Percakapan Laa ilaa ha ilallah

Wednesday, May 4, 2011

Doa

Doa sebelum tidur dan doa bangun tidur, mengingatkan kepada kita untuk selalu ingat kematian. Mestinya jika doa ini kita pahami betul semua sifat-sifat negatif (sombong, iri, dengki, takabbur dsb) yang ada pada diri manusia akan sirna dengan sendirinya. Karena semuanya bermuara pada kesadaran hakiki bahwa kita hanya hamba lemah yang sewaktu-waktu dapat dihidupkan dan dimatikan kapan pun Allah mau. Doa ini menyadarkan kita bahwa kematian adalah kado terindah yang pasti ada dalam episode hidup ini. Kematian adalah kepastian yang akan diterima oleh setiap manusia, cepat atau lambat dan tidak satu pun jiwa makhluk yang dapat menolaknya. Konsekuensinya, dalam memulai aktivitas hidupnya selalu ingin atas nama Allah dan saat meninggal pun rela dan ikhlas atas nama Allah sehingga khusnul khatimah.

Doa sesudah wudhu, memberikan makna keinginan menjadi hamba yang bertaubat, bersih fisik rohani serta shaleh. Aktivitas harian yang satu ini sangat dapat menjaga kesucian diri manusia lahir bathin. Orang yang selalu menjaga wudhunya dengan menyempurnakan pemahaman terhadap doa yang dipanjatkan pastinya dapat dijamin akan malu jika berbuat maksiat. Justru dengan wudhu yang terjaga akan membentengi manusia dari segala macam dosa dan termotivasi untuk produktif dan rajin bekerja sehingga layak menjadi orang shaleh. Allah memberikan jaminan surga dari pintu mana saja bagi siapa pun yang dapat menjaga wudhunya setiap hari. Wudhu disini tentunya dalam makna yang hakiki yaitu wudhu secara fisik dengan air wudhu dan terjaganya perilaku manusia sehari-hari.

Doa sebelum dan sesudah makan, merupakan permohonan menjadi hamba yang pandai bersyukur atas berkah rezki yang kita dapatkan dan dijauhkan siksa api neraka. Sungguh sangat tidak mungkin jika orang yang mengamalkan aktivitas doa harian ini lalu tergoda untuk melakukan hal-hal yang dibenci olehNya. Jadi, jika ada orang sehabis makan lalu nyolong/mencuri itu berarti doa yang dipanjatkan tidak sungguh-sungguh diucapkan. Makanan/minuman yang telah masuk ke dalam tubuh kita semestinya memompa kita untuk bergerak dan beraktivitas di jalan yang telah diperintahkan oleh Yang Maha Pencipta yang dapat menjauhkan kita dari siksaan api neraka.

Doa mengenakan pakaian, mengarahkan kita berprilaku baik dan terhindar dari perbuatan jahat. Dengan memahami doa ini akan semakin mengokohkan diri kita untuk memancarkan cahaya kebaikan dengan pakaian yang melekat di tubuh kita. Bahkan dengan memaknai doa tersebut manusia dapat meningkatkan peran dakwahnya apapun profesi yang kita geluti dan memlihara komitmen kita untuk menghindari perbuatan jahat. Jadi, sangatlah tidak mungkin orang yang telah berdoa secara khusyu pada saat akan mengenakan pakaian setelah itu akan bertidak amoral termasuk korupsi dalam segala bentuk. Bahkan sebaliknya, sebelum melepas pakaian kita akan bertanya dulu kepada sang pakaian, “ apa amal shaleh yang telah diantarkan dari pakaian tersebut?”.

Doa Keluar Rumah, doa ini mengantarkan manusia hidup secara koheren bersama Allah. Kita berharap peranan Allah senangtiasa menyertai berbagai aktivitasnya dan meyakini bahwa kekuatan Allah selalu mendampinginya. Doa ini juga memberikan kekuatan keyakinan pada diri kita bahwa tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan kekuasaan sang khalik. Karena seluruh isi bumi beserta isinya hanya milik Allah. Tentu doa ini melahirkan manusia pemberani sekaligus optimis dalam menghadapi rintangan negatif di luar rumah.

Doa berkendaraan, mengingatkan kita pada kebajikan dan ketaqwaan, perlindungan keluarga, dijauhkan dari bencana harta dan keluarga. Jika doa ini kita pahami betul maknanya tentu kita akan selalu melindungi diri dari segala macam tujuan perjalanan yang menyesatkan. Bahkan dengan doa ini kita akan selalu terlindungi dari segala macam kemungkaran yang dapat merusak prinsip tauhid kita kepada yang Maha Kuasa. Kalau kita sudah mengerti benar tentang doa ini, tidak mungkin manusia akan terjerumus dalam sebuah perjalanan sia-sia yang akan menghancurkan moralitas kepribadian kita sebagai hamba yang beriman.

...Kalau kita sudah mengerti benar tentang doa ini, tidak mungkin manusia akan terjerumus dalam sebuah perjalanan sia-sia yang akan menghancurkan moralitas kepribadian kita sebagai hamba yang beriman...

Ilmu pengetahuan mungkin tak akan pernah menunjukkan secara pasti dahsyatnya kekuatan doa dalam mengatasi penyakit kronis bangsa yang menghancurkan tatanan moral bangsa ini yaitu korupsi. Kini, siapa pun kita (pejabat, pengusaha, rakyat biasa kaya dan miskin, tua ataupun muda) yang mungkin berada di sekitar lingkaran yang dapat memancing terjadinya korupsi dalam segala bentuk, sekecil apapun itu lawanlah dengan benteng 8 doa kunci aktivitas harian yang khusyu' dan sungguh-sungguh.

Jika sesungguhnya ke delapan doa kunci aktivitas harian tersebut kita amalkan secara baik dan benar, masihkah kita berani melakukan Korupsi? Ingatlah tidak ada jaminan yang pasti menurut standar manusia bahwa seseorang dapat menjalani fase kehidupan ini sedetik, semenit, sejam atau beberapa hari mendatang. Yang jelas pintu kematian segera menghampiri kita. Kata orang bijak “ usia itu tidak berbau” apa pun, di mana pun, kapan pun, siapa pun dan dalam kondisi bagaimana pun kado kematian siap menjemput kita, meskipun berada dalam sebuah benteng yang tinggi lagi kokoh. Sebagaimana diisyaratkan oleh Allah:

“Dimana saja kamu berada, kematian pasti mendatangimu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..” (Qs.4:An-Nisa 78).

Di akhir tulisan ini saya ingin meyakinkan bahwa kebesaran dan kesucian Allah tidak perlu diragukan lagi.

“Dan apa saja musibah yang menimpamu, itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah tetap akan memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahanmu”. (Qs Asy-Syura 30).


Oleh: Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc. (Walikota Depok)
Sumber : http://www.birosdm.metro.polri.web.id/info-personel/ceramah-agama-islam/629-delapan-doa-penangkal-korupsi

Wallahu a'lam

No comments: