: isteri, anak, teman, harta, kedudukan, kebenaran, dan lainnya. Sehingga ini menunjukkan bahwa Allah swt lebih dekat kepada kita dari setiap yang dekat dengan kita. Hanya Dialah Yang Maha Dekat, dan kedekatan-Nya bersifat mutlak. Makna inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya:
وَ نحْنُ أَقْرَب إِلَيْهِ مِنكُمْ وَ لَكِن لا تُبْصِرُونَ
“Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.” (Al-Waqi’ah: 85)
وَ نحْنُ أَقْرَب إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaaf: 16)
وَ اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يحُولُ بَينَ الْمَرْءِ وَ قَلْبِهِ
“Ketahuilah sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya.” Al-Anfal: 24)
Pemilikan Allah terhadap hamba-Nya adalah pemilikan yang sebenarnya. Pemilikan inilah yang mengharuskan setiap perbuatannya harus sesuai dengan kehendak-Nya tanpa hijab. Ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Nya, menghilangkan penderitaannya, memenuhi kebutuhannya, dan lainnya. Karena kemutlakan kepemilikan-Nya, maka ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi semua takdir tanpa dibatasi oleh takdir yang lain, tidak seperti yang dikatakan oleh orang-orang yahudi:
“Sesungguhnya Allah menciptakan sesuatu dan menentukan takdir-Nya, maka sempurnalah perkara-Nya, dan terlepaslah ikatan kendali pengaturan yang baru dari tangan-Nya dengan ketetapan yang Dia tetapkan atasnya, sehingga tidak ada lagi penghapusan, bada’ dan ijabah doa karena persoalannya telah selesai.”
Juga tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian ummat Islam: “Sesungguhnya Allah terlepas sama sekali dari setiap perbuatan hamba-Nya.” Ini adalah pernyataan orang-orangt Qadariyah yang oleh Rasulullah saw dinamakan Majusinya ummat ini. Yakni dalam hadisnya: “Qadariyah adalah majusinya ummat ini.”
Jadi, setiap sesuatu tidak akan pernah terlepas dari kepemilikan Allah, izin dan kehendak-Nya. Karena itu, tidak akan terjadi suatu kejadian tanpa izin dan kehendak-Nya walaupun kita juga harus berusaha dan berikhtiar. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah swt:
يَأَيهَا النَّاس أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلى اللَّهِ وَ اللَّهُ هُوَ الْغَنىُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamu yang butuh kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (Fathir: 15)
Penjelasan itu menunjukkan bahwa setiap sesuatu diliputi oleh hukum, termasuk juga ijabahnya doa. Yakni ditentukan oleh sebab-sebab yang menyebabkan dan mengharuskan doa itu diijabah. Seorang hamba yang berdoa kepada Allah dengan tawadhu’, kerendahan hati, dan khusuk doanya akan menyebabkan ia dekat dengan-Nya dan kedekatan dengan-Nya menyebabkan doanya diijabah oleh-Nya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya: “Aku mengijabah doa orang yang berdoa kepada-Ku.”
(Disarikan dari Tafsir Al-Mizan tentang surat Al-Baqarah: 186)
Dari uraian Allamah Thabathaba’i tentang pembatasan ijabah doa menunjukkan pada Adab-adab berdoa, dan syarat-syarat ijabahnya suatu doa.
Adab-Adab Berdoa dan Syarat-Syarat Ijabahnya Doa
Pertama: Dalam keadaan suci
Di antara adab-adab berdoa harus dalam keadaan berwudhu’, khususnya ketika berdoa sesudah shalat.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata kepada Musammi’: “Wahai Musammi’, apa yang menghalangi seseorang ketika ia berada dalam kesengsaraan duniawi untuk berwudhu’ lalu pergi ke masjid, kemudian melakukan shalat dua rakaat, lalu berdoa kepada Allah di dalamnya? Aku mendengar Allah swt berfirman: “Mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan shalat.” (Tafsir Al-Ayyasyi 1: 43)
Kedua: Bersedekah, memakai wangi-wangian, dan pergi ke masjid
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika ayahku punya hajat, ia bersedekah dulu, lalu memakai wangi-wangian dan pergi ke masjid.” (Al-Kafi 2: 347)
Ketiga: Melakukan shalat
Sebelum berdoa disunnahkan melakukan shalat hajat dua rakaat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang berwudhu’ dan memperbaiki wudhu’nya, kemudian melakukan shalat dua rakaat, dan menyempurnakan ruku’ dan sujudnya; sesudah salam memuji Allah azza wa jalla, membaca shalawat, kemudian memohon hajatnya. Dengan cara inilah ia telah mengharapkan kebaikan dalam keinginannya. Barangsiapa yang mengharap kebaikan dalam keinginannya, maka ia tidak akan disia-siakan.” (Biharul Anwar 93: 314, hadis ke 20)
Keempat: Membaca Basmalah
Sebelum berdoa harus membaca Bismillâhir Rahmânir Rahîm.
Rasulullah saw bersabda:“Tidak akan ditolak suatu doa yang dimulai dengan Bismillâhir Rahmânir Rahîm.” (Biharul Anwar, 93: 313)
Kelima: Memuji Allah swt
Memuji Allah swt artinya mengakui keesaan Allah swt, membuktikan kebergantungan hanya kepada-Nya tidak kepada selain-Nya. Bagi yang hendak memohon hajat kepada Allah swt dalam urusan dunia dan akhirat, ia harus memuji Allah, mensyukuri karunia dan nikmat-Nya sebelum berdoa. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Segala puji bagi Allah yang menjadikan pujian kepada-Nya kunci bagi zikir-Nya, dan sebab bagi penambahan karunia-Nya.”
(Nahjul Balaghah, Khutbah 157)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika salah seorang dari kamu mengharap hajatnya, maka hendaknya ia memuji Allah swt.”
(Al-Kafi 2: 352, hadis ke 6)
Allah swt menyiapkan bagi orang yang memuji-Nya karunia yang baik dan limpahan pahala di atas harapan orang-orang yang bermohon.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang menyibukkan diri dengan memuji Allah, Allah akan memberinya di atas harapan orang-orang yang bermohon.”
(Syarah Nahjul Balaghah Ibnu Abil Hadid, jld 6: 190)
Labels:
shalat dan doa,
solah,
solat
Monday, June 22, 2009
Peringatan Untuk Diriku...
apabila kau ingin berteman
jangan kerana kelebihannya
mungkin nanti dengan satu kelemahan
kau mungkin akan menjauhinya
andai kau ingin berteman
janganlah kerana kebaikannya
kerana mungkin dengan satu keburukan
kau akan membencinya
andai kau ingin sahabat yang satu
janganlah kerana ilmunya
mungkin apabila dia buntu
kau mungkin akan memfitnahnya
andai kau ingin seorang teman
janganlah kerana sifat cerianya
andainya dia tidak menceriakanmu
mungkin kau akan menyalahkannya
andai kau ingin bersahabat
terimalah dia seadanya
kerana dia seorang sahabat
yang hanya manusia biasa
jangan diharapkan sempurna
kerana kau juga tidak sempurna
jangan kerana kelebihannya
mungkin nanti dengan satu kelemahan
kau mungkin akan menjauhinya
andai kau ingin berteman
janganlah kerana kebaikannya
kerana mungkin dengan satu keburukan
kau akan membencinya
andai kau ingin sahabat yang satu
janganlah kerana ilmunya
mungkin apabila dia buntu
kau mungkin akan memfitnahnya
andai kau ingin seorang teman
janganlah kerana sifat cerianya
andainya dia tidak menceriakanmu
mungkin kau akan menyalahkannya
andai kau ingin bersahabat
terimalah dia seadanya
kerana dia seorang sahabat
yang hanya manusia biasa
jangan diharapkan sempurna
kerana kau juga tidak sempurna
Wednesday, June 10, 2009
Model Muslimah Sejati
Akhirnya, Rasulullah s.a.w pernah bersabda, maksudnya: “Sebaik-baik wanita itu ialah wanita yang melahirkan anak, yang penyayang, yang memelihara kehormatannya, yang mulia pada kaca mata ahli keluarganya, yang menghormati suaminya, menghiaskan dirinya hanya untuk suaminya tercinta, memelihara diri daripada pandangan orang lain, yang mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya. Apabila bersama suaminya, dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain.” - (Riwayat Al-Tausi)
Menurut perspektif Islam, wanita adalah pelengkap kepada lelaki, sekali gus memelihara keseimbangan ciptaan Allah s.w.t. Malah Rasulullah s.a.w memartabatkan kaum wanita pada kaca mata Islam sebagai perhiasan dunia yang paling indah dan unik.
Ini sebagaimana sabda Baginda bermaksud: “Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang solehah.” - (Riwayat Muslim)
Hadis ini jelas menunjukkan betapa Islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.
Jika ditelusuri dalam lembaran al-Quran, wanita digambarkan seperti berikut:
Pertamanya, wanita dianggap sebagai fitnah dan musuh andainya dia tidak dididik dan diasuh serta dibentuk menurut acuan Islam.
Keduanya, wanita juga ujian bagi seseorang lelaki dalam menerajui bahtera kehidupan ke arah kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
Akhirnya, wanita adalah anugerah Ilahi yang istimewa kepada lelaki yang mendambakan kemesraan dan kebahagiaan hidup.
Sejarah Islam sebenarnya melahirkan ratusan personaliti wanita terbilang yang menjadi teladan kepada warga Muslimah dewasa ini.
Mereka adalah wanita contoh yang menempa tinta emas yang mewarnai sejarah kegemilangan dan keunggulan Islam. Sehubungan itu, Baginda Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muzahim, isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Baginda.” - (Riwayat Bukhari)
Asiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun hidup sebumbung bersama suaminya, Firaun yang tidak beriman kepada Allah.
Maryam pula adalah simbol wanita dalam ibadahnya dan ketinggian darjat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.
Manakala Khadijah pula adalah simbol kepada isteri yang setia tanpa mengenal penat lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa raga dan segala harta bendanya serta rela menanggung pelbagai risiko dan cabaran dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada bahu Rasulullah.
Akhirnya, Fatimah pula adalah simbol pelbagai dimensi wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat di hadapan ayahandanya; isteri yang setia dan taat di hadapan suaminya serta ibu yang bijaksana di hadapan putera puterinya. Dialah pemuka segala wanita dan juga seorang wanita mithali yang setiap detik kehidupan yang dilaluinya, sewajarnya dijadikan ikutan Muslimah.
Demikianlah antara beberapa profil wanita Muslimah contoh yang mewarnai pentas kehidupan dengan ketenangan, kemesraan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
Islam menganjurkan setiap Muslim yang bakal melangkah alam perkahwinan agar berhati-hati memilih calon isteri. Kriteria calon isteri penting dalam kehidupan berkeluarga kerana ia adalah antara ciri kesolehan isteri yang dituntut Islam, di samping bakal menjamin kerukunan dan kebahagiaan rumah tangga.
Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: “Janganlah kamu nikahi wanita kerana kecantikannya, kelak kecantikannya itu akan membinasakannya; janganlah kamu nikahi wanita kerana hartanya, boleh jadi hartanya akan menyebabkan kederhakaanmu; sebaliknya nikahilah wanita yang beragama. Sesungguhnya wanita yang tidak berhidung dan tuli tetapi beragama, itu adalah lebih baik bagimu.” - (Riwayat Abdullah ibn Humaid).
Jelas di sini, bahawa aspek keagamaan dalam diri seseorang isteri adalah penentu hala tuju sesebuah rumah tangga yang dibina dan dibentuk.
Ini kerana agamanya yang bertapak kukuh dalam jiwasanubarinya, dia pasti akan taat kepada suaminya pada semua perkara yang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan tidak mendatangkan mudarat kepadanya.
Isteri yang solehah juga akan bersifat amanah terhadap harta benda suaminya, di samping menjaga maruahnya.
Sewaktu ketiadaan suaminya, seorang isteri solehah memelihara dirinya dan maruahnya seperti tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya, tidak boleh menerima tetamu yang tidak dikenali dan sebagainya.
Ketaatan dan sifat beramanah seorang isteri solehah ini banyak dipengaruhi oleh firman Allah yang bermaksud: “…perempuan yang solehah mestilah taat dan memelihara kehormatan dirinya ketika ketiadaan suaminya dengan perlindungan Allah…” - (Surah an-Nisa: 34)
Malah isteri yang solehah ingatannya sentiasa segar dengan pesanan Baginda yang bermaksud: “Jika seseorang wanita menunaikan solat lima waktu, berpuasa sebulan Ramadan, memelihara kehormatannya, mentaati suaminya, nescaya dia dapat masuk ke mana-mana saja pintu syurga menurut kehendaknya.” - (Riwayat Imam Ahmad)
Isteri solehah juga adalah isteri yang sentiasa menyempurnakan keperluan suaminya, di samping memelihara keredaannya pada setiap masa dan keadaan. Ini kerana keredaan suami adalah anak kunci utama yang melayakkannya menjadi penghuni syurga penuh kenikmatan.
Sabda Rasulullah bermaksud: “Mana-mana isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha kepadanya, nescaya isterinya akan masuk syurga.” - (Riwayat Al-Hakim dan Tirmizi)
Apa yang paling penting ialah isteri solehah adalah pendidik dan pengasuh terbaik kepada anaknya yang juga penyejuk hati ibu bapa dan saham akhirat yang pahalanya berkekalan, biarpun ibu bapanya lama meninggal dunia. Dengan agamanya itu, seseorang ibu akan mewariskan segala ilmu agamanya kepada anaknya agar mereka kelak akan menjadi anak soleh dan taat, bukan saja kepada ibu bapa, bahkan taat kepada Allah. Agama inilah ramuan terbaik yang boleh melenturkan peribadi anak, perhiasan akhlak terpuji, mengisi minda dan hati anak dengan keimanan dan ketakwaan serta membimbing kehidupan ke arah keredaan Ilahi.
Demikianlah betapa besarnya fungsi seorang wanita yang bertindak sekali gus sebagai isteri dan ibu solehah dalam sesebuah institusi keluarga. Justeru, Allah menganugerahkan ganjaran syurga bagi wanita solehah yang beriman dan benar-benar melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang isteri dan ibu dalam kehidupan sehariannya.
Akhirnya, Rasulullah s.a.w pernah bersabda, maksudnya: “Sebaik-baik wanita itu ialah wanita yang melahirkan anak, yang penyayang, yang memelihara kehormatannya, yang mulia pada kaca mata ahli keluarganya, yang menghormati suaminya, menghiaskan dirinya hanya untuk suaminya tercinta, memelihara diri daripada pandangan orang lain, yang mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya. Apabila bersama suaminya, dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain.” - (Riwayat Al-Tausi)
Sampaikanlah walaupun sepotong ayat..
Menurut perspektif Islam, wanita adalah pelengkap kepada lelaki, sekali gus memelihara keseimbangan ciptaan Allah s.w.t. Malah Rasulullah s.a.w memartabatkan kaum wanita pada kaca mata Islam sebagai perhiasan dunia yang paling indah dan unik.
Ini sebagaimana sabda Baginda bermaksud: “Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang solehah.” - (Riwayat Muslim)
Hadis ini jelas menunjukkan betapa Islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.
Jika ditelusuri dalam lembaran al-Quran, wanita digambarkan seperti berikut:
Pertamanya, wanita dianggap sebagai fitnah dan musuh andainya dia tidak dididik dan diasuh serta dibentuk menurut acuan Islam.
Keduanya, wanita juga ujian bagi seseorang lelaki dalam menerajui bahtera kehidupan ke arah kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
Akhirnya, wanita adalah anugerah Ilahi yang istimewa kepada lelaki yang mendambakan kemesraan dan kebahagiaan hidup.
Sejarah Islam sebenarnya melahirkan ratusan personaliti wanita terbilang yang menjadi teladan kepada warga Muslimah dewasa ini.
Mereka adalah wanita contoh yang menempa tinta emas yang mewarnai sejarah kegemilangan dan keunggulan Islam. Sehubungan itu, Baginda Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muzahim, isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Baginda.” - (Riwayat Bukhari)
Asiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun hidup sebumbung bersama suaminya, Firaun yang tidak beriman kepada Allah.
Maryam pula adalah simbol wanita dalam ibadahnya dan ketinggian darjat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.
Manakala Khadijah pula adalah simbol kepada isteri yang setia tanpa mengenal penat lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa raga dan segala harta bendanya serta rela menanggung pelbagai risiko dan cabaran dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada bahu Rasulullah.
Akhirnya, Fatimah pula adalah simbol pelbagai dimensi wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat di hadapan ayahandanya; isteri yang setia dan taat di hadapan suaminya serta ibu yang bijaksana di hadapan putera puterinya. Dialah pemuka segala wanita dan juga seorang wanita mithali yang setiap detik kehidupan yang dilaluinya, sewajarnya dijadikan ikutan Muslimah.
Demikianlah antara beberapa profil wanita Muslimah contoh yang mewarnai pentas kehidupan dengan ketenangan, kemesraan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
Islam menganjurkan setiap Muslim yang bakal melangkah alam perkahwinan agar berhati-hati memilih calon isteri. Kriteria calon isteri penting dalam kehidupan berkeluarga kerana ia adalah antara ciri kesolehan isteri yang dituntut Islam, di samping bakal menjamin kerukunan dan kebahagiaan rumah tangga.
Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: “Janganlah kamu nikahi wanita kerana kecantikannya, kelak kecantikannya itu akan membinasakannya; janganlah kamu nikahi wanita kerana hartanya, boleh jadi hartanya akan menyebabkan kederhakaanmu; sebaliknya nikahilah wanita yang beragama. Sesungguhnya wanita yang tidak berhidung dan tuli tetapi beragama, itu adalah lebih baik bagimu.” - (Riwayat Abdullah ibn Humaid).
Jelas di sini, bahawa aspek keagamaan dalam diri seseorang isteri adalah penentu hala tuju sesebuah rumah tangga yang dibina dan dibentuk.
Ini kerana agamanya yang bertapak kukuh dalam jiwasanubarinya, dia pasti akan taat kepada suaminya pada semua perkara yang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan tidak mendatangkan mudarat kepadanya.
Isteri yang solehah juga akan bersifat amanah terhadap harta benda suaminya, di samping menjaga maruahnya.
Sewaktu ketiadaan suaminya, seorang isteri solehah memelihara dirinya dan maruahnya seperti tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya, tidak boleh menerima tetamu yang tidak dikenali dan sebagainya.
Ketaatan dan sifat beramanah seorang isteri solehah ini banyak dipengaruhi oleh firman Allah yang bermaksud: “…perempuan yang solehah mestilah taat dan memelihara kehormatan dirinya ketika ketiadaan suaminya dengan perlindungan Allah…” - (Surah an-Nisa: 34)
Malah isteri yang solehah ingatannya sentiasa segar dengan pesanan Baginda yang bermaksud: “Jika seseorang wanita menunaikan solat lima waktu, berpuasa sebulan Ramadan, memelihara kehormatannya, mentaati suaminya, nescaya dia dapat masuk ke mana-mana saja pintu syurga menurut kehendaknya.” - (Riwayat Imam Ahmad)
Isteri solehah juga adalah isteri yang sentiasa menyempurnakan keperluan suaminya, di samping memelihara keredaannya pada setiap masa dan keadaan. Ini kerana keredaan suami adalah anak kunci utama yang melayakkannya menjadi penghuni syurga penuh kenikmatan.
Sabda Rasulullah bermaksud: “Mana-mana isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha kepadanya, nescaya isterinya akan masuk syurga.” - (Riwayat Al-Hakim dan Tirmizi)
Apa yang paling penting ialah isteri solehah adalah pendidik dan pengasuh terbaik kepada anaknya yang juga penyejuk hati ibu bapa dan saham akhirat yang pahalanya berkekalan, biarpun ibu bapanya lama meninggal dunia. Dengan agamanya itu, seseorang ibu akan mewariskan segala ilmu agamanya kepada anaknya agar mereka kelak akan menjadi anak soleh dan taat, bukan saja kepada ibu bapa, bahkan taat kepada Allah. Agama inilah ramuan terbaik yang boleh melenturkan peribadi anak, perhiasan akhlak terpuji, mengisi minda dan hati anak dengan keimanan dan ketakwaan serta membimbing kehidupan ke arah keredaan Ilahi.
Demikianlah betapa besarnya fungsi seorang wanita yang bertindak sekali gus sebagai isteri dan ibu solehah dalam sesebuah institusi keluarga. Justeru, Allah menganugerahkan ganjaran syurga bagi wanita solehah yang beriman dan benar-benar melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang isteri dan ibu dalam kehidupan sehariannya.
Akhirnya, Rasulullah s.a.w pernah bersabda, maksudnya: “Sebaik-baik wanita itu ialah wanita yang melahirkan anak, yang penyayang, yang memelihara kehormatannya, yang mulia pada kaca mata ahli keluarganya, yang menghormati suaminya, menghiaskan dirinya hanya untuk suaminya tercinta, memelihara diri daripada pandangan orang lain, yang mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya. Apabila bersama suaminya, dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain.” - (Riwayat Al-Tausi)
Sampaikanlah walaupun sepotong ayat..
Nabi Muhammad (s.a.w) dalam Kitab Hindu : The Prophet of Islam in Hindu Scriptures
Nabi Muhammad (s.a.w) dalam Kitab Hindu
Seorang professor penyelidik pakar bahasa India dari Universiti Alahabad, dalam buku hangatnya, telah menerbitkan buku mengenai Kalki Avatar bererti Pembimbing Agung. Beliau mendakwa bahawa gambaran mengenai Kalki Avatar yang terdapat didalam kitab suci Hindu yang sebenarnya adalah Nabi Muhammad s.aw. Di India adalah merupakan lumrah bahawa sejurus selepas sesuatu buku dilancarkan akan menjadi suatu bahan bualan dan gossip seluruh negara. Jikalah sekiranya pengarang buku ini, eorang muslim, sewajarnya dia akan ditangkap dan atau beliau akan dibunuh dan semua buku bukunya akan ditarik balik dari berada di pasaran. Hingga ketahap dimana ianya akan tidak dibenarkan untuk diulang cetak. Tunjuk perasaan dan keganasan akan tercetus terhadap insan muslim yang tidak berdosa dengan pertumpahan darah dimana mana. Yang menakjubkan bahawa pengarang buku ini adalah seorang yang berfikiran sederhana dan professor khusus yang secara kebetulan adalah seorang Hindu. Nama beliau ialah Mr. Pandit Vedaprakash Upadhal, manamakan tajuk bukunya sebagai "Kalki Avatar". Pengarang adalah penyandang sami berugama hindu Brahmin berasal dari Bengali. Penyelidik sekular.
Menurut kepercayaan penganut hindu, ada digariskan gambaran dan panduan tentang pemimpin yang bernama Kalki Avatar , ia sangat bertepatan hanya dengan Nabi Muhammad s.a.w. Jadi penganut hindu diseluruh dunia tidaklah perlu menunggu lagi akan kedatangan Kalki Avatar (semangat/roh) yang dimaksudkan.
Sewajarnya mereka segera menerima kenabian nabi Muhammad s.a.w Bin Abdullah sebagai pesuruh Allah (Kalki Avatar) yang dimaksudkan oleh kitab suci hindu mereka itu. Fakta fakta dan penemuan mengenainya telah disahkan leh lapan pandit sami kanan hindu yang lain yang mengatakan penganut hindu selama ni menghanyutkan diri mereka dalam penantian yang tidak berpenghujung, sedangkan esuruh tersebut telah pun muncul dan telah pun wafat 14 abad yang lalu.
Pengarang mengemukakan bukti yang kukuh seperti dibawah yang digali dari kitab edas serta buku buku suci ugama hindu yang lain bagi membuktikan kebenaran hujah beliau:
1. Didalam ramalan Prophecy Hindus Purana (Buku suci hindu) telah dinukilkan bahawa Kalki Avatar adalah pesuruh tuhan yang terakhir dimuka bumi ini untuk pertunjuk bagi seluruh dunia dan seluruh manusia dialam ini. Al qur'an telah memberitahu bahawa Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi yang terakhir buat pertunjuk seisi alam termasuk Jin dan manusia.
2. Menuruk ramalan ugama hindu, kelahiran Kalki Avatar akan berlaku disuatu tempat menyerupai pulau (negeri dikelilingi padang pasir) dan mengikut agama hindu ianya di kawasan bumi Arab.
3. Didalam buku hindu, nama bapa dan emak Kalki Avatar dikenali sebagai VISHNUBHAGAT dan SUMAANI. Jika kita lihat makna bagi kedua nama tersebut, akan kedapatan sesuatu yang menarik untuk irenungi.
Lihat, VISHNUBHAGAT = Vishnu bererti tuhan + Bhagat beerti hamba, diterjemah dalam bahasa arab, tuhan itu ALLAH + hamba itu Abdul = Dicantumkan akan menjadi ABDULLAH (bapa kepada Nabi Muhammad s.a.w) Manakala SUMAANI bererti aman atau tenang yang didalam bahasa arab AMINAH (nama emak Nabi Muhammad s.a.w).
1. Dalam buku buku ugama hindu, dinukilkan bahawa bahan makanan asas Kalki Avatar ialah buah korma dan zaitun. Beliau merupakan seorang yang amanah lagi jujur dan paling dipercayai seluruh masyarakatnya. Tak dapat disangsikan bahawa makanan asas Nabi ialah buah Korma dan zaitun. Nabi Muhammad s.a.w juga mempunyai akhlak sebegini tinggi dan dipercayai oleh setiap orang dan masyarakatnya.
2. Dinukilkan juga dalam Vedas, bahawa kelahiran Kalki Avatar akan berlaku ditengah tengah kalangan keturunan yang dihormati. Ini bertepatan dengan dimana Nabi Muhammad dilahir dari golongan Quraish yang terkenal sangat dihormati oleh masyarakat ketika itu.
3. Dalam buku tersebut juga dinukilkan bahawa Tuhan akan mengajar Kalki Avatar melalui malaikat didalam Gua. Bertepatan dimana Allah telah mengajar Nabi Muhammad s.a.w dengan memerintahkan Malaikat Jabrail untuk mengunjungi serta mengajar nabi berupa Wahyu didalam gua yang bernama Gua Al Hira.
4. Juga dinukilkan bahawa tuhan akan memberi kenderaan yang pantas buat Kalki Avatar untuk mengembara keseluruh alam maya serta naik kelangit hingga kelangit ke 7. Ini bertepatan dengan apa yang dialami oleh Nabi Muhammad s.a.aw dalam peristiwa Isyra' dari masjidi haram di Mekah ke masjidil Al Aqsa di Palestin Dan Mi'raj nabi kelangit ke-7 dengan menunggang seekor Buraq dalam satu malam.
5. Dinukilkan juga dalam buku tersebut bahawa Kalki Avatar akan diberikan pertolongan yang luar biasa oleh tuhan, ini terbukti jelas bahawa Allah telah memberi bantuan luar biasa kepada Nabi Muhammad s.a.w didalam peperangan Uhud dan yang lain lain.
6. Yang menakjubkan dinukilkan juga bahawa Kalki Avatar akan dilahirkan pada 12 haribulan. Ini bertepatan sekali bahawa Nabi Muhammad s.a.aw telah dilahirkan pada 12hb Rabiulawal (kalendar Islam).
7. Dinukilkan juga dalam Vedas bahawa Kalki Avatar adalah merupakan seorang penunggang kuda yang baik dan ahli main pedang yang cekap, ini bertepatan dengan Nabi Muhammad s.a.w yang terkenal dalam bidang berkenaan. Lagipun pengarang mengajak penganut ugama hindu berfikir bahawa zaman kuda dan pedang telah berlalu dan kini manusia menggunakan senapang dan roket. Adalah sesuatu yang dangkal mengharapakan datangnya Kalki Avatar yang ditunggu tanpa penghujung, walhal ia telah pun muncul 1400 tahun yang lalu.
Dalam al qur'an telah diceritakan tentang ciri-ciri dan tanda-tanda mengenai Nabi Muhammad s.a.w dengan jelas dan bertepatan apa yang dinantikan oleh penganut hindu terhadap Kalki Avatar. Pengarang telah memberi hujah hujah yang mengatakan Kalki Avatar yang dimaksudkan itu adalah Nabi Muhammad s.a.w dan kepada yang masih lagi menunggu akan kedatangan Kalki Avatar, sewajarnya berfikir semula dan renungilah akan kebenarannya.
Al Quran adalah pelengkap segala kitab sebelumnya seperti Taurat, Injil, Zabur dan Taurat dll.
Maha Suci Engkau, Ya Allah..
-IBK
ORIGiNAL ARTICLE
Muhammad (p.b.u.h) The Prophet of Islam in Hindu Scriptures
One Hindu research professor, in his stunning book, claims that the description of Avatar found in the holy books of Hindu religion is infact that of the Prophet Muhammad (s.a.w). A little while ago, in India a fact revealing book has been published, which has been the topic of discussions and gossip, all over the country. If the author of this book were a Muslim, he would have been arrested or he could have been murdered and all the copies of this book would have been
confiscated. Even a ban would have been extended on its further publications. A riot and violence would have broken out against innocent Muslims and their blood would have been shed.
Amazingly the author of this book is a fair-minded facous professor, who happens to be a Hindu. His name is Pandit Vedaprakash Upadhai and the name of his fact revealing book is Kalki Avatar. The author is a Hindu Bramin by caste of Bengali origin. He is a research scholar, a seeker of the Truth and a Well known Pandit in Allahabad University. After years of research.
According to Hindu belief and their holy books, the description of the guide and the leader, named Kalki Avatar, fits only to the Prophet Muhammad of Arabia (s.a.w). So the Hindus of the whole world should not wait any longer for the arrival of Kalki Avatar (the spirit) and should readily accept Prophet Muhammad (s.a.w) as Kalki Avatar. The facts are verified and supported by the eight eminent pandits. What the author and the eight other eminent pandits say is that the Hindus who are still
anxiously awaiting the arrival of Kalki Avatar are simply subjecting themselves to a never ending wait. Because such a great messenger has come and departed from this world fourteen centuries ago.
The author produces following sound evidences from the Vedas and other holy books of Hindu religion in support of his claim :-
1. In Purana (a holy book of Hindus) it is stated that Kalki Avatar would be the last messenger (prophet) of God in this world for the Guidance of the whole world and all human beings.
2. According to a Hindu religion prediction, the birth of Kalki Avatar, would take place in an isle which again according to Hindu religion is Arab Region.
3. In books of Hindus, the names of the fatherand the mother of Kalki Avatar are given as VISHNUBHAGAT and SUMAANI respectively. If we examine the meanings of these names we shall come to a very interesting conclusion:
Take VISHNUBHAGAT= VISHNU (meaning God) + BHAGAT(meaning slave) = ALLAH + ABDUL (in arabic) = Slave of God = ABDULLAH (in arabic) (name of Muhammad's Father) SUMAANI= PEACE or Calmness = amenah (in arabic).
4. In religious books of Hindus, it is mentioned that the staple food of Kalki Avatar would be dates and olives and he would be the most honest and truthful person in the region. Without any doubt the Prophet Muhammad (s.a.w) is acclaimed to possess these qualities.
5. It is stated in Vedas (holy book of Hindu Religion) that the birth of Kalki Avatar would take place in an honorable clan. This perfectly fits the Quraysh where the Prophet Muhammad (s.a.w) belonged to.
6. God would teach Kalki Avatar through His messenger (angel) in a cave. Allah taught Prohet Muhammad (s.a.w), through is messenger Jibraeel in a cave known as Gaar-e-Hiraa.
7. God would avail Kalki Avatar with a very speedy horse to ride and travel the whole world and the seven skies. Indication of Buraaque (horse) and Me'raaj (the night whe prophet travelled the seven skies).
8. God would also avail Kalki Avatar with divine help. This was particularly proved in the Battle of Uhud.
9. Another dazzling account given about Kalki Avatar was that he would be born on the 12th of a month. Whereas the Prophet Muhammad (s.a.w) was born on the 12th of the Rabiul Awwal (Islamic Calender).
10. Kalki Avatar would be an excellent horse rider and a swordsman. The autor here draws the attention of Hindus that the real days of horses and swords have gone and the present time is of guns and missiles. So it would be foolish on the part of those who still expect Kalki Avatar, who should be an excellent rider and swordsman to come. In fact, the divine book, Holy Qur'aan contains qualities and signs attributed to Kalki Avatar reflecting on the Prophet Muhammad (s.a.w).
The author has given numerous arguments in favour of his claim that Kalki Avatar is in fact Prophet Muhammad (s.a.w) and those who still await the arrival of Kalki Avatar should think again.
Seorang professor penyelidik pakar bahasa India dari Universiti Alahabad, dalam buku hangatnya, telah menerbitkan buku mengenai Kalki Avatar bererti Pembimbing Agung. Beliau mendakwa bahawa gambaran mengenai Kalki Avatar yang terdapat didalam kitab suci Hindu yang sebenarnya adalah Nabi Muhammad s.aw. Di India adalah merupakan lumrah bahawa sejurus selepas sesuatu buku dilancarkan akan menjadi suatu bahan bualan dan gossip seluruh negara. Jikalah sekiranya pengarang buku ini, eorang muslim, sewajarnya dia akan ditangkap dan atau beliau akan dibunuh dan semua buku bukunya akan ditarik balik dari berada di pasaran. Hingga ketahap dimana ianya akan tidak dibenarkan untuk diulang cetak. Tunjuk perasaan dan keganasan akan tercetus terhadap insan muslim yang tidak berdosa dengan pertumpahan darah dimana mana. Yang menakjubkan bahawa pengarang buku ini adalah seorang yang berfikiran sederhana dan professor khusus yang secara kebetulan adalah seorang Hindu. Nama beliau ialah Mr. Pandit Vedaprakash Upadhal, manamakan tajuk bukunya sebagai "Kalki Avatar". Pengarang adalah penyandang sami berugama hindu Brahmin berasal dari Bengali. Penyelidik sekular.
Menurut kepercayaan penganut hindu, ada digariskan gambaran dan panduan tentang pemimpin yang bernama Kalki Avatar , ia sangat bertepatan hanya dengan Nabi Muhammad s.a.w. Jadi penganut hindu diseluruh dunia tidaklah perlu menunggu lagi akan kedatangan Kalki Avatar (semangat/roh) yang dimaksudkan.
Sewajarnya mereka segera menerima kenabian nabi Muhammad s.a.w Bin Abdullah sebagai pesuruh Allah (Kalki Avatar) yang dimaksudkan oleh kitab suci hindu mereka itu. Fakta fakta dan penemuan mengenainya telah disahkan leh lapan pandit sami kanan hindu yang lain yang mengatakan penganut hindu selama ni menghanyutkan diri mereka dalam penantian yang tidak berpenghujung, sedangkan esuruh tersebut telah pun muncul dan telah pun wafat 14 abad yang lalu.
Pengarang mengemukakan bukti yang kukuh seperti dibawah yang digali dari kitab edas serta buku buku suci ugama hindu yang lain bagi membuktikan kebenaran hujah beliau:
1. Didalam ramalan Prophecy Hindus Purana (Buku suci hindu) telah dinukilkan bahawa Kalki Avatar adalah pesuruh tuhan yang terakhir dimuka bumi ini untuk pertunjuk bagi seluruh dunia dan seluruh manusia dialam ini. Al qur'an telah memberitahu bahawa Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi yang terakhir buat pertunjuk seisi alam termasuk Jin dan manusia.
2. Menuruk ramalan ugama hindu, kelahiran Kalki Avatar akan berlaku disuatu tempat menyerupai pulau (negeri dikelilingi padang pasir) dan mengikut agama hindu ianya di kawasan bumi Arab.
3. Didalam buku hindu, nama bapa dan emak Kalki Avatar dikenali sebagai VISHNUBHAGAT dan SUMAANI. Jika kita lihat makna bagi kedua nama tersebut, akan kedapatan sesuatu yang menarik untuk irenungi.
Lihat, VISHNUBHAGAT = Vishnu bererti tuhan + Bhagat beerti hamba, diterjemah dalam bahasa arab, tuhan itu ALLAH + hamba itu Abdul = Dicantumkan akan menjadi ABDULLAH (bapa kepada Nabi Muhammad s.a.w) Manakala SUMAANI bererti aman atau tenang yang didalam bahasa arab AMINAH (nama emak Nabi Muhammad s.a.w).
1. Dalam buku buku ugama hindu, dinukilkan bahawa bahan makanan asas Kalki Avatar ialah buah korma dan zaitun. Beliau merupakan seorang yang amanah lagi jujur dan paling dipercayai seluruh masyarakatnya. Tak dapat disangsikan bahawa makanan asas Nabi ialah buah Korma dan zaitun. Nabi Muhammad s.a.w juga mempunyai akhlak sebegini tinggi dan dipercayai oleh setiap orang dan masyarakatnya.
2. Dinukilkan juga dalam Vedas, bahawa kelahiran Kalki Avatar akan berlaku ditengah tengah kalangan keturunan yang dihormati. Ini bertepatan dengan dimana Nabi Muhammad dilahir dari golongan Quraish yang terkenal sangat dihormati oleh masyarakat ketika itu.
3. Dalam buku tersebut juga dinukilkan bahawa Tuhan akan mengajar Kalki Avatar melalui malaikat didalam Gua. Bertepatan dimana Allah telah mengajar Nabi Muhammad s.a.w dengan memerintahkan Malaikat Jabrail untuk mengunjungi serta mengajar nabi berupa Wahyu didalam gua yang bernama Gua Al Hira.
4. Juga dinukilkan bahawa tuhan akan memberi kenderaan yang pantas buat Kalki Avatar untuk mengembara keseluruh alam maya serta naik kelangit hingga kelangit ke 7. Ini bertepatan dengan apa yang dialami oleh Nabi Muhammad s.a.aw dalam peristiwa Isyra' dari masjidi haram di Mekah ke masjidil Al Aqsa di Palestin Dan Mi'raj nabi kelangit ke-7 dengan menunggang seekor Buraq dalam satu malam.
5. Dinukilkan juga dalam buku tersebut bahawa Kalki Avatar akan diberikan pertolongan yang luar biasa oleh tuhan, ini terbukti jelas bahawa Allah telah memberi bantuan luar biasa kepada Nabi Muhammad s.a.w didalam peperangan Uhud dan yang lain lain.
6. Yang menakjubkan dinukilkan juga bahawa Kalki Avatar akan dilahirkan pada 12 haribulan. Ini bertepatan sekali bahawa Nabi Muhammad s.a.aw telah dilahirkan pada 12hb Rabiulawal (kalendar Islam).
7. Dinukilkan juga dalam Vedas bahawa Kalki Avatar adalah merupakan seorang penunggang kuda yang baik dan ahli main pedang yang cekap, ini bertepatan dengan Nabi Muhammad s.a.w yang terkenal dalam bidang berkenaan. Lagipun pengarang mengajak penganut ugama hindu berfikir bahawa zaman kuda dan pedang telah berlalu dan kini manusia menggunakan senapang dan roket. Adalah sesuatu yang dangkal mengharapakan datangnya Kalki Avatar yang ditunggu tanpa penghujung, walhal ia telah pun muncul 1400 tahun yang lalu.
Dalam al qur'an telah diceritakan tentang ciri-ciri dan tanda-tanda mengenai Nabi Muhammad s.a.w dengan jelas dan bertepatan apa yang dinantikan oleh penganut hindu terhadap Kalki Avatar. Pengarang telah memberi hujah hujah yang mengatakan Kalki Avatar yang dimaksudkan itu adalah Nabi Muhammad s.a.w dan kepada yang masih lagi menunggu akan kedatangan Kalki Avatar, sewajarnya berfikir semula dan renungilah akan kebenarannya.
Al Quran adalah pelengkap segala kitab sebelumnya seperti Taurat, Injil, Zabur dan Taurat dll.
Maha Suci Engkau, Ya Allah..
-IBK
ORIGiNAL ARTICLE
Muhammad (p.b.u.h) The Prophet of Islam in Hindu Scriptures
One Hindu research professor, in his stunning book, claims that the description of Avatar found in the holy books of Hindu religion is infact that of the Prophet Muhammad (s.a.w). A little while ago, in India a fact revealing book has been published, which has been the topic of discussions and gossip, all over the country. If the author of this book were a Muslim, he would have been arrested or he could have been murdered and all the copies of this book would have been
confiscated. Even a ban would have been extended on its further publications. A riot and violence would have broken out against innocent Muslims and their blood would have been shed.
Amazingly the author of this book is a fair-minded facous professor, who happens to be a Hindu. His name is Pandit Vedaprakash Upadhai and the name of his fact revealing book is Kalki Avatar. The author is a Hindu Bramin by caste of Bengali origin. He is a research scholar, a seeker of the Truth and a Well known Pandit in Allahabad University. After years of research.
According to Hindu belief and their holy books, the description of the guide and the leader, named Kalki Avatar, fits only to the Prophet Muhammad of Arabia (s.a.w). So the Hindus of the whole world should not wait any longer for the arrival of Kalki Avatar (the spirit) and should readily accept Prophet Muhammad (s.a.w) as Kalki Avatar. The facts are verified and supported by the eight eminent pandits. What the author and the eight other eminent pandits say is that the Hindus who are still
anxiously awaiting the arrival of Kalki Avatar are simply subjecting themselves to a never ending wait. Because such a great messenger has come and departed from this world fourteen centuries ago.
The author produces following sound evidences from the Vedas and other holy books of Hindu religion in support of his claim :-
1. In Purana (a holy book of Hindus) it is stated that Kalki Avatar would be the last messenger (prophet) of God in this world for the Guidance of the whole world and all human beings.
2. According to a Hindu religion prediction, the birth of Kalki Avatar, would take place in an isle which again according to Hindu religion is Arab Region.
3. In books of Hindus, the names of the fatherand the mother of Kalki Avatar are given as VISHNUBHAGAT and SUMAANI respectively. If we examine the meanings of these names we shall come to a very interesting conclusion:
Take VISHNUBHAGAT= VISHNU (meaning God) + BHAGAT(meaning slave) = ALLAH + ABDUL (in arabic) = Slave of God = ABDULLAH (in arabic) (name of Muhammad's Father) SUMAANI= PEACE or Calmness = amenah (in arabic).
4. In religious books of Hindus, it is mentioned that the staple food of Kalki Avatar would be dates and olives and he would be the most honest and truthful person in the region. Without any doubt the Prophet Muhammad (s.a.w) is acclaimed to possess these qualities.
5. It is stated in Vedas (holy book of Hindu Religion) that the birth of Kalki Avatar would take place in an honorable clan. This perfectly fits the Quraysh where the Prophet Muhammad (s.a.w) belonged to.
6. God would teach Kalki Avatar through His messenger (angel) in a cave. Allah taught Prohet Muhammad (s.a.w), through is messenger Jibraeel in a cave known as Gaar-e-Hiraa.
7. God would avail Kalki Avatar with a very speedy horse to ride and travel the whole world and the seven skies. Indication of Buraaque (horse) and Me'raaj (the night whe prophet travelled the seven skies).
8. God would also avail Kalki Avatar with divine help. This was particularly proved in the Battle of Uhud.
9. Another dazzling account given about Kalki Avatar was that he would be born on the 12th of a month. Whereas the Prophet Muhammad (s.a.w) was born on the 12th of the Rabiul Awwal (Islamic Calender).
10. Kalki Avatar would be an excellent horse rider and a swordsman. The autor here draws the attention of Hindus that the real days of horses and swords have gone and the present time is of guns and missiles. So it would be foolish on the part of those who still expect Kalki Avatar, who should be an excellent rider and swordsman to come. In fact, the divine book, Holy Qur'aan contains qualities and signs attributed to Kalki Avatar reflecting on the Prophet Muhammad (s.a.w).
The author has given numerous arguments in favour of his claim that Kalki Avatar is in fact Prophet Muhammad (s.a.w) and those who still await the arrival of Kalki Avatar should think again.
Tuesday, June 9, 2009
Asal Usul Kejadian Nabi Adam a.s
Kita selalu mendengar kisahnya Nabi Adam AS.Dan kita juga terlalu tahu tentang kejadianya manusia itu adalah dari tanah. Tetapi apakah kita tahu akan tanahnya itu? Apakah kita tahu akan prosesnya kejadian itu? Mari kita baca kupasan yang sedikit ini, mudah-mudahan kita lebih mengetahui tentangnya dan Insyaallah dapatlah kita mempelajarinya bersama-sama.
Berpesan-pesanlah pada kebaikan dan berpesan-pesanlah pada kesabaran.
(Al-A'ssr) "Betapa payahnya malaikat-malaikat meminta tanah dari bumi untuk menjadikan nabi Adam A.S (Abul Basyar/Bapa segala manusia)".
Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan tetapi apabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi khuatir Adam akan melakukan kemungkaran kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar mendengar sumpah bumi.
Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu
Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak berganjak. Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa.
Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi.Kata Allah: "Hai Izrail! Engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawa kerjamu atas perintah dan atas namaKu." Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi,maka akhirnya bumi mengizinkan tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah,kembalilah ia ke hadrat Allah.
Lalu Allah berfirman: "Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia."
Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia. Lalu Allah berfirman lagi: "Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang mengaturnya, dan Aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.
Jenis tanah yang digunakan:
1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdiringa Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah( Babylon )
10.Tanah India
11.Tanah Syurga
12.Tanah Tha'if
Menurut Ibnu Abbas:-
1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak manusia,dan disitulah tempatnya akal.
2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.
3. Dahinya dari tanah Iraq ,kerana disitu tempat sujud kepada.
4. Mukanya dari tanah Aden , kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.
5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar,tempat menarik perhatian.
6. Giginya dari tanah Al-Kautsar,tempat memanis-manis.
7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah,untuk mencari nafkah dan kerjasama,sesama manusia.
8. Tangan kirinya dari tanah Paris , tempat beristinjak.
9. Perutnya dari tanah Babylon . Disitulah tempat seks(berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa (neraka jahanam.
10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.
11. Dua kakinya dari tanah India , tempat berdiri dan jalan.
12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus,kerana disitulah iman,keyakinan,ilmu,kemahuan dan sebagainya.
13.Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat,bersyukur dan berdoakan kepada Tuhan.
Proses kejadiannya:
1. Ketika Allah jadikan Adam,tanah itu dicampur dengan air tawar, air masin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nur(cahaya) kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan dirasmikan dengan air hujan "Barul Uluhiyah".
4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal". Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.
5. Demikian pula roh,ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia merasa malas dan enggan, lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.
Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya.. Tidak seperti warna kulit manusia. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai pengetahuan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh itu, meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang dikepala,dan dua buah liang di bawah badan letaknya.
Tujuh buah letaknya adalah :
1. Di Kepala ialad Dua liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan sebuah liang mulut.
2. Dibawah ialah Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.
Dijadikan pula lima buah pancaindera:
A. Mata alat penglihatan
B. Hidung alat penciuman
C. Telinga alat pendengaran
D. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.
E. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dan sebagainya.
Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam, lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.
Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam. Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik ke kiri, ke kanan dan ke bawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan tanah keras. Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.
Kemudian ketika roh sampai ke hidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. etika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata "Yarhamukallah" yang membawa erti: "Semoga engkau diberi rahmat Allah". Oleh kerana itu jika seseorang itu bersin, menjadi unat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya disunatkan pula engucapkan "Yarhamukallah". Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras.
Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud:
"Dan adalah manusia itu suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)
Maka ketika roh itu sampai dibahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.
Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama hinggalah kelangit tujuh sebelum dibawa ke Syurga yempat dimana mula-mula Adam dijadikan.
Wallahualam
Berpesan-pesanlah pada kebaikan dan berpesan-pesanlah pada kesabaran.
(Al-A'ssr) "Betapa payahnya malaikat-malaikat meminta tanah dari bumi untuk menjadikan nabi Adam A.S (Abul Basyar/Bapa segala manusia)".
Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan tetapi apabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi khuatir Adam akan melakukan kemungkaran kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar mendengar sumpah bumi.
Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu
Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak berganjak. Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa.
Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi.Kata Allah: "Hai Izrail! Engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawa kerjamu atas perintah dan atas namaKu." Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi,maka akhirnya bumi mengizinkan tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah,kembalilah ia ke hadrat Allah.
Lalu Allah berfirman: "Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia."
Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia. Lalu Allah berfirman lagi: "Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang mengaturnya, dan Aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.
Jenis tanah yang digunakan:
1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdiringa Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah( Babylon )
10.Tanah India
11.Tanah Syurga
12.Tanah Tha'if
Menurut Ibnu Abbas:-
1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak manusia,dan disitulah tempatnya akal.
2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.
3. Dahinya dari tanah Iraq ,kerana disitu tempat sujud kepada.
4. Mukanya dari tanah Aden , kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.
5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar,tempat menarik perhatian.
6. Giginya dari tanah Al-Kautsar,tempat memanis-manis.
7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah,untuk mencari nafkah dan kerjasama,sesama manusia.
8. Tangan kirinya dari tanah Paris , tempat beristinjak.
9. Perutnya dari tanah Babylon . Disitulah tempat seks(berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa (neraka jahanam.
10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.
11. Dua kakinya dari tanah India , tempat berdiri dan jalan.
12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus,kerana disitulah iman,keyakinan,ilmu,kemahuan dan sebagainya.
13.Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat,bersyukur dan berdoakan kepada Tuhan.
Proses kejadiannya:
1. Ketika Allah jadikan Adam,tanah itu dicampur dengan air tawar, air masin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nur(cahaya) kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan dirasmikan dengan air hujan "Barul Uluhiyah".
4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal". Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.
5. Demikian pula roh,ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia merasa malas dan enggan, lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.
Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya.. Tidak seperti warna kulit manusia. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai pengetahuan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh itu, meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang dikepala,dan dua buah liang di bawah badan letaknya.
Tujuh buah letaknya adalah :
1. Di Kepala ialad Dua liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan sebuah liang mulut.
2. Dibawah ialah Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.
Dijadikan pula lima buah pancaindera:
A. Mata alat penglihatan
B. Hidung alat penciuman
C. Telinga alat pendengaran
D. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.
E. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dan sebagainya.
Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam, lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.
Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam. Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik ke kiri, ke kanan dan ke bawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan tanah keras. Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.
Kemudian ketika roh sampai ke hidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. etika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata "Yarhamukallah" yang membawa erti: "Semoga engkau diberi rahmat Allah". Oleh kerana itu jika seseorang itu bersin, menjadi unat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya disunatkan pula engucapkan "Yarhamukallah". Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras.
Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud:
"Dan adalah manusia itu suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)
Maka ketika roh itu sampai dibahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.
Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama hinggalah kelangit tujuh sebelum dibawa ke Syurga yempat dimana mula-mula Adam dijadikan.
Wallahualam
Subscribe to:
Posts (Atom)
