Allah berfirman :
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS. Thaahaa 20:124)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu
Mudahkan Al-quran bagi kami
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami
Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuas
Tuhan yang Mentadbir Diriku
dan Engkaulah Tuhan yang Memelihara Diriku dan Keluargaku..
Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah s.w.t adalah orang yang dibiarkan-Nya berbuat sekehendak hati. Orang seperti ini keluar dari jalan kebenaran dan hidup tanpa petunjuk. Untuk segala hal yang bernilai dunia, dia bersemangat. Namun jika diajak untuk kebaikan akhirat, dia enggan dan melalaikan. Sepintas penampilannya mengesankan padahal mereka terus-menerus menderita perasaan cemas, khuwatir, ketakutan dan stress. Sampai-sampai mereka terkena berbagai penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka menjadi lebih cepat mengalami kerosakan, kelemahan dan penuaan. Mereka berusaha sendiri mencari tahu duduk persoalan dan menentukan berbagai metode untuk mengatasi kesulitan hidup dan tekanan yang dialaminya. Sebagian mengatakan, itu akibat daripada pola hidup yang salah.
Kemudian mereka berupaya memperbaiki konsumsi makanan, waktu istirehat, aktifitas fisik atau apapun yang berhubungan dengan raga dan angan-angannya. Sesaat upaya tersebut dirasakan dapat mengatasi masalah, tetapi selanjutnya mereka terus saja mencari cara yang lain karena tidak pernah mendapatkan ubat penawar yang mujarab.
Berbagai buku telah ditulis dan laris dibaca serta menjadi bahan pembicaraan dalam forum diskusi dan pelatihan. Ada yang menganalisis secara rasional. Yang lain menggambarkannya dengan sangat menyentuh perasaan dan ada pula yang mengkaitkannya dengan spiritual sehingga terkesan bersumber dari ajaran dan kitab yang suci. Hasilnya sama saja, meskipun berbagai cara telah dicoba namun sepertinya mereka yakin satu saat akan menemukan solusi bagi problem hidupnya.
Allah s.w.t berfirman : Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta
(QS. Thaahaa 20:124)
Allah s.w.t telah menetapkan bahwa pada dasarnya manusia berada dalam keadaan susah payah, karena itu tanpa petunjuk-Nya sampai kapan pun orang tidak akan mampu keluar dari kesulitannya. Berapa pun besarnya tenaga dan harta dihabiskan, tetap saja ia akan merasa sempit dan tidak nyaman. Padahal orang hanya perlu menentukan apakah akan mengikuti petunjuk-Nya atau mencari jalan sendiri hingga setan dengan mudah menangkapnya ? Atau mereka ragu Al-quran dapat menyembuhkan penyakitnya sehingga masih diperlukan kombinasi dengan metode ciptaan manusia ?
Allah s.w.t berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS.10 Yunus : 57).
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl 16: 97)
Ya Allah, ringankan langkah kami untuk mengikuti petunjuk-Mu.
Mudahkan Al-quran bagi kami.
Berikan kelapangan dalam kehidupan kami.
Engkaulah Yang Maha Kuasa.
Percakapan Laa ilaa ha ilallah
Thursday, June 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment